
Hilang semua rasa rindu yang selama satu bulan ini mereka rasakan dengan selesai nya meneguk kenikmatan yang mereka ciptakan.
Kini Raka terkulai lemas di samping Ayu yang sedang mengatur nafas nya.
"Makasih Yang, kamu masih mau menerima aku lagi, I Love You" ucap Raka lalu mencium kening nya Ayu.
"I Love You To" jawab Ayu yang kini masih berada dalam pelukan Raka.
"Ya sudah ayo mandi By, sebelum Byan dan Tasya balik" ajak Ayu sambil menarik tangan suami nya.
Raka pun bangun dari tidur nya lalu pergi ke kamar mandi dengan tangan masih di pegang sama Ayu.
Sesampai nya di kamar mandi, Raka langsung memeluk Ayu dari belakang sambil mencium tengkuk dan leher Ayu.
"Aby lepaskan, nanti Tasya sama Byan keburu pulang" jawab Ayu sambil berusaha melepas kan tangan Raka dari pinggang nya.
"Sekali lagi ya Yang? Aku masih kangen" pinta Raka sambil terus menelusuri leher Ayu dan berakhir di dua bukit kembar kesukaan nya, tapi Ayu menepis nya.
"By, jangan di sini" kata Ayu sambil menyingkir kan tangan dan kepala Raka.
Raka pun berpindah ke lain tempat yang dia sukai, mereka pun kembali mereguk cinta dan kerinduan yang selama ini mereka pendam.
Apartemen Tasya menjadi saksi ke dua insan yang saling mencurahkan segala rasa yang ada pada diri mereka.
Akhirnya percintaan mereka yang mereka lakukan sebelum acara mandi nya pun selesai dan menyisakan hembusan nafas yang tidak beraturan.
"Aku mandi di bawah shower, kamu di bathtub aja" kata Raka sambil tersenyum.
Ayu hanya mengikuti perintah suami nya, Ayu pun berendam sambil melihat ke arah suami nya yang lagi mandi di bawah guyuran air shower dengan senyuman mengembang nya.
"Makasih By, kamu telah mencari aku dan Byan selama satu bulan ini, aku harap kamu tidak tergoda lagi sama ulat gatal lain nya, kamu masih sama seperti kita baru menikah, kamu selalu minta nambah, aku akan selalu servis kamu lebih baik lagi" gumam bathin Ayu sambil tersenyum dan terus menatap ke arah Raka.
Kini mereka pun sudah berada di ruang tamu dengan wajah yang segar dan rambut yang basah.
"Byan ko lama ya main nya" kata Ayu sambil menyajikan kue yang dia buat dan secangkir kopi kesukaan suami nya.
__ADS_1
"Mamah,,, Byan pulang" teriak Tasya dengan suara menirukan seorang anak kecil.
"Akhir nya pulang juga" gumam Ayu.
"Lah ada bang Raka, kapan kesini bang? Tasya pura-pura kaget dan pura-pura baru tahu kalau Raka ada di sini.
"Sekitar dua jam yang lalu, sini sama Aby nak, Aby kangen" jawab Raka sambil mengambil Byan dari gendongan Tasya.
"Roman-roman nya udah dapat servis san ini" kata Tasya sambil melirik ke dua nya, dengan senyuman mengembang di bibir nya.
Ayu yang malu pura-pura mau ngambil minuman ke dapur.
"Aku ambilkan minum dulu" kata Ayu, lalu pergi ke dapur.
"Jangan gitu dek, tuh kan kakak ipar mu jadi malu" kata Raka.
"Gimana bang, sebulan di tinggal kakak ipar, enak ngga? Pasti enak kan bisa cium-cium lagi perempuan lain" kata Tasya yang mendapat lemparan bantal dari Raka.
"Ya ngga apa-apa kalau masih suka ulet, tapi jangan harap setelah ini ada kata maaf untuk ke dua kali nya" jawab Ayu sambil membawa minuman di tangan nya.
Raka pun terdiam, "Ngga Yang, aku janji, kalau aku berbuat seperti itu lagi, aku rela kamu tinggal bahkan kamu bunuh sekali pun aku rela" jawab Raka sungguh-sungguh.
"Mulai produksi yang baru dong kalau udah baikan? Tanya Tasya sambil memainkan kedua mata nya.
"Pikiran mu dek, makanya cepat nikah sana, biar ngga kemana-mana tuh otak" kata Raka.
Tasya dan Ayu pun tertawa mendengar yang diucapkan oleh Raka.
*
*
"Pak, maaf kemarin aku ngga balik ke kantor lagi, soal nya Raka mau diantar ke bandara" kata Andre pada pak Purnama.
"Memang nya dia mau kemana? Bukan nya mencari anak dan istri yang menghilang, ini malah jalan-jalan" cerocos pak Purnama yang kesal dengan kelakuan anak nya Raka.
"Raka mau menjemput Ayu dan Byan pak ke Paris" kata Andre.
__ADS_1
"Paris? Ayu dan Byan selama ini ada di Paris? Tanya pak Purnama sambil mengerutkan kening nya.
"Iya pah, kemarin tahu dari notifikasi Bank, karena kakak ipar menggunakan ATM yang pernah di kasih Raka" jawab Andre.
"Apa mungkin Ayu pergi dibantu sama Tasya? Gumam Pak Purnama.
Andre hanya diam, karena dia ngga mau salah bicara.
*
*
"Terus kapan balik ke indonesia lagi bang? Tanya Tasya.
"Besok pagi kita pulang, kasihan mamah selalu menangis karena kangen sama Byan" jawab Raka dengan sendu membayang kan wajah mamah nya yang penuh dengan air mata.
Raka memang ngga pulang ke rumah tapi bi Asih selalu memberi nya kabar dan video di saat bu Santi lagi menangis karena kangen sama Byan.
"Ya, aku sendiri lagi dong" kata Tasya.
"Ya kalau lo ngga mau sendiri, buruan nikah makanya" kata Raka.
"Kamu ikut saja sama kita Sya" ajak Ayu pada Tasya.
"Ngga ah, takut sama papah" jawab Tasya sambil cengengesan.
"Nah kan ketahuan kalau kamu dalang dari semua ini" Raka pun menatap Tasya dengan tatapan tajam nya.
"Bukan salah aku bang, orang kakak ipar yang minta kok, iya kan kakak ipar? Tanya Tasya sambil berlindung di belakang tubuh Ayu.
"Jangan menyalahkan kan Tasya, yang harus di salahkan di sini adalah kamu By, kamu yang memulai dan membuat semua ini terjadi" jawaban Ayu membuat Raka terdiam.
"Nah kan? Menyesal kan? Sudah bilang aku yang salah, makanya bang kalau melakukan sesuatu itu di pikir dulu, dan harus ingat sama istri dan anak di rumah" jawab Tasya.
Raka hanya terdiam, sedangkan Ayu tersenyum melihat Raka yang sudah seperti diomelin sama mamah nya.
"Abang itu mau mencari yang gimana lagi coba, kak Ayu ini sudah cantik, body oke, masih aja tergoda sama ulet bulu yang gatel itu, udah jelek gatel lagi" Tasya pun seakan ingin puas, terus saja melontarkan sindiran buat Raka.
__ADS_1
"Sudah lah Sya, jangan di bahas terus, mas Raka juga sudah menyesal dan mengakui kesalahan nya, kita tutup masalah kita sampai di sini, dan jangan sampai Aby melakukan nya lagi" kata Ayu sambil menatap ke arah Raka