Nikah Paksa

Nikah Paksa
Kontraksi


__ADS_3

Toko yang menjual perlengkapan bayi itu pun seketika heboh dengan teriakan bu Santi kepada suami dan anak nya.



Pak Purnama pun menggandeng tangan Yulia, dan bu Santi menggandeng Ayu menantu nya, sedangkan Raka dia di sibuk kan dengan paper bag yang begitu banyak nya.



"Pah, sekarang aku tahu kenapa papah malas ikut ke mall" gumam Raka sambil terus berjalan dengan membawa beberapa paper bag berukuran besar di tangan nya.



"Suami kamu kemana Yul? Tanya pak Purnama sambil terus berjalan menuju keluar mall.



"Dia tadi izin ke toilet pak, tapi sebelum dia balik saya sudah merasakan kontraksi" jawab Yulia sambil menahan rasa kontraksi yang datang lagi pada perut nya.



"Ya sudah sekarang kita ke rumah sakit aja langsung, nanti suami dan mertua mu biar saya yang hubungi, mah tolong pegang Yulia dulu papah mau ke parkiran ambil mobil" teriak pak Purnama.



"Tahan ya nak? kata bu Santi sambil memegang tangan Yulia.



"Yang, kamu tunggu di sini aku ambil mobil dulu ya? Teriak Raka sambil terus berjalan ke parkiran dengan tangan yang penuh dengan paper bag.



Ayu yang melihat suami nya seperti kesusahan pun tersenyum, antara kasihan dan ingin ketawa melihat nya.



"Untung kita pisah mobil sama papah, coba kalau ngga, gimana bawa Yulia ke rumah sakit" gumam Raka sambil memasuk kan semua belanjaan mamah dan istri nya ke dalam mobil.


*


*


Kini mereka pun sudah berada di rumah sakit, pak Purnama langsung menghubungi pak Hasan memberitahukan kalau menantu nya mau lahiran.


Sedangkan Rafi yang baru kembali dari toilet pun mencari-cari istri nya, Rafi pun menghubungi Yulia beberapa kali tapi tetap tidak tersambung.



"Kamu kemana sih sayang" gumam Rafi sambil terus menghubungi nya, akhir nya Rafi pun menanyakan kepada pelayan wanita yang sedang berjaga di toko itu.



"Mbak lihat istri saya yang lagi hamil ngga? Tanya Rafi kepada pelayan toko itu.



"Perempuan yang hamil banyak pak? Apa bapak ada poto nya? Siapa tahu saya sempat melihat nya" jawab pelayan toko itu.



"Rafi pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu membuka galeri di ponsel nya dan memperlihatkan kepada pelayan itu.



"Ini mbak istri saya, dia lagi hamil besar" kata Rafi sambil memberikan ponsel nya.



"Oh kalau yang ini tadi kayak nya di bawa ke rumah sakit deh pak, soal nya dia udah kontraksi mau lahiran" jawab pelayan itu sambil memberikan lagi ponsel Rafi.


__ADS_1


"Siapa yang membawa nya? Tanya Rafi khawatir.



"Kalau ngga salah ibu-ibu tadi memanggil anak nya entah menantu nya dengan sebutan Raka" jawab nya.



"Apa pak Raka suami nya Ayu ya? Gumam bathin Rafi lalu memasuk kan ponsel ke dalam celana nya.



"Makasih mbak" kata Rafi lalu berlari keluar menuju parkiran.



Selagi Rafi bingung harus pergi ke rumah sakit mana, tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Hallo pah" kata Rafi.


"Kamu dimana? Yulia mau melahirkan sekarang dia ada di rumah sakit Bunda Kasih" tanya Pak Hasan.



"Aku lagi nyari Yulia ini juga pah? Oke Aku langsung ke sana? Ayah sama ibu dimana? Kata Rafi sambil menjalankan mobil nya.



"Ini ayah sama ibu lagi di jalan menuju rumah sakit" jawab pak Hasan.



"Ya sudah kalau gitu kita bertemu di sana saja, ya sudah aku matikan dulu telepon nya ya pah" kata Rafi sambil memutuskan sambungan telepon nya.


*


*


Di rumah sakit bersalin Yulia sedang menunggu kedatangan suaminya.



Pak Purnama pun mencari ponsel dalam tas Yulia tapi begitu ketemu ternyata ponsel Yulia mati.



"Ponsel nya mati nak" jawab pak Purnama.



Yulia pun pasrah dengan semua nya, padahal di hati yang paling dalam Yulia ingin sekali pas lahiran di dampingi suami nya Rafi.



Sedangkan Raka dan Ayu menunggu di luar ruangan.



"Yang, kita pulang saja yuk? Raka pun ngajak Ayu pulang, di hati Raka ada ketakutan bila istri nya ketemu sama Rafi takut rasa trauma yang pernah di alami nya kambuh kembali.



"Ngga ah By, aku ingin nungguin mbak Yulia lahiran" jawab Ayu.



"Tapi,,,,,, nanti ada suami dan mertua nya kok ke sini" Raka pun sangat hati-hati dalam bicara nya.



"Aby jangan khawatir aku sudah meng ikhlas kan semua nya dan aku sudah ngga akan trauma lagi, Aby tenang saja ya? kata Ayu sambil tersenyum.

__ADS_1



"Beneran Yang? tanya Raka, seakan-akan ingin memastikan kalau Ayu memang benar sudah ngga akan trauma lagi bila bertemu sama Rafi.



"Bener Aby sayang" jawab Ayu sambil memeluk pinggang Raka, Raka pun tersenyum bahagia melihat istri nya seperti itu.



"Pah, gimana Hasan sama Carla sudah di kasih tahu belum? Kata bu Santi yang baru kembali dari toilet.



"Sudah mah, mungkin mereka lagi di jalan" jawab pak Purnama.



"Aduh,,,,mas Rafi kamu dimana mas, aku dan anakmu sedang menunggu kamu, cepetan kemari mas, aku sudah ngga tahan" gumam Yulia yang sempat masih di dengar oleh pak Purnama dan bu Carla.



"Dokter, sudah pembukaan berapa? Tanya bu Santi.



"Udah pembukaan delapan, tapi seperti nya bayi nya menunggu ayah nya jadi dia tahan walaupun sudah ingin keluar" jawab Dokter.



"Aduh pah tolong telepon lagi Hasan tanyakan Rafi lagi dimana, kasihan Yulia nya" bu Santi pun menyuruh suami nya untuk menghubungi mertua Yulia karena ngga tega melihat Yulia yang sudah kesakitan.



Pak Purnama pun mengikuti keinginan istri nya, lalu menghubungi ponsel nya pak Hasan.



Rafi pun sudah sampai di rumah sakit Bunda Kasih, dia langsung turun dan berlari masuk kedalam.



"Sus maaf mau tanya, istri saya mau melahirkan atas nama Yulia, ruangan nya sebelah mana ya?



"Ibu Yulia yang suami nya atas nama bapak Rafi bukan? Suster itu pun balik bertanya kepada Rafi.



"Iya mbak saya suami nya" Rafi pun sudah ngga sabar ingin melihat kondisi istri nya.



"Bapak lurus saja nanti belok kanan, Bu Yulia ada di ruangan marwah" jawab suster itu.



"makasih Sus" Rafi pun langsung berlari mencari ruang Marwah.



Selagi mencari ruangan Marwah Rafi pun melihat Raka dan Ayu sedang berada di depan ruangan yang akan ia tuju.



Rafi pun bingung, dia lagi memikirkan bagaimana cara nya dia masuk tanpa harus bertatap muka sama Ayu.



"Rafi" teriak Raka yang tanpa sengaja melihat Rafi yang seperti nya lagi kebingungan.

__ADS_1



Rafi pun membelakangi Raka dan Ayu mengabaikan panggilan dari Raka.


__ADS_2