
Siang itu Yulia memohon dengan sangat kepada Raka untuk dirinya di pertemukan dengan Ayu.
"Pak Raka saya mohon izinkan saya untuk bertemu dengan Ayu pak" Yulia pun memohon dengan menahan air mata nya.
"Mau apa kamu bertemu dengan istri saya? tanya Raka.
"Saya hanya ingin bicara sesama perempuan Pak, saya janji setelah saya bertemu dengan istri bapak saya ngga bakalan mengganggu nya lagi" Lolos sudah air mata yang di pertahan kan Yulia, sambil mengatupkan kedua tangan di dada nya Yulia pun memohon sama Raka.
Sungguh Raka tidak tega melihat Yulia seperti itu, bagaimana pun yulia tidak bersalah dalam hal ini dan juga Yulia sudah membantu dirinya untuk menemukan istri nya.
"Baik lah jam makan siang kamu ikut saya pulang ke rumah, karena habis makan siang kita di panggil ke kantor polisi" Akhir nya Raka mengajak Yulia bertemu dengan istri nya.
"Terima kasih banyak pak, baik kalau begitu saya akan menyelesaikan pekerjaan ini dulu" jawab Yulia lalu pergi meninggalkan Raka.
Dalam hati, Yulia senang karena dirinya mau bertemu dan bicara dengan Ayu, tapi di hati nya juga tersimpan rasa was-was karena takut Ayu tidak mau menemui nya.
*
*
*
Di kampus Siska, Nisa dan Dewi lagi nunggu jemputan Andre.
"Kak Andre dah jalan belum Sis, kalau belum kita ngadem aja di sana yuk? Kata Dewi sambil menunjuk pohon besar yang ada di depan kampus.
"Ya udah ayo kita nunggu nya di sana aja" jawab Siska lalu mereka pun berjalan menuju tempat yang di tunjuk oleh Dewi.
"Hai para ladies, Ayu kesayangan nya aku kemana? ko beberapa hari ini ngga kelihatan? Tanya Faisal yang masih mengejar-ngejar Ayu.
"Kesayangan,,,,kesayangan,,, pala lu, sampai kapan pun Ayu ngga bakalan jadi milik play boy cap kabel kayak lo" teriak Dewi.
"Eh se kate-kate lo bilang Ayu ngga bakalan jadi milik gue, pesona gue itu ngga pernah luntur buat para cewek" jawab Faisal dengan gaya narsis nya.
"Huh narsis lo" teriak mereka bertiga.
Andre pun datang dengan membunyikan klakson mobil nya.
Mereka semua menatap ke arah mobil Andre termasuk Faisal.
__ADS_1
"Wah pangeran nya kamu udah datang tuh" kata Dewi sambil menyenggol tangan Siska.
"Apaan sih Wi" Siska pun tersipu malu, sedang kan Faisal hanya menatap ke arah Andre.
"Siapa ni cowok, wah bakal jadi saingan gue" gumam batin Faisal.
Siska, Nisa dan Dewi pun masuk ke dalam mobil dan meninggal kan Faisal sendirian.
"Maaf ya Faisal play boy cap kabel, kita pergi dulu sama babang ganteng, bye Faisal" teriak Dewi dari dalam mobil sambil melambai kan tangan nya.
Andre pun membunyi kan kembali klakson nya lalu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Wah kalian semua cewek rese ya, selalu berakhir seperti ini, nasib nasib" gumam Faisal lalu pergi melajukan motor nya.
"Kalian udah pada makan siang belum" tanya Andre.
"Belum kak, padahal aku ini udah kelaparan lo" jawab Dewi dengan muka melas nya.
"Huh dasar biang makanan lo" jawab Nisa sambil menepuk pundak Dewi.
"Kaya lo ngga aja, padahal ya kak kalau udah liat makanan dia sama aja ma aku, malah lebih dari aku lo" jawab Dewi.
"Sudah,, sudah,, kita makan dulu, pokok nya kalian makan sepuas kalian biar aku yang bayar" Andre pun menengahi perdebatan antara Nisa dan Dewi.
"Nah gitu dong itu baru kakak kita" jawab Dewi dengan senyuman yang mengembang.
Siska yang duduk di depan cuma tersenyum melihat tingkah ke dua sahabat nya itu.
*
*
*
Raka dan Yulia pun sedang dalam perjalanan menuju rumah Raka, dengan diantar sopir perusahaan, Raka tidak mau nanti nya jadi fitnah dan tidak mau istri nya salah paham kalau mereka semobil berdua.
Raka yang duduk di depan dan Yulia duduk sendiri di belakang, sepanjang perjalanan mereka hanya membahas bisnis dan sekitar perusahaan saja.
Mereka pun sampai di rumah Raka, di depan sudah ada Ayu sang istri yang lagi menunggu diri nya.
__ADS_1
Ayu menyambut suami nya dengan senyum manis di bibir nya, begitu melihat Yulia turun dari mobil suami nya, senyuman Ayu langsung sirna.
"Hai sayang nya Aby" teriak Raka sambil menghampiri lalu memeluk Ayu dengan mesra.
"Pantas saja pak Raka sampai marah sama mas Rafi, kelihatan sayang banget sama istri nya" gumam batin Yulia sambil berjalan menghampiri Ayu.
"Kenapa tante itu ikut ke sini mas? bisik Ayu lalu melepaskan pelukan nya.
"Siang bu Ayu" kata Yulia sambil membungkuk kan badan nya.
"Siang" jawab Ayu datar.
"Silahkan duduk dulu Yul" kata Raka, Yulia pun mengangguk lalu duduk.
"Sebentar ya Yul, kamu tunggu dulu di sini" kata Raka sambil menarik tangan Ayu ke dalam rumah.
Yulia pun mengangguk, "Lihat dari sikap nya kayak nya aku ngga bakalan bisa meluluhkan hati nya, kamu sabar ya nak, do*a kan tante ayu mau memaafkan ayahmu biar hukuman Ayah mu ngga terlalu berat" gumam batin Yulia sambil mengelus perut nya.
"Yang ikut aku dulu sebentar" Raka pun menggandeng tangan Ayu.
"Dengarkan aku Yang, Yulia kesini minta ketemu sama kamu, dia mau bicara kata nya sama kamu" kata Raka dengan suara lembut.
"Emang dia mau bicara apa? Apa dia mau menghina aku lagi" kata Yulia.
"Ngga sayang, dia ngga bakalan berani menghina kamu lagi, ya sudah sekarang kamu temuin dia saja biar tahu apa mau nya dia, biar Aby yang temenin kamu, Aby akan selalu menjaga istri Aby yang cantik ini" Raka pun merayu Ayu supaya Ayu mau menemui Yulia.
Ayu pun tersenyum lalu mencubit hidung nya Raka, "Aby ini bisa aja buat hati ku meleleh" jawab Ayu sambil tersenyum.
"Ibu mana Yang? Tanya Raka sambil melirik ke setiap sudut rumah.
"Lagi tidur siang di kamar nya" jawab Ayu, "Ya udah, ayo mas kita temuin sekertaris sexy mu itu" jawab Ayu sambil menarik tangan nya Raka.
"Ekhem,,," AYu pun ber dehem dan membuat Yulia melihat ke arah Ayu lalu berdiri.
"Duduk saja mbak, oh iya mbak kesini mau nemuin Ayu ada keperluan apa? Tanya Ayu sambil duduk di hadapan Yulia.
"Maaf non, mengganggu, ini minuman nya" kata bi Asih sambil menata minuman dan cemilan di meja.
"Makasih bi" jawab Ayu, bi Asih pun mengangguk, lalu bi Asih pun kembali ke dapur.
__ADS_1
"Maaf bu sudah mengganggu jam istirahat nya ibu" Yulia pun membuka obrolan.