Nikah Paksa

Nikah Paksa
Siapa Kamu


__ADS_3

Hari ini semua orang sudah pada di sibuk kan kembali dengan kerjaan nya, Raka yang seperti biasa segala sesuatu nya di siapkan oleh Ayu, Raka sudah melarang nya tapi Ayu tetap mau melakukan nya karena masih sanggup untuk melayani suami nya.



Dewi dan Siska yang sudah siap-siap untuk pergi ke kampus dan lagi pada nunggu jemputan pasangan nya masing-masing.



Sedangkan Nisa sendiri hari ini dia izin tidak masuk karena mau mempersiapkan acara lamaran dan menyambut kedatangan keluarga Fadil, tapi sebelum nya Nisa mau membicarakan semua nya kepada keluarga nya.



Semalam Nisa pulang sudah larut malam dan orang tua Nisa sudah pada istirahat jadi Nisa belum sempat membicarakan nya.



Kini Nisa sudah ada di meja makan dengan kedua orang tua nya, Nisa anak ke tiga dari dua bersaudara, kakak\=kakak Nisa sudah pada punya keluarga masing-masing dan tinggal di luar kota, jadi hanya Nisa lah yang masih tinggal bersama kedua orang tua nya.



"Ayah, ibu kalau misalkan Nisa ada yang melamar dalam waktu dekat ini gimana menurut Ayah dan ibu? Tanya Nisa dengan hati yang ngga karuan.



"Maksud kamu nak? Tapi kamu tidak melakukan hal di luar batas kan nak? Selidik bu Riana ibu nya Nisa.



"Katakan sejujur nya kenapa tiba-tiba kamu mau ada yang melamar? Tanya pak Husain sambil menatap tajam ke arah Nisa.



"TIdak ayah,, ibu,, Nisa tidak melakukan hal bodoh yang membuat masa depan Nisa hancur" jawab Nisa, Nisa sudah dewasa jadi Nisa tahu atas pertanyaan mereka menjurus kemana.



"Lalu kenapa tiba-tiba kamu bilang dalam waktu dekat kamu akan ada yang mau melamar? Tanya pak Husain.



Nisa bingung harus mengatakan darimana, jujur Nisa juga takut ke dua orang tua nya tidak akan percaya dengan apa yang akan dia sampai kan.



Sebelum Nisa menceritakan semua nya, tiba-tiba bel rumah berbunyi tanda ada orang yang bertamu di pagi itu.



"Siapa pagi\=pagi begini sudah bertamu" gumam pak Husain.


__ADS_1


"Biar Nisa yang buka in pintu" kata Nisa sambil berdiri.



"Tidak! Biarkan ibu mu yang membuka kan pintu nya, kamu tetap di sini dan jelaskan semua nya kepada ayah" kata pak Husain dengan tegas.



Nisa pun terpaksa duduk kembali karena perintah sang ayah, tadi nya Nisa bahagia karena mau menghindar dari semua pertanyaan ayah nya.



"Bukain pintu nya bu? kalau orang ngga jelas jangan biarkan masuk" kata pak Husain, bu Raina pun mengangguk lalu pergi ke arah pintu depan.



"Assalamualaikum, selamat pagi bu? Nisa nya ada? Tanya Fadil setelah bu Raina membuka kan pintu, dengan penuh kesopanan Fadil bertanya kepada bu Raina setelah Fadil mencium telapak tangan nya bu Raina.



"Wa\*alaikum\*salam, kamu siapa nya Nisa? Tanya bu Raina penuh selidik.



"Saya teman Nisa bu? Boleh saya masuk, ada yang mau saya bicarakan sama ibu dan bapak" kata Fadil sambil tersenyum ramah pada bu Raina.




"Ayo jelaskan semua nya pada Ayah, kenapa tiba-tiba kamu mau ada yang lamar, setahu ayah selama ini kamu belum mempunyai pasangan, apa kamu main-main di belakang ayah? Kata pak Husain, sebenar nya pak Husain juga ngga berharap hal yang buruk terjadi sama anak nya, tapi dengan sabar pak Husain menunggu penjelasan dari anak nya.



Orang tua mana yang ngga kaget mendengar anak perempuan nya tiba-tiba ada yang mau melamar, sedangkan selama ini mereka tahu kalau anak nya tidak mempunyai pasangan.



Nisa yang bingung harus memulai dari mana hanya bisa diam dan mencari kata-kata yang tidak akan membuat salah paham kedua orang tua nya.



"Kenapa kamu diam? Ayo jelaskan semua nya? Tanya pak Husain sedikit menaik kan nada bicara nya.



"Biar saya yang menjelaskan semua nya pak" kata Fadil yang baru masuk ke ruang makan bersama bu Raina.



NIsa langsung melihat kearah suara yang sudah dia kenal, bibir nya sedikit tersenyum karena ada Fadil yang akan membantu menjelaskan kepada ayah dan ibu nya.

__ADS_1



"Siapa kamu? Tanya pak Husain penuh selidik.



"Saya Fadil, Maaf pak kalau saya lancang dan tidak sopan menjawab pertanyaan bapak yang bapak tujukan buat Nisa" kata Fadil dengan senyuman nya.



"Duduk dulu nak? Sekalian kita sarapan? kata bu Raina.



"Makasih bu, tapi saya sudah sarapan tadi di rumah" jawab Fadil sambil duduk di hadapan Nisa.



"Apakah kamu, orang yang di maksud Nisa? Apa benar kamu yang akan melamar Nisa anak saya? Apa yang telah kamu perbuat sama anak saya, hingga kamu tiba-tiba dan mendadak mau melamar anak saya? Kan kamu juga pasti sudah tahu kalau Nisa masih kuliah" pak Husain pun memberikan banyak pertanyaan kepada Fadil.



Fadil pun dengan penuh kesabaran dan dengan senyuman di bibir nya mendengar semua pertanyaan pak Husain sampai pak Husain benar-benar selesai bicara.



"Baik saya akan menjawab semua pertanyaan bapak" jawab Fadil.



"Pertama-tama saya minta maaf pada bapak dan ibu karena dengan kehadiran saya di kehidupan Nisa membuat bapak dan ibu kaget dan mungkin berprasangka buruk pada kami, saya memang baru kenal sama Nisa kemarin di rumah pak Purnama dan mungkin bagi bapak, ibu, dan juga Nisa bahkan semua orang akan berpikiran jelek kepada kami terutama kepada Nisa, saya memang bilang ke Nisa kalau saya akan melamar Nisa malam ini, jadi saya datang kesini mau meminta restu sama bapak dan ibu" jawab Fadil dengan jelas.



"Kamu bilang kamu baru bertemu anak saya kemarin dan sekarang kamu mau melamar anak saya? Apa yang membuat kamu yakin dengan Nisa? Tanya pak Husain.



"Hati saya yang membuat saya yakin kalau Nisa adalah calon pendamping saya" jawab Fadil.



"Walau pun hati kamu yakin, tapi diantara kalian belum ada rasa saling mencintai dan menyayangi, apa kamu bisa menjamin kebahagiaan anak saya ke depan nya? Kembali pak Husain memberikan pertanyaan kepada Fadil.



"Saya ngga mau berjanji karena dengan ada nya berjanji orang bisa mengingkari nya, tapi saya yakin dengan Nisa dan insya Allah semampu dan sebisa saya, saya akan berusaha mem bahagia kan Nisa anak bapak" jawaban Fadil membuat hati Nisa tenang.



Fadil merasakan susah nya berhadapan dengan calon mertua dari pada dengan latihan fisik di kepolisian, tapi dengan sikap tenang Fadil menghadapi calon mertua nya, padahal di hati uh dah dag dig dug ser.

__ADS_1


__ADS_2