
Pagi pun menyongsong, sinar matahari sudah mulai mau menampak kan sinar nya, sepasang anak manusia pun masih terlelap dengan saling berpelukan.
Ayu mulai mengerjapkan matanya, pelan-pelan Ayu pun membuka matanya dan yang pertama dia lihat adalah wajah tampan suaminya.
Tanpa sadar Ayu pun menyentuh pipi Raka dengan lembut, "Andaikan semua ini nyata, tapi sayang ini hanya mimpi semata" gumam Ayu yang terus menjelajah wajah Raka, sambil memejamkan matanya.
Raka yang sudah terbangun dari tadi pun hanya diam dan menahan rasa sesak dibalik underware nya.
Ayu pun kaget karena ada yang keras menyentuh paha nya, seketika Ayu membuka matanya lebar-lebar lalu memyingkapkan selimut tebal nya
"Aaaagghhhhhh,,," Ayu pun berteriak sangat kencang hingga membuat Raka sepontan membuka matanya.
"Berisik, ada apa sih pagi-pagi udah teriak-teriak aja, ini tuh di kamar bukan dihutan" bentak Raka yang masih kaget.
"Kenapa aku tidur disini, bersama kamu lagi, apa yang sudah kamu lakukan sama saya" kata Ayu sambil menutup tubuh nya kembali dengan selimut.
"Dasar cewek tidak tahu terimakasih, bukan nya kamu bilang makasih sama saya, malah nuduh yang ngga-ngga" jawab Raka sambil menatap kearah Ayu.
Terbesit di pikiran Raka mau mengerjai Ayu, Raka pun mendekat lalu menyingkapkan selimut dan melemparkan nya kebawah ranjang.
Raka mengunggkung Ayu diatas tubuh Ayu dan menatap mata Ayu, tangan Ayu pun tidak tinggal diam dia mendorong dada Raka dengan sekuat tenaga, tapi apalah daya tenaga nya tidak sekuat Raka, akhirnya Ayu pun diam dengan tangan menutup aset berharga nya, matanya pun di pejamkan.
"Tolong menjauh dari saya" kata Ayu sambil memejam kan matanya.
Raka pun bukan nya menjauh, tapi dia terus mendekat kan wajah nya hingga bibir nya menyentuh bibir Ayu, Ayu mencoba menghindar, tapi sayang bibir Raka sudah menempel indah di bibir Ayu, sejenak Ayu terdiam merasakan benda kenyal di bibir nya.
__ADS_1
Bagi Ayu ini pengalaman pertama untuk nya, karena selama dia berpacaran sama Rafi belum pernah mereka berciuman, karena mereka pacaran nya LDR, tapi sekali nya ketemu Rafi hanya sebatas cium tangan dan pegangan tangan saja.
"Ciuman pertamaku" gumam bathin Ayu sambil melihat kearah Raka, lalu dia pun tersadar dan mendorong dada Raka.
Raka pun semakin penasaran dengan bibirnya Ayu, Raka sedikit \*\*\*\*\*\*\* bibir Ayu, Raka yang sudah semalaman menahan nya pun hampir saja khilaf, untung suara ponsel mengalihkan Raka dari rasa khilaf nya.
Raka pun bangun dari tubuh Ayu yang sejak tadi dalam kungkungan nya, Ayu pun dengan gerakan cepat mengambil selimut dan menutupi tubuh polos nya dan menyisakan hanya kepala nya saja.
Raka melihat kearah ponsel nya lalu menggulir icon hijau yang ada di ponsel nya. Tanpa sadar Raka menjawab video call dari sang mamah.
"Pagi mah? Tanya Raka sambil melirik kearah Ayu yang sedang berada dibalik selimut
"Raka kamu habis ngapain? Kok ngga pake baju? Ayu mana? Bukan nya menjawab sapaan dari Raka, bu Santi pun malah balik bertanya.
"Ayu? Nak? Kalian? bu Santi pun kaget dan berpikiran yang ngga-ngga pada mereka, "Ya udah lanjutkan saja membuat cucu nya, biar cepat berhasil, ah senang nya mamah sudah mau punya cucu" teriak bu Santi sambil senyum-senyum.
"Mah ini tidak seperti yang mamah pikirkan" kata Ayu sambil menggelengkan kepalanya.
"Mah, apa yang ada di pikiran mamah salah, kita ngga habis ngapa-ngapain mah" jawab Raka dan langsung mengarahkan kamera nya kepada wajah nya sendiri.
"Tapi keadaan kalian yang seperti itu pasti sudah terjadi sesuatu kan? Tanya bu Santi sedikit kecewa.
"Kan mamah yang nyuruh semalam, masa mamah sudah lupa? Raka pun mengingatkan kembali saran yang dikasih mamah nya.
__ADS_1
Bu Santi pun diam dan memikirkan nya, "Oh iya mamah lupa" kata bu Santi sambil memijat kening nya.
"Sekarang gimana keadaan Ayu nak? Udah baikan kan? Kata bu Santi pada Raka.
"Kayak nya udah baikan mah, soalnya udah kuat mendorong" jawab Raka sambil melirik kearah Ayu, yang dilirik pun membalik kan badan nya membelakangi Raka.
"Dorong apa maksud mu? Kamu kalau ngomong setengah-setengah, bikin otak mamah kemana-mana aja" jawab bu Santi.
"Ya udah kalau emang sudah baikan, awas jangan diulang lagi kelakuan mu itu, bahaya tahu ngga, bikin anak orang sakit" jawab bu Santi yang langsung memutuskan panggilan nya.
Raka yang sudah mematikan ponsel nya menatap ke arah Ayu.
"Kamu jangan berprasangka buruk dulu, aku itu semalam menolong kamu, bukan nya bilang terimakasih malah nuduh orang yang ngga-ngga.
"Menolong apa memanfaatkan situasi? lagian ngapain ditolong bukan kah anda yang menyuruh saya turun dari mobil anda? Kata Ayu yang sudah mengingat kejadian semalam dan menahan jatuh nya air mata.
Raka hanya diam mendengar ocehan dari mulut Ayu, karena Raka sadar itu semua karena dirinya.
"Seorang suami menyuruh istri nya turun dari mobil dipinggir jalan malam hari tanpa memikirkan keselamatan istri nya, itu disebut suami apa? walaupun kita dinikahkan secara paksa dan tidak ada rasa cinta dihati kita, tapi sengga nya anda sebagai manusia punya rasa kemanusiaan, apalagi saya ini seorang wanita, dimana hati nurani anda sebagai manusia, Dimana??? Teriak Ayu sambil mengeluarkan air mata nya.
Ayu pun bangun dari tidur nya lalu bersandar ke kepala ranjang sambil menahan selimut nya ke bagian atas supaya tidak terjatuh.
"Apa anda berpikir jika wanita yang anda turunkan di jalan itu adalah adik atau ibu anda, apakah anda akan diam saja? apa anda akan tega? Dimana hati nurani anda! Anda memang dilahirkan jadi anak orang kaya, jadi anda tidak akan merasakan pahit nya menjalani hidup sebagai orang miskin" Ayu pun berhenti bicara sambil menghapus air mata nya.
__ADS_1
"Ngga ada satu orang pun di dunia ini mau dilahirkan dan hidup dalam serba kekurangan, tapi kalau sudah takdir kita tidak bisa melawan nya, saya juga menolak pernikahan paksa ini, tapi saya memikirkan keluarga saya terutama ibu saya, saya hanya mau membalas budi dengan menerima pernikahan paksa ini, mereka yang telah mendidik dan mengurus saya semenjak saya di dalam kandungan, saya menerima pernikahan ini dengan ikhlas walaupun saya tahu akan hidup menderita bersama anda" Setelah mengucapkan semua isi hatinya Ayu pun pergi ke kamar mandi dengan tubuh yang masih ditutup dengan selimut.