
Motor hitam berhenti tepat di depan pintu gedung kantor, Nayuwan segera mematikan mesin motornya,membuka helm lantas ia turun segera turun dari Motor.
"Pagi Bu," sapa seorang sekuriti tergopoh-gopoh keluar dari pos jaga.
"Pagi juga pak, "sahut Nayuwan sembari menyimpan duduk di bangku panjang yang tersedia di sana.
"Wah tumben ibu jam segini sudah di sini? Biasanya kan suka jam 8 toh bu"
"Iya pak, pengen nikmati suasana pagi aja pak, jalan-jalan pake motor, Jakarta kan sumpek banget kalo udah rada siangan"
"Iya sih bu,"
Nayuwan kadang memang suka bercengkrama di pos sekuriti seperti sekarang, karena terkadang ia bisa mendapat berita terhangat mengenai para pegawainya.
"Ibbuuuuuu hah hhhah.hahh" teriak seorang perempuan yang dari logat khasnya itu pasti Gina. Begitu sampai di depan pos jaga gadis itu menungging dengan kedua tangan menopang pada lututnya sambil terengah-engah.
"Napa lu Gin? Abis di kejar-kejar setan lo?" tanya Nayuwan nyegir heran melihat keadaan sekertarisnya yang terlihat lumayan berantakan.
"Au ah," sahut Gina mengibas-ngibaskan tangannya kemudian duduk di samping Nayuwan.
"Minum dulu bu," sodor seorang sekuriti yang masih muda.
"Makasih pak" ucap Gina sembari menerima air tersebut dan langsung meneguknya hingga tandas.
"Ibu kok ninggalin saya? Ngga bangunin saya?" omel Gina.
"Ya ngga apa-apa" sahut Nayuwan tak terlalu menghiraukan omelan Gina kepadanya.
Nayuwan melirik tangan kanannya, waktu sudah menunjuka pukul 07.45, ia pun segera berdiri sambil menarik tangannya ke atas lalu sedikit melakukan peragangan.
__ADS_1
"Udah mau masuk neng?" tanya seorang sekuriti, , Nayuwan dan Gina saling melirik satu sama lain saat mendengar sekuriti itu menyapanya dengan panggilan "neng", Nayuwan tersenyum mengangguk padanya, sepertinya masih baru, pikir mereka, jadi dia tidak tahu siapa Nayuwan dan Gina sebenarnya.
"Mari pak kita, kita berdua ke atas dulu ya" pamit Nayuwan tersenyum ramah pada sekuriti yang terus menatapnya dengan tatapan khas seorang pria kepada wanita, membuat Nayuwan mengulum senyum agar tidak kelepasan tertawa.
"Tolong jagakan motor kita juga ya pak," sambung Gina terkekeh kecil sambil berlalu meninggalkan pos jaga. Tinggalah pak sekuriti yang terus melihat mereka berdua sambil berdecak kagum dengan kecantikan mereka. Hingga sebuah tangan menepuk bahu dan membuatnya terperanjat kaget
"Allahuakbar buaya buntung !!!" Pak Sulaiman atau akrab dengan sapaan Pak Leman spontan tertawa terbahak-bahak mendengar anak buahnya kaget sampai latah begitu.
"Ah si bapak bikin saya kaget aja" omel Edi.
"Lagian kamu ngeliatin siapa coba sampe ngga sadar sama kehadiran saya." sahut pak Leman masih menyisakan tawa kecil.
"Pak karyawati di sini cantik-cantik ya, terus gitu ramah-ramah ngga sombong, pantes bapak betah di sini" puji Edi sambil kembali menatap punggung Nayuwan dan Gina yang sepertinya tengah membicarakan hal yang lucu karena Edi melihat mereka seperti sedang tertawa.
"Jangan salah kamu Ed, boss kita itu emang ramah, tapi kalo ketahuan kita kerjanya ngga bener, keluar mode iblisnya." ucap Pak Leman membuat Edi sedikit bingung seakan-akan Edi baru saja bertemu dengan boss pemilik perusaahaan tempat dia bekerja. Tak mau ambil pusing dia pun kembali ke pos jaga, melanjutkan kembali pekerjaannya yang tadi sempat terjeda karena teralihkan oleh kehadiran Nayuwan yang kemudian di susul oleh Gina.
"Pagi juga Gina, Kalian berdua gibahin apa ketawa ketawa begitu?" tanya Clara sedikit kepo melihat keseruan Kakak dan asistennya nampak cekikikan.
"Ntar teteh cerita kalo udah di atas,"
Mereka masuk lift bersama beberapa karyawan dan karyawati lainnya. Dengan sopan mereka menyapa mereka bertiga, mereka menanggapi dengan sedikit mengangguk disertai senyum ramah pada para pegawainya. Saat pintu lift akan tertutup, seseorang berteriak setengah berlari meminta litfnya agar ditahan dulu untuk menunggu dirinya yang juga akan ikut ke lantai atas.
Dari raut wajah Nayuwan, terlihat dirinya seolag terganggu dengan penampilan perempuan itu. Netra Nayuwan menyoroti perempuan itu dari bawah sampai atas. Cantik memang, tapi makeup-nya terlalu menor dan pakaiannya terlalu minim, rok pendek seolah hanya menutupi bagian bo**ng dan intinya, bagian atas nampak menjulang dua gundukan lemak yang sepertinya akan tumpah-tumpah jika tidak tertahan oleh blazernya yang juga terlalu ketat untuk digunakan ke kantor. Memang benar perusahaan Nayuwan tak pernah memberi aturan kepada para pegawainya tapi dengan aturab bebas tetap sopan.
Dasarnya perempuan memang suka bergibah disuguhi pemandangan demikian tentu menjadi bahan julid mereka bertiga meski hanya melalui lirikan dan gerak bibir saja hingga membuat Nayuwan mengulas senyum di sudut bibirnya disertai suara decihan.
Ternyata sejak masuk ke dalam lift perempuan itu sudah merasa terganggu dengan tatapan sinis Nayuwan padanya, lantas ia berbalik dengan wajah garang ketika Nayuwan berdecih.
"Heh! kamu!" semua orang yang berada didalam lift terkejut mendengar bentakan perempuan itu. Mereka saling melirik satu sama lain heran dan bingung dengan tingkah perempuan ini yang tiba-tiba marah.
__ADS_1
Nayuwan melirik ke kanan dan ke kiri juga sama bingungnya
"Hhah!? Saya??" ucap Nayuwan menunjuk dirinya sendiri .
"Iya kamu !! Siapa lagi !!" ucap perempuan itu mencecar Nayuwan. Semua pegawai terhenyak dibuat melongo oleh apa yang dilakukan perempuan itu. Seorang karywan dan karyawati tadinya hendak memberitahu perempuan itu bahwa dirinya sekarang sedang berhadapan dengan bigboss mereka, namun telunjuk dari Clara memberi isyarat pada agar mereka diam saja. Akhirnya mereka mengalihkan perhatian mereka pada hal lain yang di pegang tangan mereka, berusaha berpura-pura masa bodo dengan apa yang mereka dengar dan lihat saat ini.
"Kamu baru jadi anak magang aja udah kurang ajar begitu sama yang lebih senior, gimana kalo udah jadi kartap?!" makinya pada Nayuwan, beberapa pegawai nampak gelisah dan mengusap keringat dipelipis dahi mereka dengan frustasi, ingin segera keluar dari dalam lift tersebut. Sedang Gina dan Clara terkekeh dengan ditutupi tangan mereka, begitu mendengar Nayuwan dikatai anak magang.
Tapi memang tidak salah jika perempuan itu mengira Nayuwan adalah anak magang, karena Nayuwan mengenakan blues berwarna putih tulang, celana hitam model kulot, mini back berwarna khaki serta derby-shoes berwarna hitam pula.
"Pck ! Mbak, maaf mbak saya ikut campur tapi saya cuma penasaran mbak kerja di perusahaan ini udah berapa lama ya?" tanya seorang karyawan dengan wajah seolah takut dengan sesuatu.
"Saya kerja di sini udah 5 bulan kenapa emang? " bentak perempuan itu. Karyawan itu sebenarnya sudah memberi kode-kode melalui raut wajah dan lirikan matanya ke arah Nayuwan, Gina dan Clara. Namun sepertinya perempuan itu memang tidak tahu jika yang berdiri bersama mereka itu adalah para atasan perusahaan ini.
"Ting " pintu lift terbuka.
Karyawan itu melangkah keluar bersama 2 orang karyawati, lalu berbalik badan
"oh pantesan,, kalo gitu yang semangat ya mbak marah-marahnya" ujar karyawan itu sambil mengepalkan tangannya, lalu membungkukan badannya hingga pintu lift tertutup kembali.
"Gila tuh cewek berani bentak-bentak bigboss. Mana dia kaya ngga nyadar diri kalo pakean yang dia pake udah kaya mau ngelo**e, wajar bangetlah kalo dapet tatapan julid" ucap seorang karyawati pada temannya,
"Mudah-mudahan kita semua ngga kena imbasnya deh," ujar karyawan yang sempat berbicara dengan perempuan yang memakai baju kurang bahan tadi. Lantas diangguki oleh 2 orang karyawati membahas kejadian di lift.
**************
Sarangheo ****
******
__ADS_1