Nikah Paksa

Nikah Paksa
Memenuhi panggilan kepolisisan


__ADS_3

"Hai kalian kenapa saling pelukan sambil nangis? Kamu ngga apa-apa kan sayang? Tanya Raka sambil meriksa tubuh Ayu dari atas sampai bawah.



"Apa sih By, aku ngga apa-apa Aby sayang, yang ada apa-apa itu mbak Yulia bukan aku"Jawab Ayu sambil membelai pipi Raka.



Yulia yang melihat kemesraan mereka menjadi iri di buat nya, tapi Yulia sadar kalau mereka berhak bahagia, Yulia hanya bisa berharap hukuman Rafi ringan dan menikahi nya, bagaimana pun ada darah daging Rafi di dalam perut Yulia.



"Ya udah Yang, ayo berangkat pak Dodi sudah nungguin" ajak Raka.



Ayu pun melihat ke arah Yulia, "Mbak maaf kami mau pergi ke kantor polisi memenuhi panggilan" kata Ayu sambil menatap ke arah Yulia.



"Pak Raka boleh kah saya ikut ke kantor polisi? Saya izin dulu kerja nya, biar ganti nya besok saya lembur" Yulia pun meminta izin Raka.



"Boleh ya By? Kasihan anak nya mbak Yulia pengen ketemu Ayah nya" Ayu pun ikut membujuk Raka, bagaimana pun Ayu tahu keinginan seorang istri apalagi di saat hamil muda. Ayu berpikir seandainya dia yang berada di posisi Yulia mungkin Ayu juga akan melakukan hal yang sama bahkan bisa lebih dari Yulia.



Kalau istri Aby yang minta, Aby ngga bisa menolak nya" jawab Raka sambil mencium pipi Ayu.



"Aby ih malu ada mbak Yulia" kata AYu sambil menjauhkan kepala Raka, sedangkan Yulia hanya tersenyum melihat mereka bahagia dia juga turut bahagia.



"Ngga apa-apa lanjutkan saja, kalau begitu saya numpang di mobil bapak lagi ya? Kata Yulia lalu melangkah menuju mobil Raka.



"Aby nakal ih, kan mbak Yulia nya jadi malu, ya udah aku pamit sama ibu dulu ya? Ayu pun hendak pamit ke kamar ibu nya tapi di cekal oleh Raka.



"Gawat kalau Ayu izin ke ibu otomatis ibu jadi tahu dong" gumam bathin Raka.



"Udah tadi Aby udah pamit sama ibu lagian kasihan ibu lagi istirahat jangan di ganggu" kata Raka yang langsung menggandeng Ayu dan berjalan menuju mobil nya.



"Beneran By? Selidik Ayu, "Benar sayang mana mungkin sih Aby bohong sama istri tercantik nya Aby" kata Raka sambil memeluk erat Ayu.



Mereka pun berlalu meninggalkan kediaman Pak Purnama menuju kantor polisi dengan di sopiri oleh sopir perusahaan, Yulia duduk di depan di samping nya pak sopir, sedang kan Raka duduk dibelakang bersama Ayu, sepanjang perjalanan tangan Raka tidak lepas dari tangan Ayu.


__ADS_1


Dan di sepanjang jalan juga Ayu bercerita tentang keinginan Yulia.



"Gimana menurut Aby? Tanya Ayu, Yulia yang duduk di depan pun jantung nya berdegup karena takut Raka tidak menyetujui nya.



"Terserah kamu saja Yang, ambil jalan yang terbaik, tapi walaupun kita mencabut laporan nya Rafi pasti tetap menjalani hukuman" jawab Raka.



"Iya aku juga udah ngomong sama Mbak Yulia, benar kan mbak? Yulia pun bertanya ke Yulia, "Iya benar pak" jawab Yulia.



"Ya kalau Aby sih terserah kamu Yang, Aby paling bisa bantu sedikit yang Aby bisa" kata Raka.



"Ya Aby bujuk aja pak Dodi nya, siapa tahu bisa lebih ringan hukuman nya, kan kasihan mbak Yulia harus hamil tanpa ada suami di samping nya" kata Ayu sambil menyender kan kepala nya di bahu Raka.



"iya akan Aby usaha kan, tapi semua keputusan tetap ada pada aparat" jawab Raka.



"Makasih pak, makasih bu, kalian ternyata orang baik, dan aku merasa sangat malu kalau ingat kelakuan saya ke belakang" jawab Yulia dengan mata yang sudah berkaca-kaca, dia ngga menyangka ternyata masih ada orang sebaik mereka berdua pada dirinya.




"Aamiin ya Robbal\*Alamin, makasih bu, hanya ibu yang tulus memberi semangat dan memeluk saya, dari dulu saya mengharapkan ada seseorang yang tulus menjadi sandaran saya, saya hidup sendri jadi belum pernah merasakan pelukan nyaman ini, dulu pernah saya dapatkan dari ibu panti saya yang baik, tapi ibu telah meninggalkan aku selamanya" jawab Yulia dengan mata yang berkaca-kaca.



"Mbak jangan sungkan, anggap saja saya ini adik nya mbak, kalau mbak butuh teman bicara saya akan selalu siap menjadi pendengar buat mbak" jawaban Ayu sungguh membuat Yulia malu sekaligus bahagia, sampai-sampai Yulia sudah ngga sanggup untuk berbicara lagi.


*


*


*


"Ya ampun Raka mana sih, udah siang begini belum juga datang" gumam Andre.


"Ya sudah kalian dulu aja yang membuat pernyataan sambil menunggu Raka dan istri nya datang.



Satu persatu mereka memasuki ruang pemeriksaan, mereka pun memberikan kesaksian yang mereka alami dan mereka ketahui.



Akhirnya mobil Raka memasuki kantor polisi, Raka dan Ayu pun turun dan di sambut oleh para sahabat nya, sedang kan Andre masih di dalam ruang pemeriksaan.


__ADS_1


"Eh, itu mereka datang" kata Dewi sambil menunjuk ke arah mobil Raka.



Raka dan Ayu pun turun langsung memberikan senyuman kepada para sahabat nya.



Pintu depan pun terbuka dan nampak lah seorang perempuan dengan masih memakai pakaian kerja nya.



Ketiga sahabat nya Ayu saling pandang begitu melihat Yulia turun dari mobil Raka.



"Kemana dulu Yu, ko lama, kita semua sudah selesai di periksa" kata Siska.



"Andre mana? Dia kesini ngga? Tanya Raka pada mereka.



"Kak Andre masih di dalam ruang pemeriksaan" jawab Siska.



"Yu tante ini kenapa kamu ajak? Bisik Dewi pada Ayu, Ayu hanya membalas dengan sebuah senyuman.



Yulia pun menghampiri mereka, "Untuk kalian bertiga maafkan saya ya? Atas sikap saya kemarin-kemarin" ucap Yulia sambil merapatkan kedua tangan di dada nya lalu menunduk.



Mereka bertiga saling memandang, "Ada angin apa tante minta maaf sama kita" tanya Dewi.



"Wi, jangan begitu ngga biak, mbak Yulia minta maaf dengan tulus lo" Ayu pun menegur Dewi.



"Iya tante kita memaafkan tante ko" jawab Siska sambil tersenyum."Terima kasih buat semuanya" jawab Yulia.



"Ya udah ayo masuk habis ini pasti giliran kalian berdua" kata Nisa.



Mereka semua pun duduk di kursi tunggu yang di sediakan pihak kepolisian.



Tidak berapa lama Andre keluar, "Bro udah di tunggu pak Dodi tuh di dalam, lama amat pasti cetak anak dulu" kata Andre yang mulut nya ngga pake filter.


__ADS_1


"Kamu ya kalau ngomong, kita tadi ngobrol dulu sama Yulia" jawab Raka. Andre pun melihat kearah Yulia.


__ADS_2