
Yulia pun langsung ke ruangan meeting, selama meeting berlangsung Yulia gelisah dan terus-terusan melihat ke arah Raka.
"Aduh gimana ngomong nya ke pak Raka ya? gumam batin Yulia sambil melirik kearah Raka.
"Oke meeting bulanan hari ini selesai sudah walau kita hampir seharian, tapi saya harap kalian terus semangat untuk memajukan lagi perusahaan kita ini" kata Raka sambil merapihkan semua berkas milik nya.
"Masih ada waktu sebelum jam pulang, silahkan kembali ke ruangan masing-masing, dan untuk Yulia kamu saya tunggu di ruangan" kata Raka sambil terus berjalan menuju ruangan nya.
Yulia pun mengangguk sambil membereskan berkas milik nya, "Baik pak" jawab Yulia yang langsung mengikuti langkah Raka.
Kini Yulia pun sudah berada di dalam ruangan Raka. "ada yang bisa saya bantu pak? Kata Yulia yang sudah ada di depan Raka.
"Saya tidak mau bertele-tele lagi dengan apa yang telah kamu lakukan tadi pagi kepada Ayu" kata Raka sambil menatap tajam kearah Yulia.
"Maaf pak tapi kan memang sudah prosedur perusahan untuk bertanya ke setiap tamu yang datang terutama yang akan bertemu sama bapak" jawab Yulia.
"Ya saya tahu kalau bertanya adalah prosedur perusahaan, tapi apa harus menghina nya juga? Jawab Raka.
"Tapi pak, dia nya yang memaksa dan dia juga ngga memberikan alasan yang tepat untuk bertemu dengan bapak" elak Yulia.
"Apa harus ada alasan yang tepat seorang istri mau ketemu suaminya? Apalagi dia saya suruh untuk mengantarkan berkas-berkas untuk meeting" jawab Raka yang ingin segera menyelesaikan semuanya.
"Appa!!! Jadi Ayu istri bapak? Yulia pun shock mendengar nya.
"Maafkan saya pak? Saya tidak tahu kalau Ayu itu istri nya bapak, karena setahu saya bapak belum menikah" jawab Yulia sambil menunduk.
"Sekarang kemasi barang-barang kamu, kamu saya pe,,,,,,,,," kalimat Raka pun terpotong karena ada telepon masuk.
*
*
__ADS_1
*
Ayu pun pergi ketoilet sendirian, kondisi toilet waktu itu sangat lah sepi, setelah selesai Ayu pun keluar dari dalam toilet sambil merapikan baju nya, tiba-tiba ada yang membekap nya dari belakang.
"Jangan berteriak kalau tidak pisau ini akan menusuk perut mu" kata seorang pria yang membekap nya dan pisau kecil yang menempel di pinggang Yulia.
Suara nya tidak begitu jelas karena pria itu sedang memakai masker, "Ka,,kamu siapa" Ayu pun berusaha berontak.
"Diam kalau ngga pisau ini akan menusuk perut mu, ikuti arahan ku, jangan sekali-kali mencoba untuk kabur kata pria itu yang sudah berhasil melakban mulut nya.
Mulut Ayu pun dilakban lalu di pakaikan sebuah masker, tangan kanan Ayu dipegang dengan cara pria itu memeluk pinggang nya Ayu, sedangkan tangan kiri nya di pegang oleh tangan kiri pria itu.
Mereka pun berjalan layak nya sepasang kekasih, mata Ayu sudah memberi kode sama orang-orang yang ada di mall tersebut tapi mereka ngga ada yang paham satu pun.
Pria itu membawa Ayu dengan menggunakan mobil online ke suatu tempat yang jauh dari pemukiman.
Siska yang sadar kalau Ayu sudah lama ngga ada kembali pun mengajak Nisa dan Dewi untuk menyusul ke toilet.
"Kalau gitu kita susul aja" jawab Siska sambil berdiri dan di ikuti Dewi dan Nisa yang sekalian membawakan tas nya Ayu.
Sesampai nya di toilet mereka pun membuka pintu toilet satu per satu.
"Ayu kamu dimana? Yu,,,,,,," teriak Dewi sambil membuka pintu toilet.
"Semua toilet kosong terus Ayu kemana? Ya Allah jangan sampai Ayu kenapa-napa" Siska dan kedua sahabat nya sudah mulai khawatir dengan hilang nya Ayu.
"Kita tanya satpam di depan sekalian kita minta in rekaman cctv nya" kata Nisa sambil ngajak kedua sahabat nya berlari ke ruangan satpam.
"Pak kami kehilangan teman kami, tadi izin nya mau ke toilet tapi lama ngga ada kembali, setelah kami cek ke toilet ternyata udah kosong, tolong bantu dan izin kan kami untuk melihat cctv nya pak" tanya Nisa pada seorang satpam yang sedang berjaga.
__ADS_1
"Maaf nona cctv privasi perusahaan jadi ngga bisa di publish, jadi cari aja dulu sekitaran mall mungkin teman nona lagi membeli sesuatu dan ngga sempat bilang ke kalian" jawab satpam tersebut.
"Pak saya mohon? Bapak tahu ngga teman kami siapa? Bapak pasti tahu kan dengan nama pak Purnama? Tanya Siska.
Bukan cuma satpam yang bengong dan kaget mendengar nama orang terkaya di kota itu, tapi Dewi dan Siska pun langsung menatap kearah Siska.
"Ya saya kenal lah dia kan orang terkaya di kota ini, bahkan mall ini pun sebagian saham nya milik beliau" jawab satpam itu.
"Nah asal bapak tahu ya? Kalau Ayu sahabat kami yang hilang itu adalah menantu nya pak Purnama, Kalau bapak ngga kasih lihat kita rekaman cctv nya, saya pastikan bapak di pecat, terus ngga bakalan dapat pekerjaan lagi sampai kapan pun" terpaksa Siska pun membawa nama pak Purnama karena untuk meyakinkan kalau tidak ada apa-apa sama Ayu.
"Jangan bohong kamu, saya tidak akan percaya, kamu memanfaatkan nama pak Purnama kan? Tanya satpam itu sambil melihat kearah Siska.
"Ya ampun pak, saya berani bersumpah kalau Ayu adalah menantu nya pak Purnama dia adalah istri Raka anak satu-satu nya pak Purnama" teriak Siska yang kesal sama satpam itu.
"Sudah Sis, sabar kita telepon Ayu dulu kali aja dia angkat" kata Nisa.
"Kenapa ngga kepikiran dari tadi" jawab Siska yang sudah menitik kan air matanya. SIska takut terjadi apa-apa sama Ayu karena bagaimana pun Ayu adalah sahabat dekat nya selain NIsa dan Dewi.
Nisa pun mencoba menghubungi no Ayu, tas Ayu yang dipegang Dewi pun bergetar, "Nis, hp Ayu ada di tas nya" kata Dewi sambil membuka dan mengambil ponsel nya Ayu.
"Aduh ponsel nya ngga dibawa lagi" gumam Nisa.
Siska pun merebut ponsel Ayu dari tangan Dewi dia pun membuka ponsel nya Ayu, untung hp Ayu ngga pakai kata sandi.
Siska pun mencari kontak Raka di ponsel Ayu, sedikit lama karena Siska ngga tahu no Raka di save nya pake nama siapa, setelah mengingat panggilan Ayu sama Raka Siska pun ingat dan langsung memanggil kontak hubby.
Panggilan pun terhubung dan Raka langsung menggulir icon hijau setelah tahu kalau yang menghubungi nya adalah Ayu istri nya.
"Kenapa Yang? Kata Raka yang tanpa basa basi lagi.
__ADS_1