Nikah Paksa

Nikah Paksa
Syukuran empat bulanan Ayu


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana syukuran empat bulanan Ayu di laksanakan. Kerabat, saudara, sahabat bahkan anak-anak panti asuhan sudah pada berkumpul di kediaman pak Purnama.



Hari ini rumah besar pak Purnama sangat ramai, apalagi di tambah kehadiran para sahabat Ayu.



Acara pengajian pun dilakukan dengan khidmat dan khusuk, mereka mengaji dan berdo\*a bersama di pimpin oleh bapak ustadz untuk para pria dan ustadzah untuk perempuan.



Hingga acara pun selesai dengan di akhiri pembagian makanan dan uang yang sudah di masukan ke amplop.



Anak-anak panti kelihatan sangat bahagia sekali mendapat kan makanan dan sebuah amplop dari keluarga pak Purnama, hingga bibir nya pada menyunggingkan senyuman bahagia.



Satu per satu mereka pun kembali ke rumah nya masing-masing termasuk anak-anak panti pun sudah kembali ke panti asuhan nya.



Tinggal lah para sahabat lama pak Purnama dan Bu Santi, keluarga dari Ayu, beserta para sahabat Ayu yang masih berada di rumah nya pak Purnama.



"Bu kita pulang sekarang yuk? soalnya teman Rama sudah nungguin di rumah" ajak Rama.



"Siapa emang dek? tanya Ayu, "Teman kak mau belajar bareng di rumah" jawab Rama.



"Ya sudah kalau kamu di tungguin teman mu kita pulang saja sekarang" ajak Bu Yanti.



"Nak ibu pulang dulu ya? kapan-kapan ibu kesini lagi jenguk kamu, untuk beli perlengkapan bayi nanti saja kalau usia kandungan kamu sudah menginjak tujuh atau delapan bulan" kata Bu Yanti.



"Iya bu, eh By minta tolong anterin ke pak Asep dong" kata Ayu.



"Bentar Bu aku panggil kan dulu pak Asep, ibu pulang nya diantar lagi sama pak Asep" kata Raka lalu memanggil dan menyuruh pak Asep untuk mengantar kan mertua nya pulang



Bu Yanti dan pak Ramdan pun pamitan pada semua orang yang berada di situ, setelah pamit kepada semua nya Bu Yanti, pak Ramdan dan Rama pun pulang meninggal kan kediaman pak Purnama dengan diantar pak Asep.



"Maaf pak Raka, Bu Ayu dan semuanya saya pamit pulang sudah ada jemputan" kata Yulia sambil pamit kepada semua orang.



"Makasih ya mbak? maaf kalau jamuan dari kami kurang memuaskan" kata Ayu.



"Ngga ko ini lebih dari cukup, ya sudah saya pulang ya? Yulia pun pamit ke semua orang lalu pergi menghampiri Rafi yang sudah menunggu di ujung jalan.


__ADS_1


"Lama ya nunggu nya? Lo motor nya mana mas? Tanya Yulia pada Rafi.



"Mulai sekarang kemana pun kamu pergi aku antar pakai mobil ini" jawab Rafi sambil nunjuk ke arah mobil yang berwarna hitam.



"Ini mobil siapa mas? Tanya Yulia dengan wajah kaget nya.



"Mobil kita Yang, hadiah dari ayah buat anak kita, ya udah ayo kita pulang" ajak Rafi lalu membuka kan pintu mobil buat Yulia.


*


*


Selagi berkumpul dengan para sahabat nya datang lah seorang laki-laki dengan perawakan tinggi yang mempunyai wajah tampan dan hitam manis lengkap dengan seragam polisi nya.


Nisa yang kebetulan mau terima telepon di luar ngga tahu kalau ada seseorang yang mau masuk ke dalam rumah pak Purnama, akhir nya Nisa pun tanpa sengaja kepalanya membentur dada Fadil dan membuat ponsel yang dia pegang pun terjatuh.



Fadil yang sama-sama kaget pun langsung menahan tubuh Nisa dengan sebelah tangan nya memeluk pinggang Nisa, tatapan mereka beradu membuat ke dua nya salah tingkah.



"Maaf,,," kata Nisa sambil melepaskan diri dari pelukan Fadil lalu mengambil ponsel nya yang terjatuh.



"Ngga apa-apa, saya juga minta maaf karena sudah berani menyentuh anda" jawab Fadil.



"Its oke ini semua salah saya yang ngga lihat-lihat" jawab Nisa.




"Iya pak, bapak mau bertemu siapa? biar saya yang panggil kan" jawab Nisa dengan jantung yang sudah berdegup ngga karuan.



"Saya mau bertemu orang tua saya, katanya tadi beliau ada di sini" jawab Fadil.



"Oh iya pak semua nya lagi pada kumpul di taman belakang" kata Nisa.



"Kalau boleh tahu nama kamu siapa biar enak saya manggil nya, dan satu lagi jangan panggil saya bapak dong, saya kan bukan bapak kamu" protes Fadil sambil tersenyum.



"Alamak, senyum nya bikin hati ku meleleh, ibu tolong anak mu ini mau pingsan di pangkuan nya" gumam bathin Nisa.



"Halo apa kamu dengar saya? tanya Fadil sambil mengibas-ngibas kan tangan nya dihadapan Nisa



Nisa pun seketika tersadar dari lamunan nya, "Emm ..iya pak, kenapa? nama saya ya pak? nama saya Nisa pak Fadil" jawab Nisa sambil melihat name tag yang ada di baju Fadil di sebelah kanan nya.

__ADS_1



"Ko kamu tahu nama saya? kita kan belum kenalan? tanya Fadil.



"Itu nama bapak terpampang jelas di baju bapak" jawab Nisa.



Spontan Fadil pun melirik kearah baju nya, "Oh iya saya lupa kalau saya masih pakai seragam" jawab Fadil.



"Bisa ngga jangan panggil saya bapak, soalnya saya bukan bapak kamu" protes Fadil



"Oh ternyata kamu di sini, kita itu nungguin kamu dari tadi eh malah mojok sama pak polisi di sini" teriak Dewi yang membuat kaget mereka berdua.



"Apa sih Wi, pak Fadil ini mau ketemu orang tua nya, tadi dia nanyain" kata Nisa sambil melirik ke arah Dewi



"Alah modus pasti nya juga, terus kenapa belum masuk juga? tanya Dewi



"Ini juga mau masuk mbak, Nis tolong antar kan saya bertemu pak Dodi ya?" ajak Fadil.



"Pak aku ini bukan mbak mu, lagian kita juga ngga beda jauh umur nya, jadi panggil Dewi saja" kata Dewi



"Saya juga bukan bapak mu jadi jangan panggil saya bapak, kan umur kita juga ngga jauh" Fadil pun membalik kan kata-kata Dewi.



Dewi yang mendapat serangan balik kata-kata dari Fadil pun hanya tersenyum malu.



"Sudah,,,sudah,, bakal ngga kelar-kelar ini urusan kalau ngebahas panggilan terus" Nisa pun memutus kan perdebatan mereka.



"Ayo pak saya antar ke dalam menemui pak Dodi" ajak Nisa.



Fadil pun mengikuti langkah Nisa ke dalam dan langsung membawa Fadil ke taman yang berada di belakang rumah.



"Maaf pak mengganggu ada anak bapak mencari bapak" kata Nisa pada pak Dodi.



Pak Dodi pun menoleh, "Fadil sama siapa kesini? Tanya pak Dodi.



"Ini Pak sama Nisa calon mantu bapak" jawab Fadil sambil melirik ke arah Nisa.

__ADS_1



"Apa sih pak, kita aja baru ketemu" jawab Nisa dengan wajah memerah nya.


__ADS_2