
Siska memeluk Ayu dan membisikan sesuatu dengan suara yang bergetar, "Kamu jahat Yu" bisik Siska, hanya itu yang keluar dari bibir Siska.
Ayu hanya terdiam mendengar kata-kata yang di lontarkan sahabat nya itu.
Siska pun menatap kearah Andre yang terlihat mesra dengan seorang cewek cantik yang berada di samping nya.
"Ternyata cinta dan kasih sayang mu hanya bertahan sampai di sini kak" gumam bathin Siska.
Andre pun yang sedang duduk bersama Tasya pura-pura ngga melihat nya.
"Kak Andre" panggil Siska, Andre dan Tasya pun menatap kearah Siska.
"Bisa kita bicara di luar? Maaf mbak saya pinjam dulu kak Andre nya sebentar" kata Siska, Andre pun berdiri tapi Tasya pun ikut berdiri.
"Jangan tinggalin aku mas" kata Tasya dengan nada manja nya, tangan nya pun memeluk tubuh Andre.
Siska melihat nyata di depan mata, hati nya panas melihat Andre ada yang memeluk, apalagi yang meluk wanita cantik.
Sungguh ini di luar dugaan Siska, dia ingin sekali melepaskan tangan Tasya dari tubuh Andre tapi dia tahan dengan sekuat tenaga.
"Cuma sebentar sayang, kamu lanjutin lagi aja ya makan nya" jawab Andre lembut.
"Memang nya dia ini siapa sih" tanya Tasya sambil melirik ke arah Siska.
"DIa,,,,dia teman ku" jawab Andre sambil tersenyum ke arah Tasya.
Sakit hati Siska mendengar pengakuan dari orang yang dia cintai tidak mengakui nya sebagai kekasih, tapi dia malah diakui nya sebagai teman saja.
Dewi yang mau ikut berbicara pun ditahan tangan nya oleh Siska sambil menggeleng, hingga Dewi kembali diam.
Siska pun menarik tangan Dewi dan pergi ke luar, "Aku tunggu di taman rumah sakit" kata Siska sambil berlalu pergi meninggalkan mereka.
Sesampai nya di luar Siska langsung berlari tanpa menghiraukan Dewi, Siska terus berlari hingga dia sampai di sebuah taman yang ada di rumah sakit itu.
Dewi pun datang dengan nafas yang tidak beraturan.
"Kenapa kamu berlari aku capek ngejar nya" teriak Dewi yang sudah berada di belakang Siska.
__ADS_1
Siska pun membalik kan badan nya lalu memeluk erat Dewi.
Tumpah lah semua yang telah dia tahan sejak tadi, Siska pun menangis di pelukan Dewi sahabat nya.
Dewi hanya bisa diam dan mengelus punggung Siska.
Dewi pun melihat ada kursi panjang kosong di taman rumah sakit itu, lalu mengajak Siska untuk duduk.
"Ya sudah kita duduk dulu di sana, kalau berdiri gini aku pegel nahan berat badan kamu" kata Dewi sedikit becanda sambil memberikan tisu pada Siska.
Siska pun mengambil tisu yang di berikan Dewi lalu mengusap sisa air mata nya.
*
*
Di dalam ruangan Ayu, sepeninggal nya Dewi dan Siska mereka pun tertawa terbahak-bahak sampai-sampai Byan bangun dari tidur nya.
"kalian semua berisik, Byan jadi bangun kan? kata Raka sambil membawa Byan dari box bayi nya.
"Abang juga ikut tertawa, jadi salah kita semua termasuk abang" teriak Tasya.
"Nih ya bang pasti dia sekarang lagi nangis di pelukan teman nya itu" kata Tasya.
"Tahu dari mana kamu dek? Tanya Raka.
"Jadi itu kerja sampingan mu dek? tanya Raka.
"Hanya iseng saja bang bantu teman" jawab Tasya santai.
"Tapi benar lo kak pasti Siska lagi nangis, soal nya tadi berbisik sama Ayu dengan suara yang bergetar seperti nahan tangisan" jawab Ayu.
"Apa yang dia bisikan kak? Tanya Andre penasaran.
"Dia cuma bilang, kamu jahat Yu, itu juga dengan menahan tangisan nya" jawab Ayu.
"Tenang kakak ipar, ucapan nya jangan di pikirkan, dia sekarang bilang kakak ipar jahat tapi lihat saja nanti" kata Tasya.
Memang dia nanti bakalan bilang apa? Tanya Raka.
"Pasti dia bilang gini, Ayu aku benci kamu, tapi dia sambil memeluk kakak ipar" jawab Tasya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Oekkk,,,oeekkk,oeekkk" Byan pun menangis kencang dalam gendongan Raka.
"Sini By, kayak nya Byan lapar" kata Ayu, Raka pun memberikan Byan pada Ayu.
"Ya sudah kalau begitu aku ke taman dulu bentar, pengen tahu Siska mau ngomong apa" kata Andre dan langsung melangkahkan kaki nya menuju ke taman
"Kak Andre tunggu,,, aku ikut" teriak Tasya sambil berlari mengejar Andre.
"Ini yang Aby kangenin sama Tasya, dia itu selalu mencairkan suasana, dikala Aby berantem sama Andre dia lah yang selalu membuat kita baikan" kata Andre sambil tersenyum mengenang masa-masa yang telah mereka lewati.
"Tasya itu orang nya ceria ya By? Gampang akrab lagi sama orang yang baru di kenali nya" jawab Ayu sambil memberikan ASI nya pada Byan.
"Haus ya nak? Sekarang kamu yang menguasai kesukaan Aby, sisain buat Aby sedikit ya sayang" kata Raka sambil menatap Byan yang sedang menghisap ASI.
"Jaga omongan nya Aby, masa depan anak ngomong nya seperti itu" kata Ayu sambil memukul bahu nya Raka.
Raka pun hanya tersenyum lalu mencium bibir Ayu.
"Kangen kamu Yang" kata Raka lalu mencium bibir Ayu.
"Sudah By anak nya lihatin lo" kata Ayu lalu melihat ke arah Byan.
"Ya sudah lah bersolo karir saja lah selama tiga bulan" kata Raka lalu pergi ke toilet.
Ayu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat kelakuan suami nya.
Andre pun sampai ke taman dia pun langsung menghampiri Siska yang lagi duduk bersama Dewi.
Sedang kan Tasya yang mengikuti Andre, dia sembunyi di balik pohon besar dan mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan.
"Siapa wanita itu kak? Dewi langsung berdiri dan bertanya.
"Wi, sudah cukup, biar aku saja" kata Siska yang sudah merasa tenang dan sudah tidak menangis lagi.
"Bisa jelaskan dengan semua yang telah terjadi? siapa wanita itu? Hanya sampai sini kah kakak mencintai dan menyayangi aku? Mana rasa cinta dan sayang yang selalu kakak ucapkan untukku, mana janji kakak yang akan selalu mencintai dan menyayangi ku sampai kita tua, mana kak mana? Teriak Siska dengan deraian air mata yang kembali meluncur.
"Begitu tega nya kakak ,melakukan semua itu di depan mata ku, begitu tega kakak hanya memperkenal kan aku sebagai teman saja, terus selama ini yang kita jalani itu apa kak, apa!!! Siska terus berteriak dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.
__ADS_1
"Aku sadar kalau semua ini memang kesalahan ku, aku salah selalu menolak lamaran kakak, tapi kenapa di saat aku akan menerima lamaran kakak, kakak malah sedang bermesraan dengan wanita lain" kata Siska dalam isak tangis nya.