Nikah Paksa

Nikah Paksa
Ngga Bisa Nolak


__ADS_3

"Maaf kan aku kak, aku ngga bisa" jawab Siska sambil menunduk.



Andre pun spontan melepaskan pelukan nya pada Siska. Dewi dan Tasya pun diam sambil menatap kasihan kepada Andre.



"Oke, jadi itu jawaban kamu? Untuk apa tadi kamu nangis-nangis? Hanya untuk sensasi saja begitu? Kata Andre dengan sedikit menaikan nada bicara nya.



"Dek, ayo kita pergi dari sini" teriak Andre sambil menarik tangan Tasya, lalu melangkah kan kaki nya.



"Aku ngga bisa menolak kamu kak" teriak Siska membuat langkah Andre dan Tasya berhenti.



Andre pun langsung membalik kan tubuh nya menghadap Siska lalu menghampiri nya.



"Apa kamu bilang barusan? Coba katakan sekali lagi" tanya Andre.



"Aku ngga bisa menolak lamaran kamu kak" jawab Siska sambil menatap Andre.



Andre pun langsung memeluk erat Siska dengan senyuman yaang mengembang, dia bahagia karena lamaran nya kali ini di terima, tidak sia-sia dia telah melakukan sandiwara dengan Tasya.



Tasya dan Dewi pun ikut bahagia, mereka tersenyum sambil menatap ke arah Andre dan Siska.



"Mas, ayo kita pulang anak kita lapar" kata Tasya sambil menghampiri Andre.



"Diam kamu dek, jangan merusak suasana" jawab Andre, Tasya dan Dewi pun tertawa.



"Jelaskan semua nya kak, siapa dia? Tanya Siska sambil melepaskan pelukan nya.



"Perkenalkan dia adalah Tasya, anak dari om Purwa adik nya pak Purnama" Andre pun memperkenal kan Tasya kepada Siska.



"Jadi kalian bersaudara? Tanya Siska yang mendapat sebuah angguk kan dari Tasya.



"Maafkan aku, aku sudah berlaku kasar sama kamu" kata Siska sambil memeluk Tasya.



"Aku juga minta maaf, karena semua yang aku lakukan bersama abang, semata-mata hanya untuk mengetahui perasaan kamu yang sesungguh nya dan agar kamu mau menerima lamaran abang ku ini, karena kalau ngga kamu terima, kami akan menikah kan paksa dia seperti bang Raka sama kakak ipar" jawab Tasya sambil menatap ke arah Andre.



"Kak, maafkan aku ya, sudah berpikir yang ngga-ngga ke kakak" kata Dewi pada Andre.



"Sudah lah Wi, kakak juga minta maaf, kaena ngga kasih tahu kamu" jawab Andre.



"Ya sudah kita kembali lagi ke bang Raka sama kakak ipar yuK? Ini sudah gelap lo, masa kita mau di sini semalaman" Ajak Tasya.


__ADS_1


"Ayo, aku juga mau minta maaf sama Ayu" kata Siska sambil menggenggam tangan Andre.



"Emang kamu sudah berbuat apa sama kakak ipar? Tanya Andre.



"Ngga, cuma ada salah paham dikit" jawab Siska.



"Woi, buruan jalan, kalau ngga aku bikin rusak lagi tuh hubungan" teriak Tasya karena Andre dan SIska masih diam di tempat.



Andre dan Siska pun tertawa mendengar teriakan Tasya, mereka pun berjalan mengikuti Tasya dan Dewi dari belakang sambil berpegangan tangan.


*


*


"Kak, Byan bangun belum? Kata Tasya sambil membuka pintu lalu menghampiri Byan yang lagi dalam gendongan Ayu, sedang kan Raka sedang tertidur di sofa.


"Ini baru mau kakak baringkan di box, gimana sandiwara nya? Tanya Ayu sambil menidurkan Byan ke dalam box bayi, posisi Ayu memang membelakangi pintu jadi dia ngga lihat kalau Dewi pun ikut masuk ke dalam ruangan.



"Eh ada kamu wi? Tanya Ayu setelah dia membalik kan tubuh nya, Dewi hanya tersenyum ke arah Ayu.



"Kakak ipar lihat aja ke arah pintu, sebentar lagi ada dua orang yang lagi bucin masuk dengan tangan yang sudah kayak mau menyeberang" jawab Tasya.



Ayu pun melihat ke arah pintu, dan tidak berapa lama masuk lah dua orang yang lagi berbahagia dengan tangan yang bergandengan dan bibir yang mengembangkan senyuman.



"Lagi pada bahagia ya? Tanya Ayu sambil menatap ke arah Andre dan Siska.




"Ayu, sumpah aku benci kamu" teriak Siska sambil memeluk Ayu, hingga membuat Raka dan Byan pun terbangun karena teriakan nya SIska.



"Oeekkk,,,,oeekkk,,,oeekkkk" Byan pun menangis kencang.



"Kenapa teriak-teriak, ini rumah sakit bukan hutan" kata Raka lalu menggendong Byan.



"Maafkan aku kak, aku refleks" kata Siska sambil menutup mulut nya.



Andre, Tasya, Ayu dan Dewi pun tersenyum melihat wajah Raka yang kesal karena teriakan Siska.



"Aku benci kamu Yu" kata Siska mengulang kata-kata nya dengan nada pelan.



"Kalau benci kenapa balik lagi kesini" jawab Ayu santai.



"Kenapa kamu ngga bilang kalau Tasya adalah saudara kak Raka? Tanya Siska.



"Kamu nya ngga nanya" jawab Ayu dengan tersenyum.

__ADS_1



Siska pun terdiam mendengar jawaban Ayu, memang dia ngga nanya dan ngga bertanya dulu, karena rasa cemburu dia pun langsung menganggap kalau Andre dan Tasya mempunyai sebuah hubungan.



Mereka pun kini sudah duduk di sofa panjang kecuali Ayu yang duduk di ranjang pasien.



"Gimana Ndre, di tolak lagi apa diterima? Tanya Raka setelah menidurkan kembali Byan.



"Lihat saja wajah nya bang, wajah nya sama ngga seperti kemarin" kata Tasya.



"Apa sih dek, kamu jangan buat abang malu ya" kata Andre.



"Emang kemarin wajah nya gimana? Tanya Siska.



"Kemarin tuh ya wajah bang Andre udah kaya baju yang belum di setrika, kusut banget" jawab Tasya sambil mengambil makanan yang masih tergeletak di meja.



"Sini mas aku suapin" Tasya pun mulai dengan kejahilan nya.



Sekarang Siska bukan nya marah tapi dia malah ikut tertawa.



"Byan nenek dan kakek datang sayang" teriak bu Santi.



"Mah please pelan-pelan Byan baru saja tidur" kata Raka sambil menempel kan telunjuk ke bibir nya.



"Upz maaf, kirain mamah Byan nya lagi main, eh ternyata sudah pada kumpul" kata bu Santi yang langsung gabung sama mereka.



"Pah sini dekat mamah, biar ngga kalah sama anak muda" ajak bu Santi kepada pak Purnama.



"Gimana hari ini Byan rewel ngga nak? Tanya pak Purnama.



"Alhamdulilah pah, Byan anteng, dan besok kita udah boleh pulang" jawab Ayu.



"Kalau begitu kita harus menyiapkan segalanya pah, buat menyambut kedatangan cucu kita" kata bu Santi dengan sangat antusias.



"Ngga usah yang heboh juga mah, mah tolong ke bi Asih buat bersihkan kamar nya Byan ya? kata Raka.



"Kamar buat cucu mamah udah bersih dan rapih dong" jawab bu Santi.



Semua pun tertawa mendengar jawaban dari bu Santi.



"Oh iya, gimana Sya? Berhasil ngga kalian? Tanya bu Santi sambil menatap ke arah Tasya.

__ADS_1



"Berhasil dong mah, Tasya kan sudah mahir membuat orang cemburu sampai nangis, tuh lihat saja wajah mereka berdua, beda banget sama wajah sebelum nya" jawab Tasya sambil menunjuk ke arah Andre dan Siska.


__ADS_2