
Ke dua pria bertato itu pergi meninggalkan Faisal sama Dewi dengan tertatih-tatih dan jalan nya membungkuk karena sakit di bagian perut nya.
Faisal pun membalik kan badan nya melihat Dewi yang lagi duduk memeluk ke dua lutut nya sambil menangis, Faisal pun membuka jaket nya lalu berjongkok dan menutupi tubuh bagian atas Dewi.
"Pakai jaket ku, kamu sudah aman sekarang" kata Faisal lembut
Mendengar suara Faisal Dewi pun menengadah kan kepalanya lalu memeluk Faisal dengan erat.
"Aku takut Sal, aku takut" kata Dewi sambil terus menangis
"Sudah jangan menangis lagi, kamu sudah aman, ayo pakai jaket ini, aku antar pulang" jawab Faisal sambil memakai kan jaket nya ke tubuh Dewi.
"Makasih banyak Sal, makasih kamu telah menolong aku" kata Dewi sambil memegang erat tangan Faisal.
Jantung Faisal berdegup sejak Dewi memeluk nya, dan sekarang Dewi memegang tangan nya erat, keringat pun mulai bercucuran di dahi Faisal, dia grogi bercampur deg deg gan.
"Sama-sama, ya udah ayo ku antar pulang" ajak Faisal sambil menarik tangan Dewi menuju motor nya
"Sal? Dewi pun memanggil Faisal setelah melihat luka kecil di bibir nya.
"Ya, kenapa Wi? tanya Faisal sambil kembali membalik kan tubuh nya dan menatap ke arah Dewi
"Ini,,,,,,pasti sakit sekali, maafkan aku ya telah membuat kamu terluka" kata Dewi sambil menyentuh sudut bibir Faisal yang sedikit terluka
"Ngga apa-apa Wi, bagi seorang pria ini sudah biasa" jawab Faisal sambil memegang tangan Dewi yang sedang menyentuh bibir nya
"Terluka di bagian bibir ngga terlalu sakit di banding aku memendam rasa pada kamu Wi" gumam bathin Faisal yang masih menatap Dewi
Faisal dan Dewi pun saling menatap, ada geleyeran aneh di hati ke dua nya, jantung mereka pun berdegup kencang seperti naik Roller coaster.
"Atas nama Dewi apriliyani? tanya ojek online yang sempat Dewi pesan tadi.
Mereka berdua pun menoleh ke arah suara, dan nampak lah seseorang yang memakai jaket dan helm warna hijau nya.
"Iya pak, tapi maaf saya membatalkan pesanan nya dan ini ongkos ganti nya buat bapak, maaf ya pak" jawab Faisal sambil memberikan uang selembar berwarna merah.
"Ini kebanyakan mas" kata ojek online tersebut.
"Ngga apa-apa pak ambil saja" kata Faisal.
__ADS_1
"Kalau begitu makasih banyak mas" jawab ojek online itu lalu pergi meninggalkan Faisal dan Dewi.
"Kenapa di batalin Sal, terus aku pulang nya gimana? tanya Dewi.
"Ya sudah ayo ku antar pulang" ajak Faisal sambil naik ke atas motor nya.
"Tapi kamu ngga pakai jaket, nanti kamu sakit" kata Dewi
"Sudah ayo, ngga apa-apa aku sudah biasa" jawab Faisal lalu memasangkan helm nya ke kepala Dewi
Dewi pun naik ke atas motor Faisal, tapi sudah beberapa menit Faisal belum melajukan motor nya.
"Sal kenapa masih diam, kamu masih nunggu siapa? tanya Dewi
"Aku lagi nungguin cewek yang duduk di belakang pegangan, soalnya kalau ngga pegangan takut jatuh nanti nya" jawab Faisal dengan sedikit senyuman nya.
Dewi pun perlahan memegang ujung kaos nya Faisal kiri dan kanan.
"Kalau pegangan nya seperti ini sama saja dong Wi, yang bener itu begini kalau pegangan lagi di bonceng" kata Faisal sambil meraih ke dua tangan Dewi lalu melingkarkan di perut nya.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam dan sibuk dengan pikiran nya masing-masing hingga tidak lama mereka pun masuk ke pekarangan kontrak kan nya Dewi.
"Berhenti di depan Sal" kata Dewi sambil menuju ke depan kontrak kan nya
"Kamu ngontrak di sini Wi? tanya Faisal sambil membuka helm full face nya
"Iya, karena aku kan bukan asli sini, aku hanya ingin kuliah di sini dengan suasana baru aja" jawab Dewi
"Emang kamu asli darimana Wi? tanya Faisal sambil membuka helm yang di pakai Dewi
"Aku dari Surabaya Sal" jawab Dewi sambil mengambil kunci kontrak kan nya.
"Wah jauh juga ya? gimana aku nyamperin orang tua kamu nya? gumam Faisal.
"Apa Sal? ayo masuk" Dewi pun mem persilahkan Faisal masuk.
"Ngga apa-apa Wi" jawab Faisal lalu mengikuti Dewi masuk ke dalam kontak kan nya.
__ADS_1
"Enak juga ya kontrak kan nya bersih rapih dan juga lingkungan nya tenang ngga berisik" Faisal pun membuka obrolan nya
"Iya makanya aku betah di sini walaupun agak jauh ke kampus" jawab Dewi
"Bentar ya Sal aku mau ganti baju dulu, kamu tunggu di sini dulu ya? kata Dewi lalu pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian setelah mendapat angguk kan dari Faisal.
Setelah selesai Dewi mengganti pakaian nya, Dewi pun menemui Faisal dengan segelas minuman di tangan nya.
"Maaf Sal cuma segelas air yang hanya bisa aku suguh kan buat kamu" kata Dewi sambil menaruh gelas di atas meja tamu.
"Ngga apa-apa segini juga sudah alhamdulilah" jawab Faisal lalu meraih gelas dan meminum air nya
Selagi Dewi melihat Faisal yang lagi minum air yang dia suguhkan tiba-tiba ponsel nya berdering ternyata panggilan video call dari Nisa.
Dewi pun membiarkan nya dan hanya di lihat saja.
"Angkat saja ngga apa-apa, mungkin ada yang sangat penting" kata Faisal.
"Kalau gitu aku angkat telepon dulu ya" jawab Dewi lalu menggulir icon warna hijau.
"Eh Wi, Lo kemana aja sih di telepon dari tadi susah banget ngangkat nya" cerocos Nisa.
Dewi hanya diam sambil melihat ke layar ponsel nya.
"Ya elah ni anak malah bengong, oi Wi napa sih Lo, Lo ngambek ya? kita ngga masuk" Nisa pun terus bertanya.
Faisal yang melihat Dewi seperti itu pun mengambil alih ponsel Dewi dari tangan nya.
"Hai Nis" sapa Faisal sambil tersenyum.
"Elo? kalian? jangan bilang kalian habis ngapa-ngapa in ya? Lo apain sahabat gue hah" teriak Nisa dengan wajah serius nya.
"Lo tenang dong Nis, gue ngga ngapa-ngapain Dewi ko" jawab Faisal.
"Alah gue ngga percaya, buktinya kalian berduaan di kontrak kan" Nisa pun masih curiga dengan Faisal.
"Beneran Nis, gue hanya,,,,,,,,," belum juga Faisal melanjutkan perkataan nya Nisa sudah memotong nya dengan heboh.
__ADS_1
"Awas Lo ya kalau ngapa-ngapain sahabat gue, gue kejar Lo kemana pun Lo pergi" Nisa pun mengancam Faisal.