
"Ah,,,,, aku udah ngga tahan lagi, cepat datang dong sayang, pak Raka malam ini kita akan menghabiskan malam yang begitu indah" gumam Laura yang sudah membuka baju nya satu persatu.
"Pak Raka, besok akan tersiar kabar kalau kita telah melewati malam yang panas malam ini, aku yakin pak Raka pasti akan terus meminta dan meminta nya lagi, aku siap melayani mu pak Raka, sampai pagi pun aku jabanin" Laura pun terus bergumam sambil menyentuh area sensitif nya.
"Ah,,, pak Raka aku sangat menginginkan mu malam ini, pak Raka ah,,," Laura terus men de sah membayang kan Raka sedang memeluk dan menyentuh nya.
*
*
Sementara Raka sudah sangat gelisah, dan dia sudah sangat ngga tahan lagi dengan semua yang ia rasakan.
Tolong panggilkan Andre gue sudah ngga tahan lagi" kata Raka sambil mengatur nafas nya.
"Ya sudah ikut gue, gue udah punya obat nya, di jamin kamu akan segar kembali setelah mengeluarkan nya" ajak Risky sambil membawa Raka ke sebuah kamar yang sudah ada Laura di dalam nya.
Pintu kamar pun terbuka dan gelap karena Laura mematikan lampu nya, hanya sorot lampu dari luar sedikit menyinari kamar itu.
"Ah,,,sayang akhir nya kamu menemui ku juga, akhir nya malam yang sering aku bayang kan terjadi juga malam ini" kata Laura sambil meraba seluruh tubuh pria yang ada di hadapan nya kini.
Laura pun yang sudah siap dan sudah tanpa adanya penghalang di tubuh nya pun mulai melancarkan aksi nya kepada pria yang kini sudah berada dalam pelukan nya.
Tangan Raka pun sudah berada di atas puncak kembar milik Laura yang besar dan menenggelamkan wajah nya di sana dan menikmati nya sesuka hati.
Wajah Raka masih betah berada di puncak kembar milik nya Laura, hingga dia sudah puas dan melepas kan nya.
Laura pun terus menekan kepala nya Raka agar kepala nya Raka terus berada di puncak kembar nya.
Raka pun terus bermain-main di area puncak kembar nya Laura, lalu turun ke bawah dan lebih bawah lagi dimana di situ lah dia mendapat kan ke nik ma tan yang sesungguh nya.
Raka pun menenggelamkan wajah nya di area pusat ke nik matan yang sesungguh nya, hingga membuat Laura merasa melayang-layang.
__ADS_1
Laura pun sungguh sudah ngga bisa menahan nya tapi dia hanya pasrah dengan apa yang telah di lakukan Raka terhadap dirinya.
Raka pun berdiri lalu membuka kemeja yang dia pakai, sedangkan Laura ngga mau tinggal diam, tangan nya pun langsung membuka celana yang di pakai oleh Raka.
Kini yang tersisa hanyalah under ware nya saja, Laura pun menyentuh mengelus nya dengan lembut hingga membuat nya gemas hingga Laura pun memegang nya dengan kuat.
Laura pun membuka penutup burung yang dia idam-idam kan selama ini, hingga terasa di tangan Laura burung nya yang sudah berdiri kokoh dan siap untuk menjelajah surga dunia.
Laura terus mengelus burung nya Raka lalu dia pun men ci um nya membuat Raka serasa melayang-layang ke alam nirwana.
Raka sudah ngga tahan lagi lalu merebah kan Laura dan menindih nya, Raka pun memasuk kan nya dengan rasa yang tidak sabar.
"Sabar dong pak Raka, pelan-pelan saja, kita nikmati malam ini berdua, malam ini pak Raka milik saya seutuh nya" kata Laura dengan tatapan sendu nya.
Akhirnya kedua manusia yang tanpa status itu telah mabuk dalam percintaan yang membuat perasaan mereka semakin bergejolak,
"Biar saya yang bekerja pak, bapak tinggal menikmati nya saja" kata Laura sambil terus memainkan senjata Raka dengan tangan nya.
Laura pun naik ke atas paha Raka lalu menggiring burung masuk ke dalam sangkar nya.
Laura pun berteriak saking menik ma ti nya, sejenak Laura berhenti lalu menggoyangkan nya pelan-pelan.
Semakin lama Laura menggoyang kan pinggul nya semakin memburu lah nafas mereka berdua, hingga Raka sudah ngga tahan lagi lalu kembali membalik kan posisi Laura agar ada di bawah dia.
Raka pun ber main-main dulu di puncak bukit kembar dan di tempat paforit nya hingga membuat Laura sudah benar-benar ngga tahan lagi.
Laura pun sudah ngga tahan dan ngga sanggup lagi dengan yang di lakukan Raka kepada diri nya.
__ADS_1
Laura pun terus memohon kepada Raka biar Raka cepat menyelesaikan nya, Raka yang sudah paham dengan keinginan Laura pun menuruti kemauan nya Laura.
Akhir nya mereka pun terus menyatukan tubuh nya hingga melupakan segala nya.
Raka pun mempercepat dan terus di percepat gerakan nya hingga keduanya menuju puncak ke nik ma tan yang sesungguh nya.
"Ah,,,,pak Raka, thanks hunny" teriak Laura sambil mengatur nafas yang sudah tidak beraturan.
Raka pun ambruk lemas di samping nya Laura, lalu mencium kening Laura dan memeluk tubuh polos Laura.
"Mampus kamu pak Raka, aku sudah merekam semua kegiatan panas kita malam ini, dan besok kamu akan memohon padaku untuk semua ini, dan akhir nya aku akan jadi nyonya Raka satu-satu nya" gumam batin Laura sambil tersenyum licik.
Laura memang menyimpan kamera sensor infrared sebelum Raka datang dan masuk ke dalam kamar, makanya Laura merasa menang dengan kejadian semua ini.
Laura pun membayangkan yang baru saja terjadi lalu menyentuh burung nya Raka kembali hingga burung itu kembali bangun dari tidur nya.
"Pak Raka, mau kah bapak mengulang kembali permainan kita dengan beda gaya? Tanya Laura sambil mengelus dan me re mas lembut burung nya Raka.
Raka seorang lelaki normal, ya jelas lah membuat senjata nya kembali siap bertarung karena Laura menggoda nya.
Akhir nya mereka pun kembali melakukan apa yang membuat mereka merasa terbang dan melayang.
Seperti yang lagi pada kehausan mereka berdua pun terus dan terus melakukan nya hingga larut malam, dan sampai mereka berdua tak berdaya hingga ambruk dan tertidur sampai pagi.
Raka sangat menikmati malam ini bersama Laura, hingga dia menunggu saat nya dia harus pergi dan meninggalkan Laura sendiri di kamar nya.
Suara nafas lembut Laura pun terdengar oleh Raka, dia bangkit perlahan dari tidur nya dan mengambil baju dan celana nya yang tadi ia dan Laura lempar.
__ADS_1
Dengan gerakan perlahan tapi cepat, Raka pun kini sudah rapih lagi dengan baju kerja nya, lalu pergi dari kamar itu.