
Jumat pagi di kediaman Nayuwan, tidak ada yang tidak melempar pujian pada Nayuwan, mereka juga saling menyahuti menggoda Nayuwan yang kini sudah mengenakan kebaya putih lengkap dengan siger sunda yang bertengger kokoh menjadi makhkotanya. Ekor kebayanya cukup panjang dan lebar, menjuntai panjang hingga di lantai. Kebaya pengantin yang didesain oleh desainer ternama tanah air yang tentu saja itu adalah kiriman khusus dari maminya Gavin. Terutama Kang Lukman yang secara khusus selalu menjadi perias tetap yang dipilih Nayuwan.
"Aduuh meni pas pisan kabaya kiriman ti mama mertua teh neng, Masya Allah gusti meni kat campernik siga boneka. Heg eta tinggali etah cangkeng kat lenggik siga parawan "(Aduuh, sangat pas sekali kebaya kiriman dari mama mertuanya Neng, Masya Allah gusti sangat cantik seperti boneka. Dan itu lihat pinggangnya seperti perawan)puji Kang Lucky Nayuwan tersenyum tersipu malu mendengar puja pujian itu sembari memejamkan kelopak matanya ketika sang Makeup artis andalannya memoles kelopak matanya agar nampak lebih segar dan natural sesuai permintaan Nayuwan yang ingin tampil dengan look yang simple natural namun tetap manglingi.
"Hooh si nda mah bikin kita insecure" celutuk Nadia yang sedang di rias juga.
"Kalian juga cantik" sahut Nayuwan terkekeh.
"Au ah" Alea ikut-ikutan sok ngambek pada ibunya.
"Nanti kalo kalian nikah, tenang Kang Lucky bakal bikin kalian lebih cantik dari nda hari ini, ia kan kang?" ucap Nayuwan.
"Dil, lu kapan di lamar babang Haidar? Udah kayak cacing kepanasan gue liat abang-abang playboy cap karung itu" sindir Moya.
"Udah deuh, ngga usah bahas dia, gue lagi empet sama dia" sahut Dilla sembari memutar tubuhnya ke arah Moya.
"Lah kamu berantem lagi, Dil?" tanya Reva yang sedang dipakaikan hijab oleh asisten makeup-nya kang Lucky.
"Kesel gue, kan udah tau hari ini tuh kita mesti bangun lebih pagi biar bisa prepare masa dia malah ngajak jalan alesan kangen lah apalah, kaya bocah SMA yang baru ngedate tau ngga sih" gerutu Dilla kembali ke posisinya semula untuk melanjutkan makeup-nya.
"Ya kalo tante mau, aku ngga apa-apa kok nanti pasangan groomsman sama om Haidar, tukeran gitu tante ma Kak Hastar" seloroh Alea sembari dipasangkan kebayanya oleh para asisten tim makeupnya Kang Lucky pastinya.
Model kebaya yang dikenakan Alea dan Nadia
__ADS_1
Model kebaya yang dikenakan Clara, Gina, Reva, Ardilla, dan Moya.
"Tuh Dil si Ale katany mau tukeran ma elu ahahahhaaha" goda Moya
"Ngaa makasih deh Le, ate masih betah ama playboy karung itu, apalagi di moment ini, ya kali ate jalan nganter emak kau gandeng berondong, apa kata para mantan ate nanti.. haduuhh haduuhh makasih" ucap Ardillla menggeleng-geleng sembari memutar matanya ke atas.
"Ya siapa tau aja gitu ate mau, hihihi" cicit Alea tertawa kecil, semua orang yang ada di ruangan tersebut bersenda gurau, silih berganti mereka saling melempar guyonan satu sama lain di ruang makeup.
"Lo kok gugup banget Wan?" Moya mendekati Nayuwan yang terlihat sedikit tidak tenang.
"Tarik nafas pelan-pelan bu, tahan 30 detik,, keluarkan pelan-pelan.." Dilla mendekati Nayuwan yang sepertinya terkena serangan panik.
"Teteh bener-bener lebih dari cantik hari ini" Nayuwan segera memeluk adiknya yang belakangan menjadi sangat melankolis, kemarin malam juga saat mereka semua berkumpul bersama mereka saat saling curhat mereka menangis bersama hingga sembab. Kang Lucky hanya bisa menghela nafas memaklumi semua itu dan untuk berjaga-jaga hal demikian kang Lucky merias mereka dengan riasan anti luntur dan anti longsor.
Clara kemudia menangkup pipi Nayuwan lalu menyeka air mata Nayuwan.
"Abi mohon ka gusti Allah,hiiiikss supaya mulai ti ayeuna cai mata anu kaluar tina soca teteh hiks hiks eta ukur cimata kabagjaan hiikkkssss"( aku minta ke gusti Allah, supaya mulai dari sekarang air mata yang keluar dari mata teteh hanya air mata kebahagiaan" Nayuwan hanya mengangguki apa yang dikatakan adiknya itu
"Udah-udah jangan nangis terus,belum akad sama belum sungkeman ini" lerai Gina yang padahal ia sejak tiba di sana sudah banyak menghabiskan banyak tissu. Gina memang orang baru dalam hidup Nayuwan. Namun hampir 2tahun ia mengikuti Nayuwan sedikit banyak ia sudah banyak mengetahui tentang kehidupan masa lalu Nayuwan yang jauh dari kata mudah untuk bisa seperti saat ini. Rengekannya berhasil membuat semua orang terkekeh melihat tingkahnya yang seperti anak kecil minta permen.
...----------------...
Gavin sendiri tak kalah gugupnya dengan Nayuwan, ia bahkan sampai di tertawakan oleh Dewa karena terus menerus bulak balik ke toilet untuk buang air kecil karena saking gugupnya, bahkan Patra sampai harus memberi tahunya bahwa kaus yang ia kenakan itu terbalik namun Gavin tidak sadar memakainya demikian saat sebelum mengenakan beskap.
__ADS_1
"Vin, awas lho nanti malah salah ucap nama yang di sebut hahahhahaha" goda Haidar.
"Gue doain pas lu akad nikah, lo ngerasain panik lebih dari gue"ucap Gavin mendelik kesal. Selain kesal karena ia sangat gugup ia juga kesal karena sejak kemarin ia tiba di Bandung ponselnya disita oleh mamih Hellen, ditambah rangkaian acara adat yang cukup menguras energinya. Belum lagi para sahabatnya yang kurang akhlak serta saudara-saudaranya terus menggodanya dengan mengatakan pekerjaan utama Gavin sekarang bukan lagi menumpuk pundi-pundi rupiah tapi memupuk rindu pada Nayuwan. "Padahal wajar, gimana rindu ngga menumpuk bahkan menggunung, buat sekedar vidio calls aja ngga boleh" gerutu Gavin kesal.
"Jangan gitu bro, kasian nanti dia malah takut buat nikah hahahaha"ujar Rendra tengah memakai kain batik karena pagi konsepnya masih adat, jadi mereka masih mengenakan beskap.
beskap yang dikenakan para sahabat Gavin
beskap yang dikenakan oleh keluarga Gavin
Setelah siap semua mereka segera bergegas menuju mesjid agung yang ada di dekat kediaman Nayuwan. Ia menaiki mobil yang sudah di hias sederhana saja namun tetep terkasan wah, mengingat mobil tersebut sudah wah, di sisi lain barisan mobil mewah lainnya sudah berjejer rapi. Sedang kerabat menggunakan bus yang sudah disediakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
__ADS_1