
Pagi ini Raka membawa pulang Ayu sama Byan pulang ke Indonesia.
"Kita berangkat ya Sya? Nanti kamu nyusul ya? Tenang nanti masalah papah aku yang ademin" Ayu pun pamit sama Tasya.
"Iya nanti aku nyusul ko" jawab Tasya sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri Ayu.
"Jangan lupa bawa calon suami kamu, hari gini masih jomblo" kata Raka.
"Lo juga bang kalau papah ngga nikahin kamu secara paksa, pasti detik ini juga masih jomblo, sama ma aku" Tasya pun membela diri nya.
"Sudah-sudah, ngga dimana-mana kalian ini selalu aja berdebat" kata Ayu.
"Dadah aunty, Byan pulang dulu ya aunty cantik? Makasih ya selama ini sudah bantu Byan dan mamah sampai hari ini" kata Ayu dengan nada suara anak kecil.
"Sama-sama sayang, nanti kalau papah kamu berbuat hal yang sama, jangan ragu-ragu, langsung telepon aunty, nanti aunty bawa ke tempat yang ngga bakalan di temukan oleh siapa pun" ucap Tasya lalu mencium gemas Byan.
"Lo ya dek, awas lo, kalau mereka ngilang lagi berarti kamu yang umpetin" jawab Raka.
"Aby udah ayo kita berangkat" Ayu pun mengajak suami nya pergi, karena kalau ngga gitu ngga bakalan pergi-pergi, pasti ada aja yang didebatin.
"Dah Byan sayang, kalau udah sampai kabarin aunty ya? Teriak Tasya sambil melambaikan tangan nya.
Tasya pun kembali masuk ke apartemen nya setelah mereka bertiga sudah tidak kelihatan lagi.
*
*
Dua hari perjalanan pun mereka lalui dengan rasa yang amat bahagia, sepanjang perjalanan tak henti nya bibir mereka menyungging kan senyuman bak pengantin baru.
Hingga mereka pun tiba di bandara, di sana sudah ada Andre yang menunggu kedatangan mereka.
"Halo, kakak ipar, gimana keadaan kakak dan Byan? Tanya Andre sambil memeluk Ayu.
"Jangan peluk-peluk, dia istri gue" teriak Raka sambil menarik tangan Ayu.
"Giliran gue peluk istri lo, lo marah, giliran lo meluk cewek lain,,,,,,," belum selesai kalimat yang Andre ucapkan, dia sudah mendapat pukulan dari Raka.
"Kak, dia mukul aku, kita pergi lagi aja yuk kak? Andre membuat dramatis keadaan.
__ADS_1
"Manja lo, awas aja kalau lo bawa istri dan anak gue pergi" ucap Raka.
"Emang lo mau apa? Kalau gue ajak istri dan anak lo pergi" jawab Andre.
"Stop!! Kalian berdua ngga punya malu, ini tuh di bandara, banyak orang, kalau kalian masih berdebat aku dan Byan pulang tanpa kalian" kata Ayu lalu pergi meninggalkan Raka dan Andre.
"Lo sih" kata Raka lalu berlari mengejar Ayu di ikuti Andre dari belakang.
Mereka pun meninggalkan Bandara, di perjalanan tak henti-henti nya Andre bercerita tentang keadaan Raka semenjak di tinggal Ayu dan Byan.
Raka yang jadi bahan pembicaraan dan ejekan dari Andre pun hanya bisa diam.
*
*
"Bi masak yang banyak ya? Kata bu Santi pada bi Asih.
"Iya nyonya, memang nya tamu nya ada berapa orang? Biar bisa di sesuaikan masakan nya" jawab bi Asih.
"Sebenar nya ngga akan ada tamu bi, tapi entah kenapa hari ini saya ingin sekali masak banyak dan berharap Raka pulang dengan membawa Ayu dan Byan" kata bu Santi sambil meneteskan air mata nya.
Bi Asih merasa kasihan melihat nyonya nya hampir setiap hari nangis karena kangen sama menantu dan cucu nya.
"Saya juga kasihan sama Andre bi, kalau mereka belum kembali" kata bu Santi sambil melihat ke arah bi Asih.
"Emang nya kenapa dengan den Andre nyonya? Tanya bi Asih.
"Andre seharus nya minggu kemarin melamar pacar nya dan langsung akan menikah, tapi karena ada nya masalah seperti ini, jadi Andre mengundurkan nya sampai kembali nya Ayu dan Byan" jawab bu Santi dengan wajah sedih nya.
"Semoga den Raka secepat nya membawa pulang non Ayu dan den Byan, dan juga semoga ke depan nya keluarga nyonya selalu bahagia" ucap bi Asih dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Bi Asih sangat sedih melihat bu Santi yang selalu menitik kan air mata nya, bi Asih berharap anak, menantu dan cucu nya secepat nya berkumpul kembali di rumah ini.
"Mah" suara seorang wanita terdengar jelas memanggil dirinya.
Bi Asih dan bu Santi pun menoleh ke arah datang nya suara.
"Ayu sayang" teriak bu Santi dengan tetesan air mata nya.
__ADS_1
"Non Ayu" gumam bi Asih yang turut meneteskan air mata nya juga.
"Mah maafin Ayu, sudah ninggalin mamah dan papah" kata Ayu sambil memeluk erat bu Santi dengan deraian air mata kerinduan.
"Maafin mamah juga yang ngga bisa mendidik anak mamah" jawab bu Santi, mereka berdua pun larut dalam tangisan kebahagiaan, tangisan kerinduan seorang ibu dan anak yang saling menyayangi.
"Byan mana sayang? Tanya bu Santi sambil melepaskan pelukan nya.
"Sayang masuk" teriak Ayu.
Raka pun masuk dengan menggendong Byan, dibelakang ada Andre yang mengikuti nya.
"Sayang,,, cucu nenek, sini nak, nenek kangen, kamu udah besar ya sekarang, gemuk lagi" teriak bu Santi sambil mengambil Byan dari gendongan Raka.
"Selamat datang non, bibi senang non Ayu dan den Byan kembali ke rumah ini, bibi kasihan melihat nyonya setiap hari menangis karena kangen sama non Ayu dan den Byan" kata bi Asih.
"Ah bibi, aku kangen bibi juga, makasih ya bi udah jagain mamah selama Ayu pergi" kata Ayu sambil memeluk bi Asih.
Bi Asih pun hanya bisa mengangguk sambil menghapus air mata nya.
"Mah, maafin Raka, Raka sudah membuat mamah kecewa, Raka berjanji Raka tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi" ucap Raka sambil menunduk.
"Sudah lah, mamah juga sudah memaafkan nya, tapi kalau kamu mengulangi nya lagi, maaf mamah ngga bakalan akuin kamu sebagai anak mamah lagi" jawab bu Santi lalu Raka pun memeluk mamah nya.
"Kalian sudah pulang? Teriak pak Purnama yang baru pulang dari kantor.
"Papah" gumam Raka dan Ayu bersamaan.
"Papah, maafin Ayu telah meninggalkan papah tanpa pamit, Ayu salah pah" ucap Ayu sambil memeluk mertua nya.
"Sudah lah nak, ini semua juga bukan kesalahan kamu, papah mengerti dengan perasaan kamu" jawab pak Purnama.
"Pah Raka juga minta maaf" kata Raka sambil menunduk di depan pak Purnama.
Pak Purnama pun memeluk Raka dan Ayu secara bersamaan.
__ADS_1
Kediaman pak Purnama pun kini sedang di banjiri air mata, tapi itu adalah air mata kerinduan, air mata penyesalan, dan air mata kebahagiaan.