Nikah Paksa

Nikah Paksa
kegiatan pagi hari


__ADS_3

"Aku janji akan menebus semua sikap yang membuat kamu sakit hati di awal kita menikah dengan kebahagiaan, apa pun akan ku lakukan untuk kamu dan anak kita nanti nya, aku akan selalu menjaga kalian" Raka pun menyentuh perut rata nya Ayu, yang membuat bibir Ayu tersenyum, untung Raka mendekap Ayu jadi senyuman Ayu tidak di lihat Raka.



"Cepat hadir ya nak? Kita semua menantikan dirimu, Raka pun melepas pelukan nya lalu mencium perut Ayu.



Ayu pun hanya tersenyum melihat kelakuan Raka, lalu Ayu pun mengelus rambut Raka.



"Iya papah nanti aku hadir di perut mamah yang cantik ini" jawab Ayu dengan menirukan suara anak kecil.



Raka yang terkejut langsung menjauhkan muka nya dari perut Ayu dan menatap ke arah Ayu.



"Kamu belum tidur Yang? Tanya Raka yang langsung berbaring kembali di samping Ayu.



Ayu pun hanya tersenyum sambil memandang ke arah suaminya, "Tadi sih sudah tidur cuman pas Aby naik ke ranjang ini aku kebangun" jawab Ayu.



"Ya udah ayo tidur udah malam" ajak Raka sambil memeluk tubuh Ayu.



Ayu pun mencari tempat nyaman di pelukan Raka dan akhir nya mereka tidur tanpa melakukan ritual malam nya.



Pagi nya seperti biasa mereka sudah kumpul di meja makan.



"Pagi semua" sapa Raka dan Ayu yang baru gabung di meja makan.



"Pagi sayang, kamu hari ini jangan kemana-mana, kita bikin kue yang banyak, soal nya mamah kangen sama kue buatan kamu" kata bu Santi.



"Kuliah ku gimana? Tanya Ayu.



"Udah kuliah mu nanti saja, lagian juga kan besok kalian pada mau berangkat ke Paris, nanti saja kalau sudah pulang dari Paris kamu boleh masuk kuliah lagi, itu juga kalau kamu nya ngga hamil, tapi kalau sudah hamil kamu ngga boleh kuliah, kamu harus fokus sama kehamilan kamu" jawab bu Santi.



Ayu hanya bisa pasrah dengan keputusan mertua nya.



"Tapi kan mah Ayu pengen meraih cita-cita nya dulu" jawab Raka.


__ADS_1


"Emang kamu mengizinkan istri kamu jadi dokter? Tanya bu Santi.



"Ngga" jawab Raka menggeleng sambil menatap ke arah Ayu.



"Nah kan jadi buat apa kuliah, mending duduk manis aja kayak mamah, kalau misal tetap mau kuliah dan kerja ya udah silahkan, tapi anak kalian biar mamah yang urus dan akan mamah bawa ke Paris" jawab bu Carla.



"Ngga bisa gitu dong mah" jawab Raka



"Sudah,, masih pagi sudah berdebat, lagian kita serahkan saja semuanya sama Ayu, mau nya gimana nanti" sela pak Hardian.



Mereka pun terdiam dan menikmati sarapan pagi nya.



"Alhamdulilah ya Allah ternyata anak ku disayang oleh keluarga ini" gumam batin bu Santi.



Satu per satu dari mereka pergi meninggalkan rumah pak Hardian, dan menyisakan Ayu, ibu nya dan ibu mertua nya.


*


*


*


Rafi pun ikut terbangun kala mendengar suara yang lagi muntah-muntah di kamar mandi, Rafi pun masuk dan memijit sekitaran tengkuk Yulia.



"Setiap pagi kamu seperti ini terus ya Yang? Tanya Rafi sambil terus memijat tengkuk Yulia.



Yulia pun mengangguk dan membalik kan badan nya, sudah menjadi resiko seorang ibu yang hamil harus mengalami morning sickness" kata Yulia.



Rafi pun memeluk Yulia tangan nya menyentuh perut Yulia yang masih datar, "Sayang jangan buat mamah kamu mual terus dong ya? Kan kasihan mamah kamu" gumam Rafi sambil mengelus perut istri nya.



"Kamu sudah pergi ke dokter belum? Tanya Rafi, Yulia pun menggeleng, "belum mas" jawab Yulia.



"Ya sudah nanti sepulang kerja kita ke dokter kandungan buat mastiin semuanya" ajak Rafi, Yulia pun mengangguk.



"Ya sudah sekarang kamu rebahan aja, mas mau mandi dulu" kata Rafi.


__ADS_1


"Mas,, bisik Yulia, entah kenapa pagi ini Yulia pengen banget dapat sentuhan lebih dari Rafi, mungkin anak nya lagi kangen sama ayah nya.



"Kenapa? Tanya Rafi, Yulia bukan nya menjawab tapi Yulia malah menarik tengkuk Rafi lalu me lu mat dan me nye sap bibir Rafi dengan sangat rakus.



Tidak sampai situ saja, tangan Yulia merambat kemana saja yang dia inginkan hingga terakhir tangan nya bersinggah di burung nya Rafi yang sudah tegak berdiri dan kokoh.



Yulia pun terus mengelus burung Rafi dengan gerakan lembut membuat Rafi men de sah berkali-kali, hingga membuat Rafi sudah ngga tahan lagi.



Rafi pun membalas menyerang Yulia, Yulia pun bersender di dinding kamar mandi, sekarang giliran Rafi yang mendominasi permainan panas di pagi hari ini.



Rafi melupakan rasa sakit nya demi memuaskan sang istri, Rafi pun membuat tanda kepemilikan di leher nya Yulia, tangan nya terus memainkan puncak gunung yang berwarna merah kecoklatan sesekali Rafi menyesap nya dan itu membuat Yulia terus men de sah.



"Mas,,,," Yulia pun terus men de sah dan memanggil suami nya.



Rafi semakin semangat mendengar de sa han Yulia, Rafi pun mencium perut Yulia hingga dengan lembut dan terus semakin ke bawah.



Yulia sudah ngga tahan dengan yang di lakukan suami nya, "Mas,,,,," panggil Yulia secara men de sah.



Rafi yang sudah paham akan ke mauan istri nya pun mengangkat kaki Yulia sebelah dan menginjak closet duduk, Rafi mencari posisi yang pas dan nyaman, setelah mendapatkan posisi yang membuat ke dua nya nyaman pun akhirnya RAfi melancarkan aksi nya untuk menjenguk anak nya di dalam rahim Yulia.



Pertama kali nya mereka melakukan di rumah Rafi, sekali nya melakukan mereka ngga tanggung-tanggung, kamar mandi yang di pilih.



Rafi pun terus menghentak-hentak kan pinggul nya hingga membuat Yulia terus men de sah dan memanggil suami nya dalam setiap hentakan dan de sa han nya,



"Mas,,,,aku sudah ngga tahan" kata Yulia sambil memejamkan mata nya.



"Sebentar sayang kita keluarkan bareng-bareng ya? Jawab Rafi dan terus menggoyangkan pinggul nya semakin lama semakin kencang de sa han Yulia pun semakin keras sesuai dengan irama dan hentak kan yang di berikan Rafi, hingga akhirnya mereka sampai ke puncak dimana keduanya merasa melayang ke alam nirwana.



"Ahhhhhhhhhh,,, teriak kedua nya, Rafi yang sudah mengeluarkan lahar nya pun buru-buru mengeluarkan senjata dari dalam rumah Yulia.



mereka pun saling mengatur nafas nya, Rafi pun tersenyum lalu mencium kening Yulia dengan lembut, "Makasih sayang" aku suka kamu yang agresif seperti ini,.


__ADS_1


Yulia pun tersenyum sambil menatap ke arah Rafi lalu menyentuh dahi rafi membersihkan keringat nya.


__ADS_2