Merpati Hitam

Merpati Hitam
Are you a couple?


__ADS_3

BRAK ...


"Dasar menyebalkan!" omel Nayuwan dari dalam mandi.


"Awas saja lu Vin, gue bakal balas perlakuan kurang ajar lu ini, argh! Dasar menyebalkan."lanjut Nayuwan terus berteriak dari dalam kamar mandi. Seluruh penghuni villa tergelak sambil memegangi perut mereka tatkala mengdengarkan ocehan Nayuwan yang terus saja berteriak dan mengomel.


Nayuwan berjalan dengan wajah sinis ketika melewati Gavin yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Ekor matanya melirik sekilas pada makanan yang sedang Gavin hidangkan, nampak menggugah selera, spaghetti bolognaise ternyata.


"Kruuuuuukk.. " dengan lantangnya suara perut Nayuwan berbunyi cukup keras.


"Duduklah, kita semua nunggu kamu buat sarapan bareng" seru Gavin menyuruh Nayuwan segera bergabung dengan mereka.


Grrrt ... 


Nayuwan menatap Gavin dengan memasang wajah masam, giginya menggeretak kuat karena ia masih sangat kesal pada Gavin yang membuat moodnya hancur saat bangun tidur tadi.


Nayuwan duduk bersebalahan dengan Moya, tepat dimana Gavin duduk menghadapnya. Meja ruang tivi mereka jadikan meja makan, mereka lebih memilih makan di sana dengan bersila ketimbang duduk di meja makan.


"kok cuma pada ngeliatin doang, salah menu ya?" tanya Gavin memindai tiap wajah yang sedang duduk mengelillingi meja dengan binar heran, tak terkecuali Nayuwan.


"Ini Bapak yang masak?" tanya Gina kagum. Gavin mengangguk, lalu menoleh pada Nayuwan dengan datar.


"Kenapa heran saya bisa masak?" tanya Gavin tersenyum miring dan menggeleng. Gina hanya mencicit sungkan pucuk rambutnya di acak-acak Satria lembut.Nayuwan melihat hidangan yang di buat Gavin siang itu, sepiring spaghetti bolognaise tersaji sempurna terlihat begitu mewah dan aromanya makin menggoda perut mereka yang keroncongan karena memang belum makan apapun, mereka semua terlalu letih untuk tidak tidur kembali setelah sholat subuh.


Dan bolognaise, yang bercita rasa gurih dengan sedikit sensasi asam saat disantap, di sertai cacahan daging sapi, tomat, bawang bombay, dan rempah-rempah. Pilihan yang cukup tepat karena makanan ini tidak terlalu berat namun mengenyangkan perut mereka.

__ADS_1


Nayuwan memutar garpuhnya dengan perlahan, lalu menyantap dengan perlahan spaghetti yang di masak Gavin. Nayuwan menikmati setiap suapan tanpa berbicara.


"Wah beruntung ya yang jadi istri bapak, meskipun ngga bisa masak tetep ngga bakal kelaparan, soalnya bapak bisa masak sendiri" Moya mulai berulah.


"uhuk !!" Nayuwan yang mendengarnya langsung tersedak karena secara tidak langsung Moya tengah meledek dirinya yang tidak begitu pandai memasak. Dengan sigap Gavin langsung mengelus punggung Nayuwan sambil menyodorkan segelas air mineral padanya.


"Ekhm,, " Nayuwan berdehem sambil mengelus d**anya, kemudiam mengambil gelas yang di berikan Gavin dan meminumnya hingga habis setengahnya.


"Pelan-pelan dong makannya "seru Gavin, Nayuwan kemudian mengambil tissue dan melap bibirnya, netra mendelik pada Moya yang duduk di sebelah yang pura-pura tak acuh dengan tatapan Nayuwan tersebut.


"Makasih,, Vin" ucap Nayuwan dengan ekspresi tak nyaman. Gavin mengangguk dan melanjutkan acara makannya.


" Pak, kalo misal istri bapak ngga bisa masak, bapak ok gitu?" kali ini Ardilla yang bertanya, Nayuwan mendelik melalui ekor matanya.


"Ok aja, kan saya nikah dengan tujuan agar si wanita itu mendampingi saya susah dan senang, bisa jadi teman bicara saya, saat saya butuh seseorang untuk curhat. Selama ini memang ada Satria, tapi feelnya beda dong kalo curhat sama istri mah, lagian pembantu di rumah banyak, masa istri saya masih harus turun sendiri ke dapur" ujar Gavin. Nayuwan menyilangkan sendok dan garpuhnya dengan posisi menangkup tanda perutnya telah terisi penuh. Nayuwan berjalan ke arah washtaffel untuk mencuci piring dan gelas yang habis ia gunakan barusan.


Nayuwan mengenakan pasmina yang kebetulan senada dengan kaos yang digunakan Gavin, dipadu crewneck hitam dan celana chinos dan sneakers berwarna senada dengan pasminanya.


"Ekhm.." Ardilla berdehem dan menyenggol sikut Moya begitu menyadari outfit dikenakan Nayuwan dan Gavin, Moya pun tersenyum miring ketika meneliti dengan seksama jika outfitt Nayuwan dan Gavin seperti sedang couple-an. Sedang Nayuwan dan Gavin sendiri masih belum menyadarinya. Mereka berjalan beriringan memimpin jalan, diikuti Moya dan Ardilla, paling belakang tentu saja sepasang kekasih yang sedang bucin Gina dan Satria.


"Bu, pasminanya baru ya?" ujar Ardilla tiba-tiba, sambil matanya melirik pada Moya.


"Ngga kok, kan belinya barengan sama kalian" jawab Nayuwan sambil berbalik badan, Gavin pun menoleh ke arahnya memperhatikan pasmina yang dikenakan Nayuwan terlihat begitu menggemaskan dikenakan Nayuwan, meski di ujung bibirnya sedikit sobek terlihat kemerahan meski sudah ditutupi oleh concealer. Nayuwan dan yang lainnya bertarung cukup hebat hingga bisa melumpuhkan orang-orang suruhan Diaz untuk merampok mereka semalam sebelum akhirnya polisi datang menangkap mereka semua, namun dalam sebuah perkelahian nyata tidak mungkin jika tidak terkena pukulan dari lawan, beberapa bagian tubuhnya memar namun tertutupi oleh pakaiannya. Bahkan dalam adegan film pun sang pemeran utama tetap saja babakbelur setelah bertarung.


"Masa sih, atau sweatshirtnya kali yang baru ya?" ujar Ardilla dengan wajah seakan bingung,

__ADS_1


"Mana ada sih,semua masih outfitt lama kok, lagi males belanja soalnya" Nayuwan mengerutkan keninngnya dalam-dalam karena belum faham kemana arah obrolan Ardilla.


"Hmm ,, " Ardilla memangku tangannya, kemudian jari telunjuk tangan kanannya menepuk-nepuk bibirnya seperti tengah berfikir, kemudian menunjukan mimik wajah serius seakan menemukan sesuatu.


"apa?" Nayuwan mendelik pada Ardilla yang menatap dirinya dan Gavin.


"Kalian pacaran ya?" mendengar pertanyaan itu Nayuwam makin mengerutkan dahinya.


"Ngaco lu Dill, perasaan malem lu ngga ikut berantem kan? kok otak lu jadi ngaco gitu" sanggah Nayuwan yang tak terima dengan tuduhan Ardilla. Gavin yang mendengar tuduhan Ardilla hanya tersenyum, sama bingungnya dengan Nayuwan.


"Ya wajarlah kalo si Dilla ngira kalian pacaran, outfit kalian aja udah kaya couple goals gitu" cibir Moya terkekeh kemudian. Nayuwan yang mendengar penuturan Moya langsung memperhatikan pakaiannya, lalu menatap Gavin berulang, wajahnya berubah kecut ketika menyadari ternyata outfit yang mereka kenakan memiliki tema dan warna yang senada.


Gavin mengernyit sambil menatap Nayuwan yang nampak gusar. Gavin nampak terkekeh sambil menyugar rambutnya, lalu menggaruk bagian tengkuknya yang tidak gatal begitu melihat Nayuwan menghentakan kakinya lalu bergegas meninggalkan mereka dengan wajah kesal.


Ardilla dan Moya, sontak terbahak-bahak, karena jarang-jarang bisa membuat Nayuwan salah tingkah karena seorang laki-laki. Dan mereka tahu persis jika sebenarnya Nayuwan sepertinya mulai menyukai Gavin, namun bukan Nayuwan jika dia tidak memasang duri di tubuhnya ketika dia jatuh cinta dan berusaha membuang jauh-jauh perasaannya hanya karena ia takut hatinya terluka kembali.


Meski setelah ia bercerai dengan Raka, Nayuwan beberapa kali mencoba menjalin hubungan, dan bukan sekali juga beberapa dari mereka memanfaatkan Nayuwan yang mudah merasa iba, kemudian mudah mengeluarkan uangnya hanya karena kasihan.


*********


sarangheo...


bantu up ya🥰🥰


emkoi say..

__ADS_1


🥰


**********


__ADS_2