
Mereka pun sudah berada di pesawat untuk kembali ke Indonesia, di perjalanan Ayu terlihat pucat pasi dan lemas.
"Kamu kenapa Yang? Sakit? Tanya Raka.
"Aku cuma pusing dan lemas By, perut ku terasa di cabik-cabik, aku mual By" jawab Ayu sambil menyenderkan kepala ke bahu Raka.
"Mau ke toilet ngga? Kalau mau aku antar" kata Raka.
"Ngga By, aku mau tidur aja, mungkin dengan aku tidur pusing dan mual nya nanti hilang" jawab Ayu sambil memejamkan matanya kembali.
Sepanjang perjalanan di pesawat Ayu pun tertidur pulas, Raka sebenar nya merasa khawatir dengan keadaan Ayu istri nya tapi dia cuma diam dan terus melirik ke arah Ayu yang kelihatan pucat.
"Ayu kenapa ya dari tadi tidur terus? tanya Siska.
"Entah lah coba kamu tanyakan sama kak Raka" jawab Nisa, Siska pun kembali pada posisi nya kembali.
Perjalanan panjang pun telah mereka lalui dan akhirnya tiba di bandara Soekarno Hatta dengan selamat.
Ayu tampak lemas dan pucat serta pusing nya yang masih terasa, Raka pun ngga tega melihat istri nya lalu menggendong Ayu keluar dari Bandara, sedang kan koper-koper nya di bawa sama para sahabat Ayu.
Ke dua sopir yang di utus pak Purnama melihat Raka menggendong Ayu pun langsung membuka kan pintu, sedang kan sopir yang satu nya menghampiri para sahabat nya Ayu mengambil alih koper Raka yang mereka bawa.
Mereka pun pergi meninggalkan Bandara dengan tujuan yang berbeda.
Mobil Raka pun memasuki halaman rumah pak Hardian, di sana sudah menunggu bu Santi yang sedang menanti ke datangan anak dan menantu nya.
Bu Santi kaget melihat Ayu yang berada dalam gendongan Raka.
"Kenapa dengan Ayu nak? apa yang terjadi? Bu Santi pun khawatir.
"Katanya pusing dan lemes mah" jawab Raka sambil terus berjalan masuk ke dalam kamar di ikuti bu Santi sama sang sopir dengan membawa koper-koper milik Raka.
Raka membaringkan Ayu dengan perlahan, begitu Ayu berbaring perut Ayu terasa mual, Ayu pun bangun dan mau pergi ke kamar mandi, sebelum Ayu menginjak kan kaki nya ke lantai, Raka langsung menggendong ala bridal style.
"Mau kemana Yang? Tanya Raka sambil menggendong Ayu.
"Mau ke toilet By" jawab Ayu sambil menahan rasa mual nya.
Bu Santi yang melihat keadaan Ayu pun bibir nya sedikit tersenyum lalu menghubungi dokter Lisa teman nya yang menjadi dokter kandungan.
Ayu pun memuntahkan semua isi perut nya ke wastafel, Raka dengan setia mendampingi Ayu sampai benar-benar selesai.
__ADS_1
Ayu pun memeluk suami nya, Raka yang sudah siap sedari tadi pun langsung menggendong Ayu kembali ke dalam kamar.
"Mamah sudah menghubungi Dokter Lisa mungkin sebentar lagi dia akan sampai kesini" kata bu Santi.
Raka pun membaringkan Ayu kembali lalu menyelimuti nya.
"Nyonya besar di bawah ada dokter lisa" kata bi Asih yang baru datang ke kamar Raka sambil membawa air hangat buat Ayu.
"Suruh ke sini aja langsung bi" kata Bu Santi, bi Asih pun mengangguk lalu keluar dari kamar.
"Kayak nya kamu berhasil nak" kata Bu Santi sambil menyentuh pundak Raka.
"Berhasil apa mah? Tanya Raka yang belum paham arah pembicaraan mamah nya sambil terus menggenggam tangan AYu.
"By,,,," Ayu pun memanggil suami nya dengan nada pelan.
"Iya Sayang, kenapa? Tanya Raka.
"Aku mau makan rujak kayak nya seger" kata Ayu yang belum sadar kalau di ruangan ada mertua nya.
"Kamu mau rujak nak? Tanya bu Santi sambil menghampiri nya.
"Dari semenjak kamu sampai kesini sayang" jawab Bu Santi sambil mengelus pucuk kepalanya Ayu.
"Ya udah nak sana kamu belikan rujak yang dekat dengan taman, di sana rujak nya enak kata teman-teman mamah" perintah bu Santi.
"Tapi Ayu lagi sakit mah, masa di kasih rujak, ngga,,, pokok nya Raka ngga akan belikan" jawab Raka.
"By,,,,,,,," Ayu pun memohon dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Raka kamu telah membuat menantu mamah menangis? Mamah bilangin ke papah kamu" ancam bu Santi.
"Tapi,,,,,,,, mah" Raka pun tetap dengan pendirian nya.
"Selamat siang" mereka bertiga pun menoleh kearah pintu.
"SIang,,, hai LIsa apa kabar? Tanya Bu Santi sambil memeluk sahabat lama nya.
"Aku baik, gimana keadaan kamu? Sudah lama ya kita ngga ketemu" jawab Lisa sambil melirik ke arah Anggar dan Ayu.
__ADS_1
"Siapa yang sakit? Tanya dokter LIsa.
"Menantu ku, tolong di cek deh dari tanda-tanda nya sih seperti mau ada keturunan mas Hardi lagi deh" jawab bu Santi sambil tersenyum.
"Wah ternyata kamu sudah punya menantu dan aku ngga di kasih tahu? Bagus nya sahabat ku ini" kata dokter Lisa sambil ngecek kondisi Ayu.
"Bukan begitu Lis, tapi memang kami belum mengadakan resepsi, nanti kalau kami mengadakan resepsi pasti lah kami undang kamu" jawab bu Santi.
"Ku menunggu undangan nya, oh ya nak tolong kamu tampung air seni nya ke tempat ini ya? Kata Dokter Lisa sambil memberikan tempat untuk menampung air seni nya.
Ayu pun terbangun di bantu Raka ke kamar mandi.
"By ngapain di sini? Tanya Ayu.
"Aby mau nemenin kamu Yang" jawab Raka.
"Is Aby,, aku malu Aby, Aby keluar dulu lah" Ayu pun menyuruh Raka keluar.
"Kenapa mesti malu Yang kan aku sering melihat nya" jawab Raka santai.
Ayu pun pasrah lalu menampung air seni nya di tempat yang telah di berikan dokter Lisa tadi.
Sedangkan di luar kamar mandi yaitu di kamar mereka, bu Santi sedang berbincang dengan dokter Lisa.
"Cantik sekali menantu mu, tapi seperti nya masih muda ya? Tanya dokter Liza.
"Iya dia baru mau sembilan belas tahun, pilihan mas Hardi, karena Raka trauma sama perempuan dan sampai ngga mau menikah" jawab Bu Santi.
"Tapi kelihatan nya anak kamu mencintai istri nya" kata dokter Lisa.
"Awal nya dia menolak, tapi lama-lama mereka saling menerima, dan ini mereka baru pulang dari Paris habis bulan madu" jawab bu Santi.
"Oh pantesan kamu hubungin aku, tapi kayak nya memang tokcer deh" jawab dokter Lisa.
"Dok ini sudah, terus gimana? Tanya Raka sambil memberikan air seni yang sudah di tampung.
Dokter Lisa pun melirik ke arah Raka dan Ayu yang baru saja keluar dari kamar mandi mereka.
"Sini sayang berikan sama saya" kata dokter Lisa.
__ADS_1
Raka pun memberikan wadah yang isinya air seni Ayu, setelah dokter mengambil nya Raka pun membawa Ayu berbaring.