Nikah Paksa

Nikah Paksa
Bikin Candu


__ADS_3

Di ruang presdir utama yaitu ruangan pak Hardian sudah hadir Raka dan Andre, mereka masih menunggu Yulia yang memang sudah izin datang terlambat karena harus pergi ke kontrak kan dulu untuk berganti pakaian.



Yulia belum sempat untuk membawa barang-barang nya untuk di pindahin ke rumah Rafi.



Yulia yang sudah sampai di kantor pun langsung menuju ruangan pak Hardian, dia memang belum pernah masuk ke ruangan nya pak Hardian, karena selama dia bekerja di perusahaan ini hanya satu kali pernah melihat pak Hardian, itu juga pas pak Hardian keluar dari ruangan Raka, makanya Yulia sedikit melupakan wajah nya pak Hardian.



Pak Hardian memang menjabat presdir utama di perusahaan itu tapi dia jarang hadir karena sibuk mengelola bisnis dan cabang perusahaan nya, makanya perusahaan ini di kuasa kan kepada Raka anak semata wayang nya.



Tidak lama pintu ruangan pak Hardian pun ada yang mengetuk nya lalu di persilahkan masuk.



"Maaf pak saya datang terlambat" kata Yulia setelah di izin kan masuk ke dalam ruangan.



"Ngga apa-apa justru saya yang harus nya minta maaf, karena belum memberikan kamu cuti menikah, malam nikah sekarang malah harus di suruh datang ke perusahaan." jawab Pak Hardian.



"Apa pak? Menikah? Kamu sudah nikah Yul? Tanya Andre yang sedikit kaget, Andre memang belum di kasih tahu kalau Yulia sudah melaksanakan pernikahan semalam.



"Sudah pak Andre semalam" jawab Yulia sambil tersenyum.



"Syukur deh, akhir nya kamu mendapatkan kebahagiaan yang kamu impikan, itu semua buah dari kesabaran dan cinta tulus mu ke dia" jawab Andre.



Semenjak Yulia tahu kalau Raka sudah mempunyai istri, dan istri nya itu adalah orang yang telah menolong suami nya keluar dari penjara, Yulia pun memakai pakaian yang sopan.



"Raka sudah menikah, Yulia sudah menikah, kamu kapan Ndre? Apa mesti papah paksa juga kamu menikah? Tanya pak Hardian kepada anak angkat nya.



"Sabar pak masih penjajakan, nanti kalau aku sudah benar-benar di terima, bapak harus siap nyediain uang buat resepsi nya ya? Kata Andre yang dapat pukulan dari Raka.



"Gue aja belum ngadain resepsi lo udah minta bokap nyiapin buat resepsi" kata Raka sambil memukul pelan bahu Andre, semua yang ada di ruangan pun tertawa melihat tingkah mereka berdua,



"Jadi begini Ndre, Yul, besok Raka mau berangkat ke Paris untuk bulan madu, sekalian terafi buat Ayu biar dia benar-benar melupakan masalah penculikan kemarin, jadi bapak minta seminggu ini kamu yang handle perusahaan di bantu Yulia." kata pak Hardian.

__ADS_1



Yulia pun menunduk karena bagaimanapun semua itu terjadi karena ulah suami nya.



"Maaf kan kelakuan suami saya pak? Saya berharap bu Ayu bisa melupakan kejadian itu dan secepat nya di beri momongan" kata Yulia sambil menunduk.



"Aamiin, ngga apa-apa Yul kita juga sudah memaafkan nya, kamu juga jangan terlalu banyak pikiran, kasihan anak kamu" jawab pak Hardian.



"Jadi bisa kan kalian bekerja sama untuk menghandle perusahaan? Bapak percayakan pada kalian berdua dan bapak mohon kalian tidak mengecewakan bapak" kata pak Hardian dengan tegas.



"Baik pak saya akan berusaha sebisa saya menghandle perusahaan ini dengan bantuan Yulia" jawab Andre.



"Saya juga akan berusaha membantu pak Andre semampu saya" jawab Yulia.



"Baik kalau begitu semua sudah clear ya? Dan sekarang sudah siang sebentar lagi jam makan siang, saya masih ada pertemuan bersama clien di luar jadi silahkan kembali ke ruangan masing-masing" kata pak Hardian.



"Baik pak kalau begitu saya permisi duluan" kata Yulia lalu menjabat tangan pak Hardian dan pergi ke ruangan nya.




"Eh enak saja jomblo, ya udah pak Andre ke ruangan Raka dulu" kata Andre lalu menyusul Raka sedikit berlari.



Andre pun sampai di ruangan Raka, "Maksud lo apaan bilang gue jomblo" kata Andre sambil menutup pintu ruangan Raka.



"Lah kan emang benar lo masih jomblo, salah nya di mana coba? Tanya Raka.



"Tunggu saja minggu nanti juga status jomblo gue bakal disingkirkan" kata Andre.



"Kalau di terima kalau di tolak? Jangan sampai lo bunuh diri ya? Nanti gue repot ngurus jenazah nya" kata Raka.



"Dengar ya, ngga ada dalam kamus seorang Andre Hardian di tolak seorang cewek, pesona Andre tuh terdepan" jawab Andre.

__ADS_1



"Yamaha kali" ledek Raka.



"Gini aja deh, kalau lo sampai diterima dan sampai ke jenjang pernikahan, gue kasih tiket bulan madu kemana pun lo mau" kata Raka.



"Pegang ya janji nya, lihat saja nanti, gue akan menagih janjimu" jawab Andre.



"Iya gue pasti memenuhi janji gue" jawab Raka.



"Ya sudah ini semua berkas yang harus kamu pelajari nanti di bantu Yulia biar kamu paham" kata Raka sambil memberikan setumpuk berkas yang harus di pelajari dan di tanda tangani oleh Andre.



"Gila lo ya? Sebanyak ini? Teriak Andre sambil menatap kearah tumpukan berkas yang ada di meja kerja nya Raka.



"Segini itu sedikit, biasa nya gue ngerjain dua kali lipat dari ini, terus lo pikir gue ngerjain apa setiap hari? Kata Raka.



"Gue kira seorang presdir hanya duduk manis dan memerintah bawahan nya saja" jawab Andre sambil membuka salah satu berkas yang ada di depan nya.



"Duduk manis pala lo, iya tubuh gue duduk tapi tangan dan otak gue bekerja seperti penulis novel" kata Raka.



"Ya kan gue kira cuma duduk aja, jangan lama-lam ya di Paris nya, gue takut ngga sanggup ngerjain ini semua" Andre pun membujuk Raka.



"Gue mau sebulan di sana sampai istri gue hamil baru pulang kalau belum hamil gue ngga pulang" Raka pun ngerjain Andre.



"Ya jangan gitu juga dong, kalau kakak ipar belum hamil berarti penderitaan buat gue" kata Andre sambil menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi.



Raka yang berhasil ngerjain Andre pun tersenyum, "Ya sudah karena kerjaan sudah gue kasih ke elo, jadi jam makan siang gue mau pulang, gue mau makan bareng istri kesayangan" kata Andre sambil senyum-senyum.



"Sekarang aja bilang istri kesayangan, istri cantik, dulu apaan bilang nya kalau tidur bareng dia gatel-gatel eh sekarang malah lo yang ke gatelan" cerocos Andre sambil manyun-manyun.


__ADS_1


"Terserah lo, yang penting sekarang gue udah tahu rasa nya di hangatin, dan ternyata rasa nya bikin gue candu" kata Raka sambil pergi meninggalkan Andre sendirian yang sedang kesal.


__ADS_2