
Setelah kepergian Raka dan Ayu, Sahabat Ayu pun menggibah.
"Eh busyet itu abangnya si Ayu ganteng nya tiada nahan" seru Dewi dengan senyuman nya.
"Aku juga mau deh jadi kakak ipar nya Ayu" jawab NIsa.
"Kalian itu ya jangan terlalu banyak berharap, siapa tahu itu adalah pacar nya Ayu" jawab Siska.
"Kalau bener itu pacar nya Ayu, kita patah hati dong" jawab Dewi dengan muka so sedih nya sambil meluk Nisa.
Sedangkan Faisal dia hanya diam, "Kalau benar dia pacar nya Ayu, lihat saja aku akan merebut nya dan dipastikan Ayu akan menjadi milikku" gumam Faisal lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
Di sepanjang perjalanan Ayu diam tanpa suara Raka yang merasa heran dengan Ayu pun menepikan mobil nya kepinggir.
"Sayang kamu kenapa sih? Tanya Raka mesra.
Ayu yang baru pertama kali di panggil sayang pun langsung menoleh kaget, bukan nya menjawab pertanyaan dari Raka tapi Ayu malah bertanya balik pada Raka.
"Sayang? Mas ngga salah minum obat kan? Kenapa tiba-tiba mas panggil aku sayang? Tanya Ayu sambil menyentuh dahi Raka.
"Kamu kan semalam udah nerima aku untuk jadi suami mu karena aku mencintaimu bukan jadi suami paksa kamu, jadi panggilannya mulai sekarang sa,,,yang dan kamu juga harus mengganti panggilan kamu ke mas" jawab Raka sambil menatap istrinya.
Sekarang mas tanya kenapa dari tadi kamu diam saja? Apa mas terlambat menjemput, hingga kamu marah sama mas? Tanya Raka sambil menggenggam tangan Ayu.
"Mas jahat katanya mas mencintai aku terus mas izinin aku kuliah, ya aku tahu kalau kuliah ku mas yang bayarin semua nya, tapi kan aku ngga punya uang buat beli makan siang" kata Ayu pun sambil melepaskan genggaman tangan Raka.
"Masya Allah Yang. Sumpah aku lupa" jawab RAka sambil menepuk jidat nya.
"Eh tapi kan kamu udah mas kasih atm, kenapa ngga digunakan? Kata Raka.
"Mas masa makan di kantin saja bayar nya harus pake atm? Kan malu ntar disangka yang lain aku sombong, dan lagian atm nya juga ada di laci meja rias ko" jawab Ayu sambil mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
"Ya ampun Yang atm nya jangan di taro di laci, bawa kemana pun kamu pergi jadi dimana kamu lagi butuh apa-apa gampang" jawab Raka sambil mengambil dompet di saku belakang celana nya.
"Ini uang buat keperluan kamu, untung tadi mas sempet bawa uang ke atm jadi ada" Raka pun memberikan uang senilai dua juta pada Ayu.
"Mas ini kebanyakan, selembar aja juga cukup ko, kalau cuma untuk makan" jawab Ayu yang menolak semua uang yang dikasih Raka suaminya.
"Ambil saja semuanya, takut nya mas lupa, terserah kamu mau pakai buat apa, itu sudah menjadi hak kamu, dan jangan lupa atm nya bawa kemana pun kamu pergi" jawab Raka sambil melajukan kembali mobil nya.
Ayu pun mengambil uang yang diberikan Raka karena Raka memaksa nya, "Makasih hubby" kata Ayu sambil memasukkan uang nya ke dalam tas slempang yang selalu dia bawa.
Raka pun spontan kaki nya menginjak rem dan mengagetkan Ayu.
"Ada apa sih mas, bikin kaget aja" tanya Ayu yang belum menyadari nya.
"Kamu panggil mas apa tadi? tanya Raka sambil menatap kearah Ayu.
"Bukan Yang, pas kamu bilang makasih tadi itu lo? Tanya Raka sedikit kesal karena Ayu yang lupa panggilan pada dirinya.
"Oh yang itu, emang kenapa mas? Ayu pun masih ngerjain suami nya.
"Ganti panggilan mas nya sama yang tadi dong Yang, kalau dipanggil mas nanti mereka sangka aku ini kakak kamu" Raka pun protes.
"Ya udah Hubby ayo jalan lagi aku sudah pengen istirahat" kata Ayu sambil menampilkan senyuman yang sangat manis.
Raka pun tersenyum bahagia, "Nah gitu dong kan enak di dengar" jawab Raka sambil melajukan kembali mobil nya.
"Tapi kalau kita lagi berdua aja ya Hubby? Kalau di depan orang lain aku panggil mas aja ya? Kan mereka belum tahu kalau kita sudah menikah" kata Ayu yang dijawab sebuah anggukkan dari Raka.
*
*
__ADS_1
*
Ke esokan hari nya seperti biasa Ayu diantar suaminya ke kampus, setelah itu baru Raka berangkat ke kantor.
"Hubby nanti kan malam minggu teman-teman Aku ngajak nonton, boleh ngga kalau aku ikut nonton bareng mereka.
"Ngga boleh, ngapain nonton bareng mereka, kalau mau nontton sama hubby aja" jawab Raka yang masih fokus ke jalanan.
"Tapi kan beda cerita kalau sama mereka hubby" Ayu pun mencoba merayu Raka.
"Sekali hubby bilang ngga, berarti ngga, kalau kamu mau kumpul bareng teman-teman kamu di malam hari, hubby ngga bakalan larang asal kumpul nya di rumah kita" jawab Raka tegas.
"Tapi mereka kan belum tahu kalau kita sudah menikah? Tanya Ayu.
"Tenang saja asal kita bermain cantik mereka juga ngga bakalan tahu, tapi kalau memang mereka tahu kita suami istri ya biarkan saja toh mereka kan juga sahabat kamu" jawab Raka santai.
Ayu hanya bisa diam dan mengangguk kan kepala nya, karena bagaimana pun Raka adalah suaminya yang memang harus diterima semua keputusan nya.
"Ya sudah aku masuk dulu ya hubby" kata Ayu sambil mencium tangan suaminya, Raka pun mencium kening Ayu dengan mesra.
"Hati-hati Sayang, jaga mata, hati dan pikiran kamu, ingat kamu sudah ada aku" kata Raka sambil mengusap pucuk kepala Ayu.
"Iya hubby sayang, kamu juga harus menjaga semuanya dari karyawan cewek yang ada dikantor termasuk sekretaris hubby" jawab Ayu sambil turun dari mobil, dan jawaban Ayu membuat Raka tersenyum sepanjang jalan.
Faisal yang baru saja memarkirkan motor nya melihat Ayu yang sedang berjalan pun langsung mensejajarkan langkah nya.
"Hai Ayu" sapa Faisal. Ayu pun cuma melirik sebentar lalu meneruskan langkah nya kembali, "Hai juga" jawab Ayu.
"Malam minggu nanti ada acara ngga? Kita jalan yu? Ajak Faisal yang suka to the point orang nya."Maaf Sal aku sudah ada janji" jawab Ayu sambil terus melangkah menuju kelas nya.
Sedangkan diluar gerbang kampus, seorang pria yang selalu membuntuti Ayu pun terlihat makin membenci Ayu, karena Ayu di dekati seorang pria.
"Dasar cewek mu ra han, so suci, diantar sama suami nya, disini dia bareng cowok lain, ngga nyangka aku kalau kamu yang selalu aku banggakan tenyata kelakuan kamu lebih dari seorang pe la cur, " gumam Rafi.
__ADS_1