Nikah Paksa

Nikah Paksa
Bukti cctv


__ADS_3

Raka yang lagi marah sama Yulia pun ucapan nya terhenti karena ada telepon yang masuk, Raka melihat ke layar ponsel nya dan tertera kontak sayang, Raka pun tersenyum lalu menggulir icon warna hijau di ponsel nya, dan mengabaikan Yulia untuk sesaat.



"Kenapa Yang? Udah pulang belum? Apa mau Aby susul ke mall? Tanya Raka dari seberang telepon.



"Mas Raka ini saya Siska mas, Ayu,,,,,,,,,,,,,,," Siska pun menceritakan semua kejadian pada Raka tentang hilang nya Ayu selepas izin ke toilet.



"Berikan ponsel nya ke satpam" teriak Raka yang kesal dengan kesombongan satpam mall tersebut.



"Pak ini pak Raka pengen ngomong langsung sama bapak" kata Siska sambil memberikan ponsel milik Ayu kepada satpam mall itu.



"Iya hallo pak? Ada yang bisa saya bantu? Tanya satpam dengan so ramah yang di buat-buat.



"Tadi aja so berkuasa, sekarang baru dengar suara nya mas Raka aja sudah keluar keringet, sukurin lo" gumam Dewi yang masih sempat terdengar oleh NIsa dan Siska.



"Izinkan mereka melihat cctv nya kalau tidak saya pecat sekarang juga" teriak Raka yang membuat Yulia yang masih ada di ruangan Raka pun ikut terkejut.



"Ba,,,baik pak akan saya lihat kan ke mereka" jawab pak Satpam dengan ketakutan dan keringat yang sudah keluar dari kening nya, lalu memberikan kembali ponsel milik Ayu kepada Siska.



"Breng sek siapa yang berani menculik istriku, siapa pun kamu aku tidak akan membiarkan kamu hidup bebas" teriak Raka sambil memukul meja kerja nya.



Yulia pun hanya menunduk karena ketakutan melihat Raka lagi tinggi emosi nya.



"Sudah kamu pergi saja, urusan kita belum selesai, saya mau mencari istri saya" kata Raka sambil berdiri lalu pergi meninggalkan Yulia yang masih mematung di ruangan Raka.



"Apa Rafi yang menculik istrinya pak Raka? Secara tadi dia mengikuti mobil nya pak Purnama" gumam batin Yulia.



"Gimana pak? Sekarang udah percaya kan sama omongan saya? Tanya Siska sedikit kesal.



"Iya maaf no, saya kira non cuma memanfaatkan nama pak Purnama, mari saya perlihatkan rekaman nya" ajak satpam.



Mereka berempat pun tanpa berkedip melihat rekaman cctv di layar monitor, hingga tiba rekaman tersebut memperlihatkan Ayu yang lagi berjalan masuk ke toilet.


__ADS_1


"Itu Ayu" teriak Dewi, "Diam dulu Wi, jangan teriak-teriak" kata Nisa.



Ada seorang pria yang pakai masker dan hodie hitam menunggu di pintu toilet perempuan.



"Lihat deh itu kan cowok yang aku tunjukkin ke kalian pas ngantri di tiket tadi" kata Dewi.



"Iya benar itu cowok tadi yang ikut ngantri beli tiket" sambung Nisa.



Tidak lama cctv memperlihatkan Ayu keluar dengan dipeluk cowok yang pakai masker tadi.



"Itu Ayu yang dipeluk pria itu, karena ngga ada yang masuk lagi setelah Ayu dan itu baju yang Ayu pakai tadi" kata Nisa.



"Ya ampun Ayu di bawa siapa itu? Gimana kita menjelaskan nya sama pak Raka? Kata Siska sambil menangis dan dipeluk oleh Dewi dan NIsa.



Raka pun setengah berlari menuju lift, Sebelum lift tertutup, Andre pun datang.



"Bro tunggu aku ikut kebawah sekalian" teriak Andre sambil sedikit berlari menghampiri Raka yang sudah menunggu nya di dalam lift.




"Ayu hilang di mall, gue mau ke sana sekarang" jawab Raka yang kelihatan marah.



Raka pun terkejut mendengar penuturan Raka, "Aku ikut, kita cari bersama-sama" kata Andre yang terlihat khawatir akan hilang nya Ayu yang sudah dianggap nya kakak ipar.



Mereka pun kini sudah berada di dalam mobil dengan Andre yang mengemudi, Andre takut ada apa-apa kalau Raka yang mengemudi.


*


*


*


Pria itu membawa Ayu masuk kedalam rumah kosong, yang jauh dari lingkungan warga.


"Masuk, dan jangan coba-coba untuk kabur dari sini, kalau tidak aku akan membunuh kamu" pria itu pun mengancam nya.



"Perasaan suara nya aku kenal, tapi siapa ya? Gumam batin Ayu sambil menatap kearah pria bermasker itu.


__ADS_1


"Siapa kamu, ada masalah apa kamu sampai kamu menculik saya? Kata Ayu setelah lakban yang menutup mulut nya dibuka oleh pria itu, Ayu pun memancing pria tersebut untuk berbicara lagi.



"Kamu ngga mengenali aku? Sekian lama kita bersama dan kamu semudah itu melupakan aku? Mana janji kamu dulu untuk kita hidup bersama mana......" teriak pria itu lalu membuka penutup kepala dan masker nya.



"Mas Rafi? Gumam Ayu dan sedikit shock melihat orang yang menculik nya.



"Ya ini aku, ternyata kamu masih ingat dengan wajah ini, aku rela terbang dari Ln kesini untuk menemui kamu dan besok aku akan ajak kamu ke Ln untuk menyaksikan aku wisuda.



"Maafkan aku mas Rafi, aku dipaksa nikah sama bapak, dan tolong lepaskan aku, suamiku pasti bingung men cari ku" kata Ayu sambil menangis.



"Jangan sebut-sebut suamimu dihadapan ku, dia tidak berhak memiliki mu" teriak Rafi.



"Terus yang berhak memiliki aku siapa? Kamu? aku malah bersyukur dinikahkan dengan mas Raka, kalau lihat kelakuan kamu seperti ini" Ayu pun berteriak dan meluapkan emosi nya.



"Aku begini juga gara-gara kamu, kenapa kamu harus menikah dengan pria lain selain aku? Kenapa kamu tidak menolak pernikahan paksa itu" Teriak Rafi.



Ayu pun memeluk kedua kaki nya sambil menangis dan berharap secepatnya suami dan para sahabat nya menemukan dirinya.



'Aby,,,, tolong aku, aku takut" gumam batin Ayu sambil terus menangis.



"Kenapa diam, jangan harap kamu bisa bebas dari aku, dan besok kita akan meninggalkan kota ini selama-lama nya, kita akan hidup bahagia berdua di Ln" teriak Rafi.



"Aku mau beli makan dulu, kamu jangan macam-macam dan jangan berusaha untuk kabur dari sini" Rafi pun mengancam Ayu lalu meninggalkan Ayu sendirian di dalam rumah kosong tersebut.


*


*


*


Yulia pun mengecek gps di layar ponsel nya, dia teringat kalau pas ketemu dan bercinta kemarin Yulia sempat mengaktifkan gps nya Rafi.Yulia pun melihat titik dimana Rafi berada.


Ini posisi nya ko jauh dari pemukiman warga, jangan-jangan memang benar kalau Ayu istrinya pak Raka adalah mantan nya yang selalu dia damba kan" gumam Yulia, lalu pergi ke toilet karena rasa mual di dalam perut nya.



"Kenapa akhir-akhir ini aku mual dan cepat lelah ya? Ya ampun aku bulan ini tidak dapat menstruasi, apa jangan-jangan aku,,,,,,,,,," gumam Yulia, lalu pergi dari toilet.



"Aku harus mampir dulu ke apotek, buat mastiin" gumam Yulia sambil terus melangkah ke luar perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2