Nikah Paksa

Nikah Paksa
Sandiwara membawa keberuntungan


__ADS_3

"Kak tolong jelaskan, siapa perempuan ini? Apa karena ini alasan kakak yang ingin segera melangsungkan pernikahan ini? Kakak jahat, belum apa-apa sudah nyakitin perasaan aku dan kedua orang tuaku" teriak Nisa.



Semua orang yang sudah masuk ke dalam mobil pun semua nya kembali turun dan melihat keributan antara Nisa dan Fadil.



"Dia itu,,,,," lagi-lagi sebelum Fadli menjelaskan yang sejujur nya kalimat nya di potong kembali, tapi kali ini Nisa yang memotong kalimat Fadil.



"Sudah cukup kak, aku ngga ,mau mendengar alasan kakak lagi, sebelum pernikahan kita terjadi maka malam ini juga aku memutuskan pertu,,,,,,,,," teriak Nisa sambil berusaha melepaskan cincin yang ada di jari manis nya.



"Dia Livia adik ku Nisa Sabila Husain" teriak Fadli dengan lantang dan membuat NIsa dan keluarga nya kaget setengah mati.



"Adik? Gumam mereka bersamaan, kecuali Fadli dan kedua orang tua nya.



"Ampun adek, ada-ada saja kelakuan mu, yang membuat kakak mu jantungan" kata pak Dodi sambil menggeleng kan kepala nya.



Sedangkan Livia dia malah tertawa ngakak melihat mereka berdua berdebat.



"Piss pak, adek cuma main-main saja ko, lagian kan adek bilang juga tungguin adek, tapi adek malah di tinggal" jawab Livia tanpa dosa.



"Adek kamu ini apa-apaan pakai baju seperti ini, terus ngapain juga tuh perut pakai balon segala" teriak bu Reni sambil mengeluarkan balon dari dalam baju nya.



"Adek cuma mau prang kakak sama kakak ipar aja bu" jawab Livia sambil berjalan menghampiri kakak ter sayang nya.



"Selamat ya kak, maafkan adik mu yang barbar ini" kata Livia sambil menyatukan telapak tangan di dada nya.



Seandainya saja yang melakukan itu orang lain mungkin Fadil akan memarahi nya, tapi dia adalah adik kesayangan nya, jadi Fadil hanya bisa menghela nafas dengan kasar



"Kamu minta maaf nya sama kakak ipar dan orang tua nya jangan sama kakak" jawab Fadil sambil menunjuk ke arah Nisa dan kedua orang tua nya.



"Maafkan saya pak, bu saya hanya main-main saja sama kakak" kata Livia sambil mencium telapak tangan pak Husain dan Bu Raina.



Livia pun lalu menoleh ke arah Nisa, tampak Nisa dengan wajah marah, kaget dan malu bercampur menjadi satu.

__ADS_1



"Kakak ipar ku yang cantik, maafkan adik ipar mu ini ya? Kata Livia sambil memeluk Nisa.



"Aku cuma ingin ngerjain kakak tadi nya lagian mereka ngga mau nungguin aku tadi, udah tahu aku masih ada acara, main ditinggal saja" bisik Livia.



NIsa pun melepaskan pelukan nya kepada Livia, "Ngga apa-apa, tadi kakak kira kamu beneran wanita hamil" jawab Nisa.



"Makasih kakak ipar yang cantik, nanti kalau kakak udah jadi istri nya, kakak harus sering bantu aku buat ngerjain kak Fadil ya? Bisik Livia, Nisa hanya mengangguk kan kepalanya saja sambil tersenyum.



Nisa pun menghampiri Fadil yang masih berdiri dekat pintu mobil nya.



"Kak maafin aku ya? Tadi udah berpikiran yang tidak-tidak terhadap kakak" kata Nisa sambil menunduk.



"Ngga apa-apa, tapi ke depan nya kalau misalkan ada apa-apa jangan langsung mengambil sikap dan keputusan yang akan membuat diri kita menyesali nya, karena apa yang kita lihat belum tentu itu yang terjadi" jawab Fadil yang terdengar oleh semua orang yang berada di situ.



"Tuh Yang, denger apa yang Fadil bilang, jadi jangan langsung mengambil keputusan sebelum kamu tahu apa yang terjadi sesungguh nya" kata Raka sambil memeluk pinggang nya Ayu.




"Pah lihat ternyata ada untung nya juga ya adik nya Fadil membuat sandiwara seperti itu" bisik bu Santi sambil melihat ke arah anak dan menantu nya, pak Purnama pun hanya mengangguk sambil tersenyum.



"Adek, ayo pulang, jangan buat keributan di rumah orang, untung pak Rt nya sudah pulang, coba kalau masih ada kamu bisa di arak dek, telah membuat keributan di sini" pak Dodi pun menakut-nakuti Livia anak nya.



"Maafkan kelakuan anak-anak saya ya pak, bu, adik nya Fadil ini memang sering berbuat ulah sama kakak nya" kata pak Dodi.



"Ngga apa-apa pak namanya juga anak muda" jawab Pak Husain.



"Ya sudah ayo kita pulang udah larut malam ini, ngga enak di dengar para tetangga" ajak pak Dodi.



"Ayo kita juga pulang" ajak pak Purnama kepada anak dan menantu beserta istri nya.



"Ya udah kuy kita juga pulang" teriak Dewi sambil naik ke dalam mobil Andre.

__ADS_1



"Makasih Livia karena drama kamu mendatangkan kebahagiaan untuk ku, sekarang istri ku sudah ngga marah dan cemburu lagi" gumam bathin Raka sambil terus memegang erat tangan Ayu.



Mereka pun akhir nya pulang satu persatu meninggalkan kediaman pak Husain, dengan arah yang berbeda.



Sementara pak Husain, bu Raina dan Nisa pun kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil para tamu nya menghilang dari pandangan mereka.


*


*


Suasana di mobil pak Purnama berbeda dengan pas berangkat, perjalanan pulang dari rumah pak Husain mereka lebih bahagia dan selalu bercanda di kursi belakang.


Kalau pas berangkat Ayu yang meminta duduk sama ibu mertua nya, lain hal dengan kepulangan mereka, Ayu milih duduk di samping Raka dan pak Purnama yang mengemudi.



"Mah ini kan mobil papah ya? Tanya pak Purnama kepada istri nya.



"Lah emang mobil papah kan? Kenapa papah tanya nya begitu? Bu Santi yang belum paham atas pertanyaan suami nya pun malah balik tanya dengan wajah yang heran.



"Ngga, maksud papah kan ini mobil papah, tapi kenapa papah ko ngerasa bagaikan seorang sopir pasangan yang lagi jatuh cinta ya? kata pak Purnama sambil melirik Raka dan Ayu dari kaca spion depan.



Bu Santi pun yang sudah paham tertawa terpingkal-pingkal membuat Ayu malu.



"Cerita nya papah ngga ikhlas ni yang nyetir? Tanya Raka.



"Ikhlas ko papah ikhlas banget, tapi tadi pas berangkat di mobil kita ini sepi ya mah kayak yang ngga ada orang nya gitu" kata pak Purnama sambil tertawa.



"Puas banget kayak nya papah sama mamah ngeledek aku" kata Raka.



"Sudah lah Yang jangan hiraukan ke dua orang tua itu, kita fokus saja sama kita berdua dan anak kita" kata Raka sambil mengelus perut nya Ayu.



"Nak, nanti kalau papah di ledekin kakek kamu, kamu harus belain papah ya? Raka pun sengaja menjadikan anak nya alat supaya papah nya berhenti meledek nya.



Ayu hanya bisa diam dan tersenyum malu atas perkataan mertua nya.


.

__ADS_1


__ADS_2