
Kalau Ayu ke pingin sesuatu pasti ujung-ujung nya Raka yang harus menghabiskan nya, seperti saat ini Ayu lagi makan mangga yang Raka petik tadi dari pohon nya bu Samsiah dengan bumbu yang sudah di buatkan oleh bi Asih tadi.
"Aby abisin ya, aku udah kenyang" kata Ayu sambil memberikan sisa mangga yang masih banyak karena Ayu cuma dua iris buah saja yang dia makan.
"Tapi ini asam Yang" Raka pun menolak mangga yang di sodorkan Ayu untuk nya.
Mata Ayu sudah berkaca-kaca karena Raka menolak mangga yang dia berikan.
Melihat mata Ayu yang sudah berkaca-kaca Raka langsung mengambil mangga yang ada di tangan Ayu dan mulai memakan nya.
"Ni aku makan Yang" kata Raka sambil berusaha menelan mangga muda yang Ayu berikan dengan mata yang merem melek saking asam nya.
Bi Asih merasa kasihan sama Raka dia pun menghampiri Raka.
"Boleh ngga non bibi mencoba mangga nya? Tanya bi Asih sambil mengedipkan mata nya ke Raka.
"Bibi mau juga? Kalau mau ambil saja bi" kata Ayu sambil menyodorkan mangga yang ada di hadapan nya.
"By aku mau ke kamar dulu ya? mangga nya abisin, awas kalau Aby ngga abisin, bi tolong liatin mas Raka makan mangga nya ya kalau ngga abis bilangin ya? Ayu pun mengancam Raka.
Setelah kepergian Ayu Raka pun langsung me muntah kan mangga yang ada di mulut nya, dan minum air putih sebanyak-banyak nya.
"Bi tolong buang dong bi aku sudah ngga kuat" kata Raka.
"Baik den" jawab bi Asih lalu membuang mangga yang ada di atas piring dan menyisakan nya satu iris saja.
Raka dan bi Asih kembali pada posisi mereka masing-masing, tidak berapa lama Ayu pun kembali menghampiri Raka dan bi Asih, Raka yang melihat kedatangan Ayu pura-pura lagi merem melek keasaman.
"Aby beneran ini habis apa di buang? Selidik Ayu sambil melihat ke sekeliling.
"Habis Yang, tanya aja bi Asih" kata Raka sambil mata nya yang masih pura-pura merem melek.
"Beneran bi? Tanya Ayu ambil menatap ke arah bi Asih.
__ADS_1
"Iya non habis sama kita berdua" jawab bi Asih, "Duh gusti maafkan aku telah berbohong" gumam bathin bi Asih.
"Pintar sekali suamiku ini" kata Ayu sambil mencubit ke dua pipi Raka.
"Kalian lagi pada ngapain? Tanya bu Santi yang baru datang, bi Asih yang melihat bu Santi baru datang pun langsung kembali ke dapur untuk membuatkan minuman.
"Ini mah lagi makan mangga muda, mamah mau ngga? Kalau mau nanti Ayu mintain lagi buah nya" kata Ayu.
"Ngga ah nak mamah udah ngga kuat makan yang asem-asem" jawab bu Santi sambil duduk di depan mereka.
"Nak kandungan mu kan memasuki empat bulan, gimana kalau kita adakan syukuran? Tanya bu Santi kepada anak dan menantu nya.
"Gimana kalau sekalian resepsi acara nya di satu in mah" tanya Raka.
"Ngga mamah ngga setuju, istri kamu jangan kecapaian dulu, resepsi nya nanti saja kalau Ayu sudah melahirkan" jawab bu Santi.
"Terserah mamah saja gimana baik nya" jawab Ayu.
"Ini lo Pah,mamah bermaksud mau mengadakan syukuran empat bulan nya kehamilan Ayu, gimana menurut papah? Tanya bu Santi pada suami nya.
"Bagus mah, papah setuju, kapan kira-kira syukuran nya dilaksanakan? Tanya pak Purnama.
"Gimana kalau minggu depan saja? Biar ngga bentrok sama kerjaan juga" Raka pun memberikan ide.
"Oke, papah setuju usul kamu, gimana dengan mamah? Pak Purnama pun bertanya pda istri nya.
"Oke, mamah pun setuju, mamah akan undang sahabat-sahabat lama kita dan teman-teman arisan mamah" jawab bu Santi dengan semangat.
"Gimana menurut mu nak? Tanya pak Purnama kepada Ayu.
"Kalau Ayu terserah papah sama mamah saja, Ayu ngikut saja" jawab Ayu sambil tersenyum.
"Ya sudah deal ya minggu besok, kasih tahu keluarga kamu juga nak biar mereka nanti di jemput sama pak Asep ke sini nya" kata pak Purnama.
__ADS_1
"Iya pah nanti Ayu hubungin mereka" jawab Ayu.
"Ya sudah papah mau mandi dulu, jaga terus cucu papah ya? Kata pak Purnama lalu pergi meninggalkan anak dan menantu nya yang di ikuti bu Santi dari belakang.
"Ya sudah kita juga ke kamar yu Yang? Sekalian kamu hubungin bapak sama ibu buat acara minggu besok" ajak Raka sambil menarik tangan nya Ayu.
*
*
*
"Kalian? Kalian sedang ngapain? teriak Nisa dan Siska yang melihat Dewi dan Faisal yang lagi berpelukan erat.
Faisal dan Dewi pun spontan melepaskan pelukan mereka, karena kaget dengan teriakan dari Nisa dan Siska.
"Lo jangan memanfaatkan keadaan ya Sal, untung gue dan Siska cepat sampai ke sini kalau ngga lo pasti sudah ngapa-ngapain Dewi" cerocos Nisa.
"Ini semua ngga seperti yang kamu lihat Nis, Sis" elak Faisal.
"Lo ngga kenapa-kenapa kan Wi? Tanya Siska yang langsung memeluk Dewi, Dewi pun memeluk balik Siska dengan deraian air mata.
"Ada apa sih Yang kamu teriak-teriak" tanya Andre yang baru masuk ke dalam kontrak kan Dewi.
"Ini Faisal lagi memanfaatkan keadaan pakai peluk-peluk Dewi segala" jawab Nisa, yang di tanya Siska yang jawab Nisa.
"Beneran lo memanfaatkan Dewi? Tanya Andre sambil menatap tajam ke arah Faisal.
"Ngga mas, ini semua salah paham, itu ngga benar" jawab Faisal.
"Sudah kak jangan mengintimidasi Isal, dia ngga salah, malah dia yang nolongin aku dari ke dua preman itu" jawab Dewi dengan deraian air mata nya, dia mengingat kembali ke dua preman yang berusaha mem per ko sa nya.
"Tapi kita lihat barusan dia meluk kamu dengan erat, terus kenapa kamu diam saja, kenapa kamu ngga teriak, ini kan ada di kontrak kan kamu, pasti banyak orang yang akan menolong kamu Wi" cerocos Nisa.
"Iya benar, tolong kamu jujur saja sama kita Wi, apa yang telah di perbuat Faisal sama kamu" tanya Siska.
"Kamu mau main-main sama saya? Saya ngga suka kalau melihat wanita tersakiti, kalau kamu yang telah menyakiti hati dan fisik Dewi jangan harap kamu besok bisa bernafas lagi" kata Andre sambil menatap tajam ke arah Fasial dengan tangan yang sudah terkepal.
__ADS_1
"Jangan kak, Faisal,,,,,,Faisal dan aku baru saja jadian" kata Dewi sambil menunduk kan kepala nya.