Merpati Hitam

Merpati Hitam
Napak Salapan Caringin


__ADS_3

Dua minggu berlalu,


Hari Selasa yang gelap selepas Isya, Nayuwan nampak sudah bersiap seperti seseorang yang akan melakukan jogging. Namun yang agak sedikit mengherankan adalah outfitt yang gunakan saat itu adalah serba hitam. Ia melakukan stretching, setelah dirasa cukup kemudian ia berlari kecil di Jogging track apartementnya. Ia berlari dengan santai sembari menikmati alunan lagu SerhatDurmus dari Yulo Yok ft Zerrin secara berulang terus menerus. Namun di putaran lagu yang ke 5 di lagu yang sama suara dari musiknya mulai bercampur dengan alunan suara gamelan kidung Jawa.


Kemudian Nayuwanpun berhenti perlahan menatap tajam ke arah depan area tempat berlari setelah tracknya berganti menjadi hutan dengan pohon-pohon yang menjulang .


Ia melihat jam tangan dipergelangan tangan kanannya, masih jam 8 malam kurang sedikit. Lalu ia berjalan mengikuti suara gamelan yang seolah menyambut kehadirannya. Dari sela-sela pohon besar itu samar Nayuwan bisa melihat para lelembut seperti kunti, wewe gombel, pocong termasuk makhluk tinggi besar satu persatu mulai menampakan wujud mereka. Tuyul-tuyul berlarian seolah sedang bermain petak umpet. Nayuwan mencebik seraya menggelengkan kepalanya sambil terus berjalan perlahan acuh dengan kehadiran mereka.


Ia terus menyusuri hutan gaib itu. Udara dingin mulai terasa menerpa tubuhnya, Ia terus berjalan semakin dalam merangsek ke dalam hutan gaib meski jarak pandangnya makin berkurang karena kabut tebal yang melingkupi seluruh area hutan makin dirajai kegelapan malam. Iapun segera mengambil senter LED Nitecore MH25GTS yang memiliki lemparan cahaya hingga 300 meter, begitu ia menyalakan senter itu, para penghuni hutan yang sedari tadi memperhatikan dirinya kembali bersembunyi di balik batang-batang pohon seolah enggan berhadapan langsung dengan Nayuwan, dan melanjutkan kembali perjalanannya.


Langkahnya baru terhenti ketika Nayuwan sampai disebuah tanah lapang namun seperti dikelilingi 9 buah pohon beringin besar menjulang gagah yang berjejer seperti membentuk lingkaran sempurna.


"Sial !!" umpat Nayuwan ketika menyadari tempat ia berdiri sekarang.


"Yusuf, aku izinkan kau keluar untuk membawa yang lain masuk ke dalam dunia paralel, lakukan seperti yang sudah aku ajarkan tempo hari. Aku terjebak di Napak salapan Caringin." seru Nayuwan bertelepati dengan Yusuf. Suaranya terdengar samar dan bergema yang menandakan Nayuwan sedang dalam bahaya. Yusuf yang sedang bersemedi dengan kedua tangannya tertumpu dilututnya seketika membuka matanya hingga terbelalak.


"Baik Diajeng " jawab Yusuf. Iapun segera berajak dari tempat duduknya, tanpa membuang waktu Yusuf segera menuju tempat teman-teman Nayuwan lantas membawa mereka 1 persatu. Teman-teman Nayuwan terheran ketika diri mereka sudah berada di dunia paralel secara tiba-tiba dengan masih dalam keadaan tengah melakukan kegiatan masing-masing, Moya dan Gavin terlihat seperti tengah mengetik, Ardilla tengan memegang sutil, Gina, Satria, Vito dan Reva nampak kompak memegang ponsel, Rendra tengah memetik gitar. Dalam keadaan masih sama-sama bingung melihat satu sama lain, terdengar 1 teriakan seseorang yang terdengar sangat marah

__ADS_1


"Wwooii Cup, kira-kira dong kalo mau nyulik orang, untung gue belum lepas boxer, kan ga lucu kalo si Alex gue eksis bukan pada tempatnya njiir !" bentak Haidar sembari berkacak pinggang dengan wajah kesal karena acara mandinya gagal total.


"Buahahhahahhahahaa" semua orang yang melihat keadaan Haidar yang hanya mengenakan boxer merah dengan bertaburan gambar love sontak membuat orang terbahak hingga terpingkal. Termasuk Yusuf yang biasanya hampir tidak pernah tertawapun memalingkan wajahnya sembari mengaruk belakang telinganya, tak bisa menahan tawanya.


"Maaf keadaan darurat soalnya" ucap Yusuf mengulum tawa seraya menangkup kedua tangannya lantas membungkuk dalam-dalam sebagai permintaan maaf.


"Iiichh elu, kalo bukan Jin udah gue hajar lu" geram Haidar. Yusuf tetap membungkuk tanpa membantah Haidar karena memang ia salah dalam posisi ini.


"Sudah-sudah ! Kita baiknya tanya aja kenapa tiba-tiba nyulik kita ke sini," Vito menenangkan Haisar yang terlihat masih sangat tidak terima dengan penculikan yang dilakukan Yusuf.


"Saya membawa tuan dan nona ke dunia paralel itu karena Diajeng sekarang terjebak di Napak salapan Caringin. Beliau menyuruh saya agar tuan dan Nona bisa melakukan ritual agar Diajeng bisa keluar menghadapi segala sesuatu yang bakal terjadi di sana. Gavin langsung tercekat begitu mendengar Nayuwan sedang dalam bahaya. Dan mereka pun baru menyadari ketidakberadaan Nayuwan di sana.


"Saya kurang tau Tuan, Diajeng hanya mengatakan seperti itu saja. Sejak tadi hingga saat ini saya masih berusaha bertelepati tapi jejak Diajeng benar-benar tidak bisa saya rasakan sama sekali." jelas Yusuf.


"Harusnya kau tau kan di mana Napak salapan Caringin itu berada?" Rendra ikut bicara.


"Meski saya sebangsa dengan mereka saya tidak tau pasti dimana keberadaan Napak Salapan Caringin itu berada. Tapi saya pernah mendengar jika seseorang manusia dibawa ke sana maka akan sangat sulit untuk kembali lagi. Kekuatan tempat itu benar-benar sangit, bahkan kanjeng ibu Ratu kidul pun kabarnya selalu menghindari tempat itu."

__ADS_1


"Kalo begitu cepat kita lakukan, jangan banyak bicara lagi" seru Ardilla sembari menggeplak bok*ng Haidar dengan sutilnya.


"Sutil mu !" pekik Haidar mengusap-usap bok*ngnya, merasa kesal lagi.


Kembali pada Nayuwan yang masih memeriksa area Napak salapan dengan seksama, benar sunyi dan sepi tempat itu bahkan beragam makhluk yang sejak tadi selalu bermunculan kini seolah lenyap begitu saja.


"Kau mau aku paksa keluar atau kau keluar sendiri hah?!!" teriak Nayuwan memecah kesunyian hutan. Tiba-tiba dari arah depan bertiup angin cukup kencang hingga Nayuwanpun terpaksa menekan sepatu untuk menahan tubuhnya agar tidak bergeser dari tempatnya berdiri. Ia mengedarkan bola matanya dengan tatapan menyipit tajam memperhatikan setaipa sudut area hutan gaib.


"Sungguh keberanianmu membuatku makin tertantang untuk memilikimu Diajeng" bisik seorang tepat di samping telinga Nayuwan.


"Cuih !! kau kira aku akan sudi dinikahi makhluk seperti mu !?" teriak Nayuwan bersiap waspada.


"Hahahahahahaha" Nayuwan makin dibuat kesal saat mendengar seseorang tertawa keras namun tanpa menunjukan wujubnya. Iapun menghela nafas lantas berdiri sigap sembari menutup matanya. Kemudian ia membaca doa dan menempelkan lidi harupat pohon aren dikeningnya, dan saat membuka mata ia melemparkan lidi harupat yang terselip diantara jari telunjuk dan jari tengahnya ke arah depan, dan


"Aaahh !!" terdengar pekikan seseorang pria seperti seorang priyayi jaman wali, Nayuwan tersenyum begitu melihat makhluk itu terhuyung dengan memegangi dadanya yang terluka karena tertusuk harupat yang dilempar Nayuwan.


"Aku sudah peringatkan padamu untuk keluar sendiri, tapi kau tidak mengindahkan peringatanku, sekarang kau terluka seperti ini kau masih berpikir ingin melawanku, meski kau seorang priyayi di jaman mu sekalipun aku tetap bisa membinasakanmu" ujar Nayuwan menyeringai sembari berjongkok dengan lutut menumpu lengannya di hadapan seseorang atau makhluk yang tadi berbisik pada telinganya.

__ADS_1


********


yuk bantu yuk.😉😉


__ADS_2