
Raka pun sudah sampai di kantor nya setelah mengantarkan Rama dulu ke sekolah nya.
"Makasih nak Raka" kata pak Ramdan sambil membungkuk kan badan.
"Ngga usah seperti itu pak, bapak kan orang tua Ayu, berarti orang tua saya juga" kata Raka sambil memegang kedua bahu nya pak Ramdan.
"Tapi ini di kantor nak? Dan mereka belum ada yang tahu status nak Raka, kalau begitu saya permisi kedalam" kata pak Ramdan yang langsung pergi ke tempat kerja nya.
Raka pun hanya diam mencerna semua perkataan pak Ramdan.
"Bener yang dikatakan pak Ramdan, kan pernikahan lo belum ada yang tahu, jadi pak Ramdan menjaga nama baik lo disini" jawab Andre sambil berjalan.
Raka pun hanya diam sambil mensejajarkan langkah nya dengan Andre.
*
*
*
jam pun sudah menunjukan waktu nya makan siang, tapi kali ini Raka ngga keluar ruangan dia menyuruh ob membelikan makan siang nya.
Selagi menunggu makanan datang Raka pun teringat Ayu yang sedang berada di rumah ibu nya.
"Lagi ngapain ya dia? Apa aku telepone dia aja ya? Gumam Raka yang langsung mengambil ponsel di dalam celana kerja nya.
"\*\*\*\*,, gue kan belum tahu no ponsel Ayu" gumam Raka yang kesal.
Ob yang disuruh Raka pun datang dengan membawa makanan ditangan nya, di lift menuju ruangan Raka ob itu ketemu sama Yulia sekertaris nya Raka.
"kamu bawa makanan buat siapa? Yulia pun bertanya, karena yang keluar masuk ke ruangan Raka bukan orang yang sembarangan.
"Buat pak Raka bu" jawab ob yang bernama Wawan itu.
"Buat pak Raka ya? Ya sudah sini biar saya yang kasih kan" kata Yulia sambil mengambil makanan yang ada di tangan wawan.
Mau ngga mau Wawan pun memberikan makanan tersebut kepada Yulia, karena Wawan tahu kalau Yulia adalah sekretaris nya Raka.
Sebelum masuk keruangan Raka, Yulia pun sengaja membuka dua kancing baju nya bagian atas, sambil tersenyum Yulia pun masuk kedalam ruangan Raka dengan langkah yang di buat-buat.
__ADS_1
Setelah Raka menyuruh masuk Yulia pun melangkah dengan langkah yang menggoda, Yulia pun menyimpan makanannya di depan Raka, Yulia sengaja agak membungkuk kan badan nya di depan Raka, dengan harapan Raka akan tergoda.
"Pak ini makan siang bapak, tadi saya ketemu sama ob yang disuruh bapak" Kata Yulia dengan sedikit menggerakkan dada nya yang montok.
Raka pun melirik ke bagian dada Yulia yang kancing nya sengaja Yulia lepas, "Besok-besok kalau baju ngga ada kancing nya jangan di pakai lagi" Kata Raka ketus.
Yulia pun di buat malu oleh ucapan Raka, lalu dengan wajah yang sudah memerah Yulia pun pergi keluar dari ruangan Raka.
"Breng sek,, awas kamu, suatu saat kamu pasti akan bertekuk lutut sama aku. Gumam Yulia sambil berjalan menuju meja kerja nya.
*
*
*
Ayu yang sedang menunggu Raka menjemputnya ngobrol santai bareng Rama di teras rumah.
"Kak apa kak Raka memperlakukan kakak dengan baik? Tanya Rama pada kakak nya.
"Baik ko dek, bahkan kakak mau dikuliahkan sama mas Raka" jawab Ayu sambil tersenyum, dia tahu kalau adik nya khawatir dengan keadaan nya.
"Serius kak? Apa kakak sudah menerima kak Raka? tanya Rama menyelidik.
"Sebenar nya kak Raka itu orang nya baik, tapi karena suatu hal kak Raka berubah, dan kakak akan merubah kembali kak Raka menjadi orang yang lebih baik gimana pun caranya" jawab Ayu sambil tersenyum.
Di kantor Raka pun pengen secepat nya pulang karena mau menjemput ayu dulu ke rumah mertua nya.
"Pak boleh ngga saya nebeng pulang di mobil bapak? Kata Yulia yang tanpa malu.
"Maaf ngga bisa saya masih ada urusan yang sangat penting" jawab Raka sambil berlalu meninggalkan Yulia yang lagi kesal karena ditolak oleh Raka.
"Breng sek lagi dan lagi kamu menolak ku" gumam Yulia sambil mengambil ponsel di dalam tas kerja nya.Yulia pun menghubungi Rafi.
"Hallo Raf kamu dimana? Jemput aku dong, aku lagi bete nih? pinta Yulia pada Rafi.
"Oke sharelock aja, nanti aku jemput" jawab Rafi dan langsung mematikan panggilan nya.
Raka pun membawa mobil nya sendiri karena mobil Andre sudah diambil dari bengkel nya, Raka pun sudah ngga sabar pengen ketemu Ayu, dia pun langsung membelah jalanan dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Diperjalanan raka melihat mertua nya lagi menunggu angkutan umum pun segera menepikan mobil nya.
"Pak ayo pulang bareng saya sekalian mau jemput Ayu" ajak Raka pada pak Ramdan.
Pak Ramdan pun masuk dan duduk di samping Raka, "makasih nak" ucap pak Ramdan sopan.
"Bapak tiap hari berangkat sama pulang kerja naik angkutan? Tanya Raka sambil melajukan mobil nya.
"Iya nak sudah biasa bagi bapak naik angkutan" jawab Pak Ramdan, Raka pun hanya mengangguk saja.
Tibalah Raka dan pak Ramdan di rumah nya pak Ramdan yang sudah ditunggu Ayu dan Rama di depan rumah.
Ayu pun masuk kedalam rumah untuk pamitan kepada ibu nya sekalian mengambil tas selempang nya.
"Bu Ayu pulang ya? Mas Raka sudah jemput" kata Ayu sambil mencium tangan ibu nya.
"Hati-hati nak, selalu ingat pesan ibu ya? Jawab bu Yanti, Ayu pun mengangguk lalu pergi ninggalin ibu nya.
"Pak Ayu pulang ya? Ram kakak pulang ya, yang rajin belajar nya, jangan main game mulu" pamit Ayu lalu pergi meninggalkan rumah orangtuanya.
Pak Ramdan dan Rama pun masuk kedalam setelah mobil Raka sudah hilang dari pandangan.
Diperjalanan tidak ada yang mereka bahas, Raka yang fokus sama kemudi nya dan Ayu yang fokus sama jalanan.
Yulia pun dijemput Rafi naik motor kesayangannya.
"Raf kita makan dulu yu? Aku lapar nih" Ajak Yulia dengan manja.
"Ya udah ayo tempat biasa ya? Jawab Rafi sambil memberikan helm kepada Yulia.
Yulia pun langsung memakai helm pemberian Rafi, lalu naik keatas motor Rafi dan memeluk erat pinggang Rafi sambil tersenyum menang, dagu nya sengaja ia taro di pundak Rafi sampai nafas nya pun berhembus ke leher Rafi membuat tubuh Rafi meremang seketika.
Yulia sengaja ngajak Rafi becanda biar Rafi tambah nyaman dengan nya, di lampu merah pun Rafi berhenti tapi tangan Yulia tidak bisa diam, tangan Yulia mengelus dada Rafi dengan lembut Yulia pun spontan mencium leher Rafi.
__ADS_1
Mereka tidak sadar kalau ada seseorang yang lagi melihat kearah mereka. "Mas Rafi" gumam bathin Ayu.