
Di kantor Yulia gelisah menunggu kedatangan Raka dan Andre, tapi sudah hampir jam makan siang mereka berdua belum datang juga.
"Kenapa pak Raka sama pak ANdre belum kelihatan? Apa mereka ngga masuk? gumam batin Yulia.
Yulia pun mengambil ponsel dan menghubungi no Raka, tapi sayang no nya selalu dialihkan.
"Kemana aku harus mencari tahu mereka? Tenang ya sayang mamah masih berusaha mencari ayah mu" gumam Yulia sambil mengusap perut nya yang masih rata.Yulia pun kembali komsen sama pekerjaan nya,
*
*
*
Sekitar jam satu siang Andre pun sudah rapih dan segar, dia berniat pergi ke rumah Raka sama Siska.
Ponsel Andre pun bergetar, ternyata Siska yang menghubungi nya.
"Ya Sis, kenapa? Tanya Andre sambil mengambil kunci mobil dari atas meja yang ada di kamar nya.
"Kak jadi jemput aku ngga? Tanya Siska, "Jadi dong, ini baru mau berangkat, tunggu aku di pelaminan ya? Andre pun mulai menggombal.
"Is kakak becanda mulu deh, ya udah kalau dah mau berangkat aku matikan telepon nya ya kak? Hati-hati" jawab Siska dan langsung mematikan telepon nya.
Andre pun menyungging kan senyuman sepanjang jalan karena merasa di perhatikan oleh Siska.
*
*
*
"Bi tolong panggilkan pak Asep ya? Kata Raka, Ayu sudah lumayan tenang dan sekarang dia lagi mandi.
"Nah ini dia den, pak Asep nya, belum juga di panggil udah nongol" kata Bi Asih.
"Kan saya punya mata batin Asih jadi sebelum di teriakin sama bibi udah muncul duluan" jawab Pak Asep.
"Udah sana den Raka sudah menunggu" kata bi Asih sambil mendorong bahu nya pak Asep, pak Asep pun menghampiri Raka.
"Iya den ada yang bisa saya kerjakan? Tanya pak Asep.
"Pak tolong jemput keluarga nya Ayu ya? Tapi jangan bilang apa-apa, bilang saja kita mau kumpul di rumah dan mereka harus nginap" kata Raka.
"Baik den saya akan langsung menjemput keluarga Ayu, saya permisi den" pak Asep pun langsung undur diri.
Setelah kepergian pak Asep, Raka pun pergi ke kamar nya.
"Yang? Udah selesai belum mandi nya? Teriak Raka.
__ADS_1
"Jangan teriak By, aku denger ko, udah aku udah selesai" jawab Ayu yang keluar dari walk in closet.
Raka pun memeluk Ayu, "Kirain belum selesai" kata Raka sambil mencium kening Ayu.
"Ya udah kita turun yuk? Aby ko pengen makan kue buatan kamu ya Yang? Kata Raka, padahal sebenar nya Raka ngga terlalu suka dengan kue, cuma untuk mengalihkan pikiran Ayu sama penculikan yang dia alami maka terpaksa Raka akan memakan kue buatan Ayu.
"Beneran Aby mau makan kue buatan aku? Tanya Ayu dengan mata berbinar.
Raka pun mengangguk dengan senyuman menghiasi bibir nya.
"Ya udah ayo By, dah lama juga aku ngga bikin kue" ajak Ayu sambil menggandeng suami nya.
Raka pun bahagia banget rasa nya melihat Ayu kembali ceria, tapi tetap saja masih ada keraguan di hati Raka, takut tiba-tiba Ayu mengingat kembali tentang penculikan pada diri nya dan teriak-teriak seperti tadi lagi.
*
*
*
Andre pun sudah sampai depan rumah Siska, Siska yang sudah menunggu dari tadi menghampiri mobil Andre yang sudah terparkir depan rumah nya.
"Lama ya nunggu nya? kata Andre sambil membuka kan pintu mobil untuk Siska.
"Ngga juga, makasih" jawab Siska yang sudah duduk di kursi depan.
Andre menatap ke arah SIska yang terlihat sangat cantik siang itu, Andre pun mendekat, Siska yang kaget spontan memejamkan matanya, hembusan nafas Andre menyentuh pipi mulus Siska, degup pan jantung mereka berdua seakan-akan lagi berdisko ria.
"Aduh kak Andre mau ngapain? Masa iya mau cium aku? Mana jantung ku berdebar lagi" gumam batin Siska sambil memejamkan mata nya.
"Klik" suara safety bell terdengar jelas di telinga, Siska pun langsung membuka mata nya dan nampak lah wajah tampan nya Andre tepat depan muka nya.
"Cantik" hanya kata itu yang keluar dari bibir Andre dan itu membuat muka Siska langsung berubah warna menjadi merah.
"Ayo kak jalan, kita jemput dulu Dewi sama Nisa ya? Kasihan kalau ngga di jemput" Siska pun mengalihkan nya agar Andre tidak terus menatap dirinya.
"Sis, boleh jujur ngga? Andre bukan nya melajukan mobil malah bertanya dan terus menatap Siska.
"Tanya apa kak? Jawab Siska.
"Ngga jadi deh, nanti aja" jawab Andre lalu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Ngga jelas dan bikin penasaran orang aja" gumam hati Siska.
__ADS_1
"Ngga,, jangan sekarang,,, tahan Andre kamu pasti bisa, kamu harus lihat kondisi Ndre" gumam batin Andre sambil fokus melajukan mobil nya.
"Wi,,,, udah bangun belum? Buka pintu nya Wi? Kamu jadi ikut ngga ke rumah nya Ayu? Teriak Nisa yang baru saja sampai di kontrak kan Dewi.
"iya,,,iya,,,ini aku udah bangun" teriak Dewi sambil membuka pintu nya'
"Tin tin,,,,," Andre pun datang dengan membunyikan klakson nya.
"Udah ayo, tuh mereka udah jemput" kata Nisa sambil menarik tangan Dewi.
Nisa dan Dewi pun naik ke dalam mobil Andre yang sudah ada Siska di kursi depan.
*
*
*
Seperti biasa kalau sore hari bu Yanti suka duduk di teras rumah nya menanti sang suami pulang.
Kondisi bu Yanti udah agak mendingan, tapi berobat masih harus rutin.
Hingga ada sebuah mobil masuk ke halaman rumah nya, bu Yanti pun mengernyitkan kening nya.
"Ko mobil nya kayak mobil milik pak Purnama" gumam batin hati bu Yanti.
Pak Asep pun keluar dari mobil dan menghampiri bu Yanti.
"Assalamualaikum" pak Asep pun mengucapkan salam.
"Wa\*alaikum salam, oh ternyata pak Asep, masuk pak" ajak bu Yanti.
"Disini saja bu, saya kesini di suruh den Raka menjemput ibu sekeluarga untuk menginap di rumah nya" pak Asep pun langsung mengutarakan maksud nya.
Pak Ramdan pun datang dengan di bonceng oleh Rama.
"Assalamualaikum? pak Ramdan dan Rama pun mengucapkan salam.
"Eh ada pak Asep, tumben ni pak Asep datang kesini sendirian, ada apa pak? Tanya Pak Ramdan sambil duduk di samping istri nya, sedangkan Rama langsung masuk ke kamar nya.
"Saya kesini mau menjemput bapak sekeluarga di suruh den Raka" jawab Pak Asep.
"Ngga ada apa-apa kan pak? Ayu baik-baik saja kan? Tanya Pak Ramdan karena kaget di jemput tiba-tiba oleh pak Asep.
"Ngga ada pak, cuma mungkin den Raka ke pingin kumpul saja, soal nya kan pak Purnama masih di Paris" jawab Pak Asep.
__ADS_1