Nikah Paksa

Nikah Paksa
Kedatangan para sahabat


__ADS_3

"Hubby, aku mohon jangan emosi, hubby kan mau meeting, jadi harus rilek biar meeting nya lancar dan succes" kata Ayu meredakan kemarahan suami nya.



"Oke Aby akan rilek, asal kamu tungguin Aby disini" jawab Raka yang sudah agak mereda kemarahan nya.



"Kan aku mau ke kampus Aby? Rengek Ayu, Andre yang berada disitu dan melihat ke bucinan mereka pun ngga kuat melihat nya dan akhirnya Andre memilih pergi dari ruangan Raka.



"Hari ini kamu ngga usah masuk, biar nanti Aby yang izin ke kampus" jawab Raka sambil mengusap pucuk kepala Ayu



Tapi By,,,,,,,,,,,,,," Ayu berusaha merayu Raka, "Tidak ada tapi-tapian" jawab Raka.



"Ya sudah Aby mau meeting dulu, kamu duduk manis disini tunggu Aby selesai meeting" jawab Raka sambil mencium kening nya.



Di ruang rapat sudah pada menunggu kehadiran Raka, ruangan pun menjadi gaduh.



"Ini kemana pak Raka sudah telat dua puluh menit belum juga nongol" kata salah satu dari mereka.



"Sabar bapak-bapak pak Raka lagi menerima tamu" jawab Andre.



Mereka pun kembali diam dan sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.



Yulia pun berniat mengetuk pintu ruangan Raka tangan nya yang sudah melayang keatas pun langsung dia juntai kan lagi kebawah karena melihat Raka membuka pintu.



"Maaf pak meeting segera dimulai" kata Yulia dengan senyuman nya sambil mengangguk.



Raka yang emosi karena istri nya sedih gara-gara Yulia pun hanya menunjukkan sikap dingin dan datar nya.



"Setelah selesai meeting kamu keruangan saya" kata Raka sambil berjalan dan menghubungi seseorang.



Yulia pun hanya mengangguk dan mengikuti langkah nya Raka menuju ruang meeting.



Ayu yang berada diruang Raka pun sudah merasakan bosan, ia pun rebahan di sofa.



Tiba-tiba suara pintu ruangan terbuka dan me nampak kan ketiga sahabat nya datang dengan berbagai cemilan dan minuman.



"Selamat pagi menjelang siang nyonya? Tanya Dewi dengan suara dibuat-buat.

__ADS_1



"Kalian?? Ko tahu aku lagi ada disini dan juga ko kalian tahu kantor nya mas Raka" Ayu pun langsung bangun dari rebahan nya karena kaget.



"Apa sih yang kita ngga tahu tentang kalian" jawab Nisa sambil duduk di sofa diikuti dua sahabat nya.



"Tumben kalian bawa makanan dan minuman sebanyak ini? Mau pesta? Tanya Ayu sambil melihat ke tempat makanan yang mereka bawa.



"Ah ternyata ngga rugi punya sahabat yang sudah menikah dengan seorang bos, kita selalu ketiban rezeki" jawab Dewi.



"Itu mah emang kesukaan lo Wi, lo kan ngga bisa jauh-jauh dari makanan" jawab Siska sambil mengeluarkan makanan yang mereka bawa.



"Ketiban rezeki apa Wi? Tanya Ayu yang tidak mengerti dengan ucapan Dewi.



"Asal lo tahu Yu, semua makanan yang kita bawa ini uang nya dari laki lo, dan kita tahu alamat kantor laki lo karena kita di jemput sama pak Asep sopir nya laki lo itu" jawab Siska.



"Jadi mas Rafi menghubungi kalian untuk nemenin aku disini? Ayu pun sudah paham dengan kedatangan mereka.



"YUpz betul sekali" jawab Dewi yang mulut nya penuh dengan makanan.




Mereka pun bercengkerama dan bercanda sambil ngemil, hingga akhirnya Ayu pun tidak merasa kesepian lagi.


*


*


*


Diruang rapat Yulia merasa perut nya mual dan minta izin keluar ruangan sebentar.


Dia memuntahkan semua isi di dalam perut nya, setelah merasa enakan Yulia pun mau kembali ke ruangan meeting, tapi dia ingat kalau di tas nya ada minyak kayu putih yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi.



Sebelum Yulia kembali keruang meeting dia berbalik kembali ke ruangan nya dulu untuk membawa minyak kayu putih nya.



Setelah dia mengambil minyak kayu putih nya Yulia pun segera balik keruangan meeting, tapi baru juga di depan pintu dia mendengar suara gelak tawa dari ruangan Raka yang sedikit pintu nya terbuka.



Yulia pun menghampiri ruangan Raka dan membuka pintu yang sedikit terbuka itu dengan pelan-pelan.



"Kalian? Kalian ngapain di ruangan Pak Raka? Tanya Yulia sambil melihat kearah mereka berempat.


__ADS_1


"Kita disini lagi nemenin Ayu, kenapa? Masalah? Tanya Dewi yang sedikit menantang.



Tapi ini bukan tempat reunian mahasiswa, ini adalah ruangan direktur, asal kalian tahu tidak mudah dan bukan orang sembarangan yang bisa masuk kedalam ruangan ini" jawab Yulia.



"Yey emang siapa juga yang reunian, orang disini kita nemenin Ayu ko" jawab Nisa.



"Lagian juga kita disini nemenin is,,,,,,,,,,," Nisa yang duduk berdampingan sama Dewi pun langsung membekap mulut Dewi.



"Kamu itu kebiasaan ya? Ngga bisa di rem itu mulut" bisik Nisa sambil tangan nya masih membekap mulut Dewi.



"Kebawa emosi gue, jadi hampir deh blong" bisik Dewi.



"Pokok nya kalian sekarang juga keluar sebelum pak Raka selesai meeting nya" teriak Yulia.



"Siapa elo nyuruh-nyuruh kita? Tanya Dewi, "Kalian bener-bener ya? Pergi sekarang juga atau ku panggilkan satpam buat ngusir kalian berempat" teriak Yulia.



"Siapa yang mau diusir? Kata Raka yang break sebentar karena waktunya makan siang.



"Pak Raka,, itu pak keempat mahasiswa itu udah berani-berani nya berkumpul di ruangan bapak" kata Yulia sambil menunjuk kearah mereka.



"Kenapa kamu susah-susah buat ngusir mereka, saya sendiri pun malah membiarkan mereka berkumpul di sana" jawab Raka sambil melihat kearah Ayu.



"Waktu nya makan siang jadi anda dipersilahkan pergi ke kantin untuk makan karena sebentar lagi kamu butuh tenaga buat beres-beres dan angkatin barang-barang kamu" kata Raka sambil berjalan kearah istrinya.



Yulia yang belum paham dengan perkataan Raka pun hanya diam dan melihat keakraban Raka bersama empat mahasiswa itu terutama Ayu.



"Sebenar nya pak Raka ada hubungan apa sih sama wanita itu" gumam batin Yulia sambil berjalan menuju lift karena tiba-tiba dia mau rujak yang pedes yang dijual di depan perusahaan ini.



"Gimana Yang, ngga bete kan ditinggal Aby meeting? Tanya Raka sambil duduk di samping istrinya.



"Ngga ko By kan kamu sudah mengirimkan mereka untuk aku" jawab Ayu sambil tersenyum manis.



"Kita keluar aja yu? Daripada jadi obat nyamuk disini" kata Nisa.



"Is apaan sih kalian, udah disini aja" cegah Ayu, "Udah disini aja kita makan siang bareng disini, saya sudah pesankan makanan" jawab Raka.dan di balas dengan angguk kan oleh mereka.

__ADS_1



Yulia yang lagi beli rujak pun menatap kearah seberang dan dia melihat seorang pria yang dia kenal, "Rafi?,,,,,,,,,


__ADS_2