
""Maaf pin sikap dan kelakuan mas ya? Selama ini mas tidak melihat semua ketulusan yang kamu berikan untuk mas" kata Rafi sambil memeluk Yulia.
Mereka kini sudah berbaring di atas kasur milik nya Rafi, mereka tidak melakukan malam sebagai sepasang pengantin pada umum nya, hanya sebuah pelukan dan ciuman di kening saja yang mereka lakukan, karena mengingat kondisi Rafi yang masih menahan rasa ngilu dan sakit efek dari pemukulan dari keluarga Raka dan adik nya Ayu.
"Sebelum mas meminta maaf, aku juga sudah memaafkan kamu mas" jawab Yulia sambil membalas pelukan dari Rafi.
"Maaf juga ya? Mas belum bisa memenuhi sebagai suami kamu malam ini" tanya Rafi kembali.
"Ngga apa-apa mas, sudah jadi milik kamu saja aku sudah bahagia" jawab Yulia sambil mencari posisi yang nyaman di pelukan nya Rafi.
"Makasih ya buat semuanya, ya sudah sekarang kita tidur" jawab Rafi lalu mencium kening Yulia.
*
*
*
"Raka,,, papah tunggu kamu di ruang kerja" teriak pak Hardian.
"Ya sudah papah nungguin Aby tuh di ruang kerja" kata Ayu melepaskan pelukan dan sentuhan nya.
"Sudah bangun Yang" rengek Raka.
"No,, Aby samperin dulu papah, kita bisa melakukan nya nanti di Paris" jawab Ayu dengan santai.
"Ya ampun Yang kamu membangunkan nya malam ini terus kita harus melakukan nya di Paris? Dua hari lagi? Yang bener aja Yang" ceorcos Raka.
Ayu melenggang pergi tanpa memperdulikan Raka yang lagi kesal karena menahan hasrat nya.
"Ini semua gara-gara papah" gumam Raka sambil memakai baju tidur nya.
"Ya sudah Yang, Aby ke ruang kerja dulu" Raka pun pergi ke ruang kerja setelah menidurkan kembali raka junior nya.
Ayu pun hanya mengangguk sambil tersenyum lalu merebahkan tubuh nya, karena dia merasa badan nya capek banget.
__ADS_1
Ayu menatap langit-langit kamar nya dia ngga menyangka perjalanan hidup nya akan seperti ini, tapi dia merasa bahagia karena berada diantara orang-orang yang menyayangi nya.
Walaupun di awal pernikahan paksa nya harus merasakan sakit hati atas ucapan dan sikap Raka tapi sekarang Ayu merasakan kebahagiaan yang tiada tara apalagi dalam waktu dekat ini dia mau pergi bulan madu ke Paris, cita-cita dari dulu dia ingin mengunjungi menara eifel dan sebentar lagi akan terlaksana.
Saking bahagia nya Ayu pun tertidur dengan bibir menyunggingkan senyuman dan AYu pun terlelap tanpa menunggu Raka kembali ke kamar.
*
*
*
"Ada apa pah manggil Raka" kata Raka setelah masuk ke ruang kerja nya.
"Papah hanya mau bilang, kamu harus bisa membuat istri mu bahagia, dan bisa melupakan kejadian-kejadian yang sudah dia lalui, makanya papah sama mamah menyiapkan tiket ke Paris" kata pak Hardian.
"Iya Pah Raka juga mengerti dan Raka akan selalu menjaga istri Raka" jawab Raka.
"Ngga salah kan papah memilihkan Ayu sebagai istri kamu? tanya pak Hardian yang sedikit menyunggingkan senyuman nya.
Pak Hardian pun tersenyum lalu menghampiri Raka yang sedang duduk di hadapan nya.
"Sudah lah yang penting sekarang kamu sudah bahagia dengan istrimu, dan ingat kamu harus jadi suami siaga buat istri mu, jangan pernah kamu sakiti hati dan fisik nya, muliakan istri mu seperti kamu memuliakan mamah mu" kata pak Hardian sambil menepuk bahu Raka, Raka hanya diam mencerna semua perkataan papah nya.
"Oh iya tadi papah dari rumah nya Hasan ayah nya Rafi yang menculik istrimu" kata pak Hardian yang kembali duduk di hadapan Raka.
"Habis ngapain pah? Tanya Raka penasaran.
"Awal nya papah di suruh menjadi saksi pernikahan anak nya, tapi sampai di sana papah di minta untuk menjadi wali hakim nya Yulia" jawab pak Hardian.
"Syukur deh Rafi menikahi Yulia, berarti dia bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan pada Yulia" jawab Raka.
"Kalau ngga salah papah pernah melihat dia di kantor, emang dia kerja di kantor kita? Tanya pak Hardian.
__ADS_1
"Dia itu kan sekertaris nya Raka pah" jawab Raka. Pak Hardian pun hanya mengangguk.
"Besok kamu suruh Andre menghandle semua pekerjaan mu, dan nanti kamu fokus untuk mem bahagia kan istri mu jangan memikirkan kerjaan atau pun yang lain nya, papah dan mamah mengharapkan kehadiran cucu dari kalian sebagai penerus keluarga kita nanti nya, papah sudah tua, papah ke pingin menghabiskan masa tua papah hanya berdiam di rumah menemani cucu-cucu papah, dan papah minta istri mu tidak di halangi untuk terus mengandung anak mu, kamu paham kan? Yanya pak Hardian.
"Tapi kan kasihan Ayu pah kalau harus terus melahirkan, aku ngga tega" jawab Raka.
"Ya maksud papah jangan terlalu lama walau pun di jaga, sengga nya setahun sekali lah" kata pak Hardian.
"Yey papah ini, ya sama aja kalau begitu " jawab Raka yang membuat pak Hardian pun tertawa.
"Ya sudah kamu sana balik lagi sama istri mu nyicil buat anak nya dari sekarang, papah juga mau tidur kasihan mamah sendiri di kamar, mamah kan suka ngga bisa tidur kalau belum ada papah di samping nya" kata pak Hardian lalu melangkah meninggalkan Raka.
"Ngga kebalik pah? Tanya Raka lalu berdiri dan mengikuti langkah papah nya dari belakang.
Anak sama papah nya itu sama-sama tersenyum lalu berpisah masuk ke kamar nya masing-masing.
Raka pun masuk ke kamar nya, dia langsung melihat ke arah kasur yang dimana istri nya sudah terlelap dengan buaian mimpi.
Raka menghampiri nya lalu dengan pelan-pelan Raka naik ke atas kasur dan berbaring di samping istri nya.
Raka menatap wajah damai istri nya di kala dia tertidur, Raka pun menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi sebagian wajah istri nya.
"Cantik" gumam Raka sambil mengelus pipi mulus nya Ayu.
"Dulu aku pernah mencintai seorang wanita sampai-sampai aku rela memberikan apa pun yang dia minta, tapi ternyata dia penipu, pengkhianat dia ambil harta ku dan dia selingkuh bahkan dia tidur bersama selingkuhan nya itu dan aku menyaksikan semuanya dengan mata kepala ku sendiri.
Ngga ada yang tahu akan kelakuan dia selain aku dan Andre, seandainya mamah dan papah tahu entah apa yang akan mereka lakukan sama aku, hingga aku tidak percaya lagi sama yang namanya perempuan, hingga di hadirkan nya kamu dan di paksa nikah sama kamu.
Raka ngga menyadari nya kalau semenjak dia naik ke atas kasur Ayu terbangun dan mendengar semua gumaman Raka.
__ADS_1