
"What!! Apa kakak ngga salah langsung mau ngelamar aku? Tanya Nisa dengan wajah kaget nya.
"Ngga, karena dari awal bertemu tadi, saya sudah merasa jatuh hati dan merasa yakin dengan kamu" jawab Fadil.
"Tapi,,, kak" Nisa pun bingung dengan Fadil yang secara langsung melamar dirinya yang jelas-jelas mereka baru saja bertemu.
"Kenapa? Kamu sudah punya pacar? Apa sudah punya tunangan? Kalau memang sudah punya biar saya yang mundur dari sekarang" Tanya Fadil.
"Bukan gitu kak, maksud saya, emmm, emmm,, kita kan baru saja bertemu, apa kakak yakin dengan ucapan kakak barusan apa cuma main-main saja? Kata Nisa.
"Saya sangat yakin dengan ucapan saya, memang benar kita baru saja bertemu bahkan baru saja tahu nama kita masing-masing, tapi entah kenapa hati ini sangat yakin kalau kamu adalah calon pendamping buat saya" jawab Fadil dengan tegas.
"Tapi,,, diantara kita belum tumbuh rasa cinta, bagaimana kita menjalani rumah tangga nanti nya? Tanya Nisa.
"Cinta akan datang dengan sendiri nya seiring waktu berjalan, kita akan pacaran setelah menikah" Fadil pun memastikan.
"Kenapa kakak memilih pacaran setelah menikah? Sedangkan kebanyakan mereka pacaran dulu baru menikah? Terus apa kita akan bahagia setelah menikah, yang belum ada rasa cinta di hati kita masing-masing? Tanya Nisa.
Nisa tak henti-henti nya memberikan pertanyaan kepada Fadil, karena Nisa ingin sekali tahu alasan Fadil yang ngga mau pacaran.
"Buat apa pacaran kalau kita tidak jadi menikah, mendingan kita menikah setelah itu kita pacaran, dulu saya punya pacar, saya pacaran selama dua tahun, saya ajak dia menikah dia selalu bilang kalau dia belum siap tapi apa! Ujung-ujung nya malah menikah dengan orang lain, padahal kita saling mencintai dan berjanji akan hidup bersama sampai tua sampai maut memisah kan, sejak itu lah saya punya prinsip kalau saya ngga akan pacaran tapi akan langsung menikah, tapi ngga sembarangan juga ngajak anak orang untuk nikah, saya yakin kan dulu di hati dan wanita itu tidak ada hubungan apa-apa sama pria lain, makanya tadi saya bilang kalau kamu punya pacar atau tunangan lebih baik saya mundur, karena saya tidak ingin menikahi wanita yang sudah menjadi milik orang lain, karena saya sudah merasakan gimana sakit nya orang yang kita sayang diambil orang lain." Kata Fadil.
"Terus kenapa kakak merasa yakin sama saya? Tanya Nisa.
""Hati saya yang merasakan, hati saya yang bicara kalau kamu adalah calon pendamping saya" jawab Fadil sambil menatap mata Nisa.
Nisa yang di tatap pun merasa terhipnotis dengan tatapan Fadil, mereka pun saling menatap bibir mereka kelu tapi hati mereka berbicara, Nisa melihat di mata Fadil ngga ada kebohongan, yang Nisa lihat dari mata Fadil adalah ke sungguhan dan kejujuran.
Sebenar nya sahabat Nisa tidak kemana-mana, mereka semua ada di balik tembok sedang menyaksikan interaksi antara Nisa dan Fadil.
__ADS_1
Andre yang sudah gemas dengan mereka ingin sekali menghampiri dan mengganggu mereka tapi selalu di tahan Siska dengan cara memegang tangan Andre erat.
"Diam kamu kak, jangan kemana-mana biarkan saja dulu mereka menyelesaikan pembicaraan nya dulu jangan ganggu mereka" bisik Siska.
"Iya,,,iya,,, aku diem Yang, asal kamu selalu genggam tangan ku aja" jawab Andre sambil tersenyum.
"Seneng kan di pegang terus, makanya diam" bisik Siska.
Andre pun diam sambil terus melihat kearah Siska dengan senyuman yang terus tersungging di bibir nya.
"Ehem,, tapi saya masih kuliah lo kak? Tanya Nisa sambil mengalihkan pandangan nya.
"Memang nya kenapa kalau kamu masih kuliah? Banyak ko yang masih kuliah sudah pada punya suami malahan sudah punya anak, bagi saya ngga jadi masalah kalau nanti nya kamu tetap kuliah, saya ngga akan melarang kamu" jawaban Fadil membuat hati Nisa sedikit lega.
"Jadi gimana? Mau kan besok kalau saya lamar? pertanyaan Fadil membuat hati Nisa bimbang, bingung dan sedikit ragu, bagaimanapun juga Nisa baru kenal sama Fadil dan sangat sulit untuk membuat keputusan.
"By kita samperin aja yu? Kayak nya Nisa lagi bingung deh, siapa tahu kita bisa sedikit membantu mereka" Ayu pun ngajak Raka menghampiri Nisa dan Fadil.
"Ayo Yang" jawab Raka sambil menggandeng tangan nya Ayu, mereka pun berjalan menghampiri Nisa dan Fadil.
"Lo, kenapa pada diam? ngobrol apa kek, biasanya kamu heboh Nis" tanya Ayu lalu duduk di depan Nisa.
Nisa pun melirik ke arah Ayu yang sudah duduk di depan nya.
"Muka lo kenapa bro? kayak yang lagi nunggu sesuatu? Tanya Raka yang sudah duduk di samping Ayu.
"Iya, gue lagi nunggu jawaban dari seseorang" jawab Fadil sambil melirik kearah NIsa.
__ADS_1
"Jawaban apa memang nya? Teriak Dewi yang baru masuk bersama Faisal.
"Weh lagi pada ngomongin apaan ni? Tanya Andre yang baru masuk juga sambil menggandeng tangan Siska.
Mereka pun berkumpul lagi semua di ruangan keluarga.
"Kenapa pada diam? Ada apaan sih? Tanya Andre lagi sambil melirik ke semua orang.
"Ngga tahu gue juga baru datang, iya kan beb? Tanya Faisal, Mereka ini memang pandai bersandiwara.
"Jadi begini, saya ini mau melamar dia besok malam, tapi dia belum memberikan jawaban, padahal saya berharap banget dengan jawaban dia saat ini" kata Fadil.
"What!! Pak Fadil mau melamar Nisa? Yang bener aja pak, bapak kan baru ketemu sama Nisa ko main lamar saja? Teriak Dewi.
"Siapa yang mau melamar? Tanya pak Purnama yang baru masuk di ikuti pak Hasan dan pak Dodi.
"Ini pah kata nya Kak Fadil mau melamar NIsa" jawab Ayu.
Nisa yang merasa diri nya yang jadi bahan pembicaraan mereka pun hanya bisa menunduk, Nisa malu, bingung, dilema semua bercampur menjadi satu.
"Kamu mau melamar nak NIsa? Tanya pak Dodi sambil menatap kearah anak nya.
'Iya pak, kalau bapak dan ibu merestui dan NIsa juga menerima kakak, besok malam kakak mau melamar Nisa" jawab Fadil to the point.
"Apa hati kamu sudah yakin dan mantaf dengan keputusan yang kamu ambil ini? Tanya pak Dodi.
"Kakak yakin pak, karena semenjak bertemu Nisa entah kenapa hati kakak sudah yakin saja kalau dia adalah pendamping buat kakak" jawab Fadil dengan tegas.
__ADS_1
Pak Dodi tahu kalau anak nya ini baru bertemu dengan Nisa, makanya pak Dodi ingin memastikan nya, dan pak Dodi juga tahu masalah percintaan anak nya yang di tinggal nikah sama kekasih nya.