Nikah Paksa

Nikah Paksa
Aku ngga Bisa


__ADS_3

"Kak maafkan aku, selama ini aku telah membuat kak Andre selalu menunggu, aku telah membuat kak Andre merasa di gantung dengan hubungan ini, semoga kakak bahagia dengan nya" kata Siska sambil menatap ke arah Andre dengan mata yang terus mengeluarkan air mata.



Siska pun beralih ke arah Tasya, "Semoga kamu bahagia dengan kak Andre, jaga selalu kak Andre, jangan kamu sakiti hati kak Andre" kata Siska lalu membalik kan tubuh nya.



"Ayo Wi, kita pulang, sudah selesai semua nya" kata Siska yang sudah ngga tahan lagi dengan semua ini.


*


*


"By, mereka ko lama sekali ya? Kata Ayu sambil menidurkan Byan.


"Udah biarin saja, mungkin Tasya lagi memperpanjang sandiwara nya" jawab Raka.



"Kasihan Siska nya lo By? Tadi aja udah nahan nangis gitu" kata Ayu.



"Ya suruh siapa nerima lamaran aja susah amat" jawab Raka sambil membaringkan tubuh nya dengan kepala di atas paha Ayu.



" Aby juga susah dan lama nerima aku jadi istri Aby" kata Ayu sambil mengelus rambut Raka.



"Kenapa jad bahas kita Yang? Dah lah jangan bahas masa lalu, mending pikirin gimana ni permen cepat habis nya dengan satu hari cuma satu permen saja" jawab Raka sambil meraih permen yang di berikan ayah nya.



"Ya ngga usah di pikirin juga By, nanti juga kalau udah waktu nya tuh permen habis juga" jawab Ayu sambil tersenyum.



"Kamu tega Yang" rengek Raka, Ayu cuma menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.



"Kenapa suami ku yang ganteng ini sekarang seperti anak kecil ya? Gumam bathin Ayu sambil terus mengelus rambut Raka dengan lembut.



"Permisi, selamat sore pak,, bu," kata suster bersama seorang dokter wanita yang membantu Ayu melahirkan, mereka masuk setelah mengetuk pintu dahulu.



Raka yang lagi tiduran di paha istri nya pun langsung bangun dan duduk di samping istri nya.



"Bagaimana keadaan ibu sekarang? Tanya dokter pada Ayu.



"Alhamdulilah segeran dok, ngga ada keluhan apa-apa, cuma keluhan nya di pu ting saja, sakit pas di hi sap baby Byan" kata Ayu.



"itu hal yang wajar dan biasa untuk wanita yang pertama kali me nyu sui baby nya" kata dokter sambil memeriksa Ayu.


__ADS_1


"Gimana ASI nya banyak ngga bu? Kalau misalkan kurang banyak, ibu konsumi sayur-sayuran dan buah-buahan ya bu? tanya dokter.



"Bagus alhamdulilah banyak dok" jawab Ayu.



"Bagus, tekanan darah dan hasil lain nya juga bagus, ibu besok sudah bisa pulang" kata Dokter.



"Wah baby Byan ganteng ya, mirip papah nya? Dia ngga rewel kan? dokter pun beralih ke Byan.



"Harus dong dok, kalau mirip orang lain nanti saya emosi" jawab Raka yang mendapat pukulan di bahu oleh istri nya.



Dia anteng dok, rewel nya dikala lapar saja" jawab Ayu.



Dokter dan para suster tersenyum mendengar jawaban dari Raka.


*


*


Laura pun membereskan meja kerja nya, lalu menatap pintu ruangan Raka.


"Pak Raka kamu dimana? Aku sudah kangen berat ini, ah pak Raka pesona mu membuat aku sungguh gila, aku rela walau cuma satu malam saja. asalkan malam itu di lalui kita berdua di sebuah hotel mewah, kita dinner berdua, kita dansa dengan suasana yang romantis, dan kita akhiri di atas kasur king size yang ada di hotel itu, betapa beruntung nya aku andai semua itu terjadi pada ku, dan aku mengharapkan tumbuh janin di rahim ku dan itu darah daging mu pak Raka" gumam bathin Laura sambil membayang kan nya.



*


*


Andre pun menarik tangan Siska yang mau melangkah kan kaki nya.


"Mau kemana? Kita belum selesai" kata Andre sambil menarik Siska ke dalam pelukan nya.



"Lepaskan aku kak, aku mohon" kata Siska yang berusaha melepaskan pelukan nya Andre.



Jujur dalam hati Siska, ini lah yang dia ingin kan, pelukan dari Andre lah yang dia harap kan, tapi Siska ngga mau di cap sebagai pengganggu hubungan orang yang jelas-jelas sudah tertanam benih Andre.



"Aku ngga akan melepaskan nya sebelum masalah ini selesai" kata Andre.



"Kita udah selesai kak, kakak harus bertanggung jawab sama dia, anak yang ada di dalam kandungan nya sangat membutuh kan kakak" jawab Siska.



Dewi dan Tasya hanya berdiri sambil menatap kearah mereka berdua, Dewi dengan tatapan yang ngga mengerti nya dengan sikap kedua nya,sedangkan Tasya dengan tatapan kemenangan nya.



"Diantara kita belum selesai sayang? Jadi, mau kah kamu menikah dengan ku bulan ini? Tanya Andre sambil memeluk erat Siska dengan pandangan menatap ke arah Siska.

__ADS_1



"Kamu jangan gila kak, aku ngga mau menikah dengan orang yang sudah menanam benih nya di rahim wanita lain" teriak Siska.



"Tapi dia,,,,,,,,," Belum sempat Andre menjelaskan siapa Tasya sebenar nya, Tasya sudah memeluk Andre dari belakang.



"Mas, terus kita bagaimana? Tanya Tasya dengan nada manja.



Dewi dengan menahan amarah nya ingin sekali menjambak Tasya, tapi dia masih sadar kalau nanti nya dia yang kena marah Siska dan Andre, jadi yang di lakukan Dewi hanya diam dengan tatapan penuh dengan kebencian.



"Mas lepaskan aku, peluk saja dia" teriak Siska sambil meronta ingin di lepaskan.



"Sudah lah dek, dia juga sudah minta maaf dan mengakui nya, kamu ini jahil nya kelewatan" kata Andre pada Tasya.



Siska dan Dewi pun seketika mencerna perkataan Andre.



"Lagian aku gemez sama cewek mu bang, susah amat nerima lamaran doang" jawab Tasya sambil melepas kan pelukan nya pada Andre.



"Kalian? Siapa sebenar nya dia kak? Tanya Siska sambil menatap mata Andre.



"Sebelum kakak menjelaskan siapa dia, kaka mau tanya sekali lagi, mau kah kamu menikah dengan kakak bulan ini? Tanya Andre penuh harap.



"Terima saja, kalau ngga di terima kamu akan menyesal seumur hidup kamu" jawab Tasya.



"Dek, diam dulu kenapa, kapan dia mau jawab nya kalau kamu ganggu terus" kata Andre.



Dewi pun penasaran dengan Tasya, lalu mendekati Tasya dan berbisik, "Kamu saudara nya kak Andre ya? Bisik Dewi.



Tasya pun mengangguk dan menempelkan jari telunjuk di bibir nya.



Siska pun terdiam dalam pelukan Andre, lalu menatap mata Andre dalam-dalam.



"Bagaimana? Sekali lagi kakak bilang, mau kah kamu menikah dengan kakak bulan ini? Tanya Andre.



Siska pun menggeleng kan kepala nya, "maaf kan aku kak, aku ngga bisa"

__ADS_1


__ADS_2