Nikah Paksa

Nikah Paksa
Andre di buli


__ADS_3

Semua kini sudah berkumpul di ruang tengah yang memang luas untuk menampung banyak orang, mereka berbincang sambil menikmati hidangan yang di sajikan para istri mereka.



"Bu katanya kakak mau melamar nak Nisa, gimana menurut ibu? Tanya pak Dodi kepada istri nya.



"Memang nya kalian sudah saling kenal lama? Tanya bu Reni kepada Fadil dan Nisa.



"Kita baru aja kenal bu, tapi hati kakak sudah yakin dengan Nisa, dan kalau seandainya ibu dan bapak merestui serta Nisa sendiri menerima kakak, maka besok malam kakak ingin melamar Nisa" jawab Fadil dengan penuh keyakinan.



Bu Reni pun menatap ke arah pak Dodi suaminya seakan-akan meminta jawaban, pak Dodi yang di tatap sama istri nya pun hanya mengangguk sambil tersenyum.



"Kalau ibu dan bapak semua nya kami serahkan kepada kakak, kalau seandainya kakak yakin dan sudah mantaf dengan pilihan kakak, ya ibu sama bapak sih setuju-setuju saja, tapi balik lagi nak Nisa nya sendiri gimana? Mau ngga sama kakak? jawaban bu Reni membuat hati Nisa makin kacau, bagaimana pun ini semua ngga bisa dia langsung memutuskan nya.



Ayu, Siska dan Dewi yang tahu akan kebingungan dan dilema sahabat nya itu memberi dorongan dan dukungan buat Nisa.



"Sudah lah NIs, ikuti kata hati kamu saja, kalau masalah perasaan dan cinta nanti juga datang dengan sendiri nya seiring dengan berjalan nya waktu, kamu lihat aku kan? Aku juga menikah dengan mas Raka tanpa ada rasa cinta dan sayang, tapi lihat lah sekarang aku malah mengandung anak nya" jawab Ayu sambil mengelus perut buncit nya.



"Iya Nis, kamu terima saja pak Fadil, dari pada lo jomblo terus, lama-lama nanti kamu di kasih kartu jomblo yang di laminating sama kak Raka" kata Dewi sambil tertawa.



"Kamu itu Wi, aku lagi galau malah ngajak tertawa" jawab Nisa sambil menepuk tangan Dewi.



"Benar apa yang di katakan Ayu Nis, apalagi pak Fadil ngga akan membatasi kuliah kamu, kalau menurut aku sih yes Nis" Siska pun ikut memberikan saran pada Nisa.



Nisa pun berpikir dan terus berpikir dengan adanya dorongan dari para sahabat nya Nisa pun akhir nya sudah mempunyai keputusan.



"Gimana nak? Tanya bu Reni yang membuyar kan lamunan nya.



"Baik kalau memang pak Fadil sudah merasa yakin kalau saya ini adalah orang yang akan mendampingi pak Fadil dan tidak akan membatasi kuliah saya, saya akan menunggu kedatangan pak Fadil beserta keluarga di rumah besok" akhir nya tanpa ragu lagi Nisa memberikan keputusan nya buat Fadil.


__ADS_1


Semua yang ada di ruangan tersebut merasa bahagia dengan jawaban Nisa.



"Andre apa kamu ngga malu sama nak Fadil? Tanya pak Purnama kepada anak angkat nya.



"Dia mah masih lama pah, masih betah sama status nya" jawab Raka yang mendapat lemparan bantal dari ANdre.



"Bukan gitu pak, aku tuh sudah mau melamar Siska tapi dia nya mau nyelesain dulu kuliah nya" jawab Andre.



"Nak Siska kan meski sudah nikah masih bisa kuliah juga" kata bu Santi.



"Iya ngga kan menggangu kuliah, tapi menantu kamu malah ngga jadi kuliah karena fokus sama keturunan kalian" jawab bu Carla.



"Eh Jeng Carla, menantu saya juga mau lanjut kuliah tapi saya yang menyuruh nya berhenti dulu, nanti kalau misalkan sudah lahiran saya pun akan menyuruh nya kembali untuk kuliah" jawab bu Santi.



"Kuliah atau ngga kuliah sama saja wanita itu tetap saja harus ngurus suami dan anak-anak nya" jawab bu Reni.




"Iya betul nak, dan pernikahan di kepolisian juga ngga mudah, anggota polisi yang mau menikah harus ada izin dulu dari pejabat polri dimana Fadil bertugas dan syarat-syarat yang harus di penuhi nya pun banyak" jawab pak Dodi.



"Ya kita bisa melaksanakan pernikahan biasa dulu pak, setelah itu baru di urus-urus untuk menikah di kepolisian" jawab Fadil.



"Kalian anak sama bapak sama saja, perbincangan kalian sudah terlalu jauh, sekarang yang harus nya dibahas itu buat acara lamaran dulu besok jangan langsung ke pernikahan, belum tentu kan orang tua nya nak Nisa menerima kalian" kata pak Purnama sedikit membuat hati Fadil resah.



Fadil pun langsung diam dan berpikir tentang apa yang dikatakan pak Purnama sahabat ayah nya ini.



"Sudah jangan di dengerin kata-kata suami tante ini, dia memang suka buat orang gelisah" kata bu Santi.



"Santai aja bro kita akan selalu mendukung mu" teriak Andre.

__ADS_1



"Terus kapan kamu menyusul? Masa kamu juga nanti keduluan sama nak Dewi" tanya bu Santi.



"Sudah lah mah jangan bahas tentang Andre, sekarang kan yang lagi di bicarakan masalah Nisa sama Fadil kenapa aku lagi yang kena" protes Andre.



"Tuan dan nyonya besar maaf saya mengganggu, makan malam sudah siap, mau makan di sini apa di meja makan? Tanya Bi Asih.



"Oh iya bi, kita makan di sini aja ya? Kalau di meja makan ngga akan cukup" jawab bu Santi.



"Ya sudah biar saya bantu bawain bi" kata Bu Carla sama bu Reni yang langsung berdiri dan pergi ke dapur di ikuti bu Santi juga.



"Oh ya Nis, saya minta kontak nya dong biar gampang kalau saya perlu" kata Fadil, Nisa dan Fadil pun saling bertukar kontak.



"Kamu pulang apa nginep di sini? Bisik Fadil.



"Saya pulang pak, Lagian kan besok pagi saya harus membicarakan masalah kita sama orang tua saya" jawab Nisa pelan dan hanya Fadil saja yang mendengar.



"Sudah di bilang jangan panggil bapak, nanti pulang nya aku yang antar ya? Bisik Fadil.



"Jangan bisik-bisik belum sah" teriak Andre.



"Weh jomblo syirik" teriak Raka.



"Siapa bilang gue jomblo, gue kan udah ada yayang Siska" kata Andre sambil bersandar di bahu Siska.



"Kalau belum sah berati masih jomblo, kan belum tentu juga Siska jadi istri lo" kata Raka.



"Ya Allah kenapa hari ini aku yang selalu di buli, ngga bapak nya, ngga ibu nya, sekarang anak nya juga ikut-ikutan buli aku, mudah-mudah han kakak ipar ku yang cantik ini ngga ikut-ikut tan kayak mereka" kata Andre sambil mengangkat ke dua tangan selayak nya orang yang lagi berdo\*a.

__ADS_1



"Tenang saja kak, aku ini adalah kakak ipar yang baik hati, jadi aku ngga akan ikut-ikut tan buli kakak, tapi kenapa kakak ko betah jadi jomblo" jawaban Ayu membuat semua orang tertawa tapi tidak dengan Andre.


__ADS_2