
Setelah mempersiapkan baju ganti, Ayu pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Terlihat Andre yang masih betah duduk di sofa dengan kue buatan Ayu.
"Ndre kamu mau nginep? Tanya Ayu yang sudah berada di ruang tamu, karena sebelum pergi ke dapur Ayu berniat menemani Andre di ruang tamu.
"Kayak nya iya deh kak soalnya aku males untuk pulang, apalagi mobil masih di bengkel" jawab Andre.
"Kenapa masih duduk disini bukan nya mandi, eh baju ganti nya pake aja punya mas Raka, kalau mau kakak ambilkan" kata Ayu.
"Ngga usah kak, kan aku juga punya kamar disini, baju ku pun masih tersimpan disini ko" jawab Andre.
"Jadi kamu juga ada kamar disini? Ko kakak ngga tahu ya? Tanya Ayu sdikit kaget.
"Ya gimana mau tahu orang kakak ngga pernah nanya" jawab Andre sekenanya.
Ayu pun tersenyum bersamaan Raka yang baru datang.
"Kalian berdua ngapain pake acara senyum-senyum segala" Raka sedikit cemburu melihat kehangatan diantara mereka.
"Cemburu ya? Tanya Andre sambil mendekati Ayu dan berbisik "Buat dia jatuh cinta secinta-cinta nya sama kakak ipar, oke? Bisik Andre dan Ayu pun cuma mengangguk dan tersenyum.
"Kalian ngapain? Sana lo mandi jangan deketin istri orang" Raka pun ngusir Andre
"Emang kalau gue deketin kakak ipar lo mau apa? Mau bunuh gue? Apa mau melepaskan kakak ipar? Tapi aku berharap nya sih kakak ipar dilepaskan, biar nanti gue yang mengikat kakak iparku yang cantik ini" Andre sengaja memancing Raka.
Sedangkan Ayu hanya diam melihat perdebatan antara Raka suaminya bersama sahabat nya itu.
"Ingat ya baik-baik, sampai kapan pun gue ngga akan melepaskan istri gue, paham! Jawab Raka dengan lantang.
Ayu yang mendengar dengan jelas omongan Raka pun tersenyum dan menunduk, lalu pergi meninggalkan mereka yang masih berdebat ke ruangan makan.
"Berarti lo sudah membuka hati lo sekarang sama kakak ipar? Tanya Andre, Raka pun mengangguk pasti.
"Ndre Ayu minta lanjut kuliah menurut lo gimana? Tanya Raka sambil duduk menghadap kearah Andre.
__ADS_1
"Kakak ipar minta kuliah? Terus lo kasih izin ga? Tanya Andre.
"Terpaksa gue kasih izin dia untuk kuliah, karena kalau tidak, dia ngga akan memaafkan gue sampai kapan pun" jawab Raka.
"Jadi cerita nya kalian udah baikan nih? apa gue bilang, kakak ipar walaupun cuma dikasih bunga mawar pasti memaafkan lo apalagi kalau dikasih bunga bank" jawab Andre sambil tertawa.
Raka pun cuma tersenyum, karena apa yang dikatakan sama Andre benar.
Tak berselang lama Ayu menghampiri mereka berdua untuk makan malam bersama.
"Mas, makanan sudah siap, ayo makan? Ajak Ayu pada Raka.
"Jadi cuma dia aja yang diajak makan? Aku ngga, oh kakak ipar sejak kapan dirimu jadi jahat begini" kata Andre lebay.
"Lebay lu, kalau mau makan ya tinggal pergi keruang makan apa susah nya" jawab Raka sambil menghampiri istrinya.
"Ayo ndre mau makan dulu apa mau mandi dulu? Tanya Ayu pada Andre.
"Aku mau di nina boboin sama kakak ipar aja lah" kata Andre yang langsung berlari keruang makan.
Mereka pun makan malam bertiga, seperti biasa Ayu selalu menyiapkan nasi buat suami nya dulu, dan itu dilihat oleh Andre.
"Enak ya kalau punya istri apa-apa ada yang layanin, sampe bobo pun ditemenin, pasti ngga bakalan kedinginan" kata Andre sambil melihat kearah mereka berdua.
"Makanya nikah lo, masa jomblo terus" Raka pun meledek Andre sambil memulai makan nya.
"Percuma punya istri kalau tidur masih pisah" kata Andre dengan santai nya.
Raka yang baru mulai makan pun tersedak mendengar perkataan Andre barusan. "Uhukk,,,uhukkkk"
Dengan cekatan Ayu pun mengambilkan minum buat suaminya yang lagi tersedak.
"Pelan-pelan dong mas" kata Ayu sambil memberikan air munum pada Raka, Andre
yang merasa senang sudah mengganggu Raka pun hanya bisa tersenyum lalu menghabiskan makan nya.
__ADS_1
*
*
*
Karena waktu pun sudah malam mereka pun masuk ke kamar nya masing-masing. Ayu seperti biasa nyiapin selimut dan bantal buat ditata nya di sofa. Karena semenjak Ayu tinggal di rumah Raka dia tidur di sofa setiap malam.
"Mau ngapain kamu? Tanya Raka yang melihat Ayu membawa bantal dan selimut ke arah sofa.
"Ya mau tidur mas, mau apa lagi? jawab Ayu sambil melangkah kearah sofa dan merebahkan diri nya di sofa.
"Kamu ngga boleh tidur di sofa" teriak Raka, lalu menarik tangan Ayu agar Ayu bangun dari sofa.
"Terus Aku tidur dimana dong mas? Dilantai? Ya sudah kalau kamu ngga bolehin aku tidur di sofa aku tidur di lantai saja" jawab Ayu sambil merentangkan selimut dilantai.
Raka pun menarik selimut yang Ayu rentangkan dilantai dan melemparkan keatas kasur king size nya.
"Kamu adalah istriku jadi kamu harus tidur bersamaku mulai malam ini" jawab Raka sambil menatap kearah Ayu.
Ayu diam karena kaget dengan pengakuan Raka kalau dia adalah istrinya.
"Kenapa diam? Kamu ngga mau tidur sama aku ya? Tenang saja aku ngga bakalan ngapa-ngapain kamu sebelum kamu siap untuk jadi istriku seutuhnya" jawab Raka sambil menarik tangan Ayu menuju kasur mereka.
Ayu pun tidur disamping Raka, dan membelakangi nya, Ayu teringat ucapan ibu nya kalau seorang istri tidak boleh membelakangi suaminya dikala tidur karena dosa.
Ayu pun membalik kan badan nya lalu menatap langit-langit kamar, "Mas, boleh ngga besok aku pulang? Tanya Ayu.
"Appa,,,,pulang? Ngga kamu itu masih istri aku ngapain pulang" teriak Raka yang salah menafsirkan keinginan Ayu.
"Maksud mas? Emang aku ngga boleh pulang ke rumah orangtua ku ya? Padahal kan aku kangen sama mereka, aku cuma ingin menjenguk ibu saja" kata Ayu sambil bergetar karena menahan tangisan nya.
Raka yang baru sadar dengan keinginan Ayu pun meralat ucapan nya, "Maksud kamu cuma melepas kangen aja kan terus balik lagi kesini? Sungguh pertanyaan bodoh yang Raka ucapkan.
"Iya mas aku kan kesana cuma menjenguk ibu doang" jawab Ayu.
"Oh kalau gitu besok pagi mas antar sekalian ke kantor" jawab Raka.
Saking merasa bahagia Ayu pun tanpa sadar memeluk Raka "Makasih mas sudah mengizinkan aku menjenguk ibu" jawab Ayu sambil memeluk suaminya.
__ADS_1
Raka yang tiba-tiba di peluk Ayu pun hanya diam menikmati momen langka ini, Ayu pun yang sudah tersadar dengan kelakuannya langsung melepaskan pelukannya karena malu.