
Ayu pun sudah terbiasa bareng ketiga sahabat nya, mereka kemana-mana selalu berempat.
"Ayu yang jemput kamu kemarin abang kamu ya? Kenalin dong sama kita" kata Dewi heboh.
"Eh Ayu aku juga boleh dong jadi kakak iparmu" kata NIsa.
"Udah lah Ayu ayo kita tinggalin mereka yang selalu ijo liat cowok ganteng" kata Siska sambil menarik tangan Ayu agar pergi.
"Oee tungguin, ya elah kita berdua malah ditinggal" seru dewi sama Nisa yang langsung berlari mengejar Ayu sama Siska.
"Nanti malam jadi kan kita nonton? Tanya Nisa yang sudah ada dihadapan mereka.
"Jadi dong" jawab Dewi sama siska barengan, sedangkan Ayu cuma diam saja.
"Lo ikut kan Yu? Masa ngga ikut kan ngga seru" jawab Nisa sambil menatap kearah Ayu.
"Maaf aku ngga di izinin keluar rumah malam hari? Jawab Ayu sambil menunduk."Ya ngga asik dong" seru Dewi.
"Eh gimana kalau kita nonton nya di rumah Ayu aja, kita mabar nya di laptop aja, kita kan belum tahu rumah nya Ayu" kata Siska.
"Wah boleh tuh, ide yang bagus" jawab Dewi sam Nisa barengan.Ayu pun hanya diam.
"Gimana Yu, boleh ya kita main ke rumah mu? Apa kamu mau jalan bareng pacar kamu? Tanya Dewi.
"Ngga ko, aku ngga ada acara, ya udah baiklah kalian boleh kerumah ku" jawab Ayu.
"Gimana kalau habis pelajaran nya pak Beno kita langsung ke rumah Ayu, setuju ngga? Tanya Nisa.
"Setuju banget, lagian aku udah izin ko ma orang rumah" jawab Siska.
"Wi kamu izin dulu ngga ma orang rumah? Tanya Ayu.
"Dia mah mau izin ma siapa, paling juga sama mbah yang punya kontrakan, ha,,,ha,,,ha" jawab NIsa yang diakhiri ketawa.
"Oh kamu ngontrak Wi? Tanya Ayu dan dewi pun menjawab dengan sebuah anggukkan.
__ADS_1
"Aku mau ketoilet sebentar" Ayu pun minta izin sama teman-teman nya.
*
*
*
Ditoilet Ayu pun segera mengeluarkan ponsel nya dari tas slempang nya, "Untung semalam aku minta no mas Raka" gumam Ayu sambil menunggu jawaban dari Raka.
"Ya ada apa sayang? Tumben hubungin mas? Tanya Raka diseberang telepon.
"Hubby teman-teman pada mau main ke rumah, gimana dong? Soalnya kalau ngga main ke rumah aku yang harus ikut nonton? Kata Ayu pada suami nya.
"Ya sudah bawa ke rumah saja, kapan mau ke rumah nya? Kalau sekarang mas ngga bisa jemput, tapi mas akan suruh pak Asep buat jemput Ayang sama teman-teman Ayang itu" jawab Raka.
"Beneran nih hubby? Kata Ayu dengan hati yang bahagia, karena selama ini Ayu pengen merasakan masa muda nya yang selalu kumpul bareng teman-teman.
Bukan Ayu ngga punya teman pas sekolah kemarin tapi Ayu membatasi dirinya karena sepulang sekolah dia harus ngurusin ibu nya yang sakit.
"Iyah benar tapi jangan naik taxi atau lain nya, tungguin pak Asep yang jemput" kata Raka.
"Makasih Hubby, love u" kata Ayu malu-malu, sedangkan Raka yang mendengar nya kegirangan kaya yang menang lotre.
Raka yang senang pun tiada henti-henti nya tersenyum, sampai Andre mengagetkan dirinya.
"Semenjak lo membuka hati sama kakak ipar, tingkat kewarasan mu ternyata berkurang ya? Andre pun mengagetkan Raka.
"Gue pun heran, padahal waktu sama Ratna dulu biasa aja, tapi kalau sama Ayu, jiwa muda gue kembali bersemi" kata Raka sambil tersenyum.
"Dulu aja nyogok gue biar bisa dipisahin sekarang lo bucin akut ma kakak ipar" cerocos Andre.
"Jangan bahas masa lalu ngga baik, eh iya lo mau ikut ke rumah ngga nanti sore, Ayu mau bawa temen-temen nya ke rumah siapa tahu ada yang nyangkut satu, biar kamu ngga nge jomblo terus" Ajak Raka.
"Emang mereka udah pada tahu kalau kalian sudah pada menikah? Tanya Andre.
"Belum, kita masih merahasiakan nya ko" jawab Raka.
Andre pun mengangguk, "Oke kalau gitu gue ikut deh ke rumah lo" jawab Andre.
*
__ADS_1
*
*
Siska yang dari awal curiga sama Ayu pun mengikuti nya ke toilet, "Eh para bestie aku juga mau ketoilet kebelet nih" kata Siska sambil berlari mengejar Ayu, sedangkan Nisa dan Dewi masuk ke kelas.
Di pintu masuk toilet Siska ngumpet dan mendengarkan semua obrolan Ayu sama Raka.
"Apa,,,, Hubby? Jadi Ayu sudah menikah? Jangan-jangan yang jemput Ayu suami nya lagi" gumam batin Siska.
Setelah Ayu memutuskan panggilan nya sama Raka, Ayu pun keluar, betapa kaget nya Ayu karena disana sudah berdiri Siska salah satu sahabat nya.
"Sis,,,ka,,, nga,,,,ngapain disini? Tanya Ayu terbata-bata.
"Tolong jawab yang jujur, apa kamu sudah menikah? Tanya Siska sambil menatap kearah mata Ayu.
Ayu pun terdiam menunduk, dia bingung antara harus jujur atau berbohong.
"Jujur saja Yu, aku juga ngga bakalan apa-apa ko, dan kalau emang kamu masih mau merahasiakan nya juga ngga apa-apa" jawab Siska sambi membalikkan badan nya mau kembali kek kelas.
"Sis, maafkan aku yang sejak awal ngga jujur sama kalian terutama kamu" kata Ayu dan membuat Siska menghentikan langkah nya.
"Jujur aku sudah menikah, aku di nikahkan secara paksa sama orangtuaku karena ibu ku membutuhkan uang untuk mengobati penyakit nya dan juga untuk membayar hutang ayah ku yang sudah menumpuk" jawab Ayu dengan mata yang sendu.
"Jadi kamu dijodohkan hanya karena orangtua mu banyak hutang? Dan kamu yang jadi jaminan nya? kata Siska sambil menggelengkan kepala nya.
"Aku tidak punya pilihan, apalagi melihat kondisi ibu yang semakin parah, ayah harus membayar hutang nya yang sudah menumpuk, belum lagi adekku yang mau masuk Smp" jawab Ayu sambil menyenderkan punggung nya ke dinding.
"Suami kamu yang kemarin jemput itu kan? Tanya Siska kembali.
"Iya, awal nya kami saling membenci dan menjaga jarak, tapi seiring nya dengan waktu kami pun saling membuka diri dan saling mencintai, karena bagaimana pun bagiku menikah satu kali untuk seumur hidup, kami menikah ngga ada yang tahu kecuali keluarga kami masing-masing" jawab Ayu sambil menatap dinding yang ada dihadapan nya.
"Aku bangga padamu Yu, kamu rela mengorbankan diri dan masa depan kamu untuk keluarga kamu sendiri" jawab Siska sambil menyentuh bahu Ayu.
"Aku mohon jangan sampai ada yang tahu kalau aku sudah menikah ya? Ayu pun memohon.
"Tenang saja aku ngga akan bilang siapa pun" jawab Siska sambil memeluk Ayu.
"Oee dicari-cari ternyata kalian masih disini, Astaga"
__ADS_1