
Pagi hari nya Laura terbangun dan melihat ke arah samping nya ternyata sudah kosong, sudah ngga ada siapa-siapa.
Laura pun tersenyum penuh dengan kemenangan lalu pergi ke kamar mandi dan mengambil camera yang dia pasang sebelum nya.
"Akhir nya aku mendapat kan kamu pak Raka, aku udah ngga sabar melihat reaksi kamu sekarang" gumam Laura sambil pergi meninggalkan kamar nya.
*
*
Flashback.
Andre melihat Risky membawa Raka ke sebuah kamar, Andre pun langsung mengikuti nya dari arah belakang.
"Mau di bawa kemana Raka? Awas lo ya kalau terjadi apa-apa sama Raka, gue ngga bia kasih ampun lo" gumam bathin Andre sambil terus mengikuti langkah Risky an Raka.
"Nah ini kamar nya, lo masuk aja gue panggil kan Andre dulu" kata Risky lalu pergi meninggalkan Raka di depan pintu kamar Laura.
Andre pun dengan sigap langsung membawa Raka ke arah lain dan bertemu dengan pelayan club yang melintas di depan ruangan.
"Lo masuk ke kamar itu tapi lo jangan mengeluarkan suara apa pun, kalau bisa lo harus menutup wajah mu" bisik Andre lalu memberikan beberapa lembar uang yang membuat pelayan itu senang bukan main.
"Oke bos" jawab pelayan itu lalu masuk ke dalam ruangan dan ngga lupa dia pun memakai masker.
Begitu masuk karena suasana nya gelap, pelayan itu pun langsung membuka masker nya, dan betapa kaget nya dia, ternyata ada seorang wanita dan langsung menyerang dirinya.
"Rezeki malam ini, ngga boleh di lewatkan, sudah dapat duit, dapat tidur pula sama cewek secara gratis sampai puas" gumam bathin pelayan itu.
Andre pun membawa Raka keluar lewat pintu belakang club itu setelah melihat pelayan bayaran nya masuk ke dalam kamar.
Kini Andre dan Raka sudah berada di dalam mobi dengan Andre yang mengemudi.
"Lo kenapa? Ada apa dengan lo? Lo kan ngga minum? Kata Andre sambil mengemudi.
__ADS_1
Seperti nya ada yang memasukan sesuatu dalam jus itu, tolong gue Ndre, gue udah ngga tahan lagi" kata Raka sambil mengelus tangan Andre.
"Diam lo, jangan sentuh gue, gue masih normal" teriak Andre sambil menepis kan tangan Raka.
"Ini ngga bener, gue harus cepat-cepat membawa lo ke depan istri lo, seperti nya mereka memasuk kan obat pe rang sang dalam jus itu" gumam Andre sambil mempercepat laju mobil nya.
Mereka pun sampai ke kediaman pak Purnama dan masuk ke halaman rumah nya setelah pak satpam membuka kan pintu pagar.
Dengan susah payah Raka berjalan karena menahan hasrat yang sudah sangat tinggi dalam tubuh nya.
"Kakak ipar tolong buka pintu nya" kata Andre sambil mengetuk pintu kamar Raka.
Ayu yang memang belum bisa tidur mendengar suara Andre yang mengetuk pintu pun langsung menghampiri pintu dan membuka nya.
"Kak tolong Raka, ada seseorang yang me masuk kan obat pe rang sang ke dalam jus nya" kata Andre sambil membawa masuk ke arah kasur.
"Besok aku cerita kan dan besok juga aku akan menangkap pelaku nya bersama Fadil, sekarang tolong Raka dulu ya kakak ipar, saya mohon" kata Andre lalu pergi dari kamar Raka.
Ayu pun menutup dan mengunci pintu kamar nya rapat-rapat, lalu memandang ke arah suami nya yang lagi tersiksa efek obat pe rang sang.
"Sebenar nya aku lagi marah sama kamu By, tapi melihat kamu tersiksa seperti ini, aku sebagai istri kamu merasa kasihan" gumam bathin Ayu sambil menghampiri nya.
"Tolong mandikan aku saja Yang, aku mohon aku sudah ngga kuat lagi" teriak Raka.
Ayu bukan nya membantu Raka ke kamar mandi, tapi Ayu malah membuka satu per satu baju dan celana Raka.
"Aku bantu kamu By, karena malam ini adalah malam terakhir aku melayani kamu" gumam bathin Ayu sambil terus membuka baju yang masih menempel di tubuh nya.
__ADS_1
Raka pun diam saja, karena Raka sudah ngga kuat untuk menahan nya lagi, Raka pun langsung men cum bu Ayu dengan begitu liar dan buas.
Ayu pun yang memang sudah lama ngga merasakan nya, mengimbangi permainan Raka hingga mereka berulang kali melakukan nya hingga Raka benar-benar ambruk dan tertidur di samping Ayu.
"Maaf kan aku By? malam ini adalah malam terakhir aku melayani mu, semoga kamu bisa sadar dan lebih dewasa lagi dalam menyikapi semua nya, tadi nya aku berharap kamu menjelaskan semua nya dan buat aku ngga jadi pergi meninggalkan kamu, tapi kamu malah pergi ke acara teman kamu, dan sekarang apa, kamu malah pulang dengan kondisi seperti ini, andai saja Andre ngga ada bersama kamu, kamu pasti sudah melakukan nya dengan wanita lain" gumam Ayu lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya dan siap-siap untuk pergi.
Ayu pun pergi ke dapur lalu membuat kan kopi buat ke dua satpam yang berjaga, dan tak lupa Ayu pun memasuk kan obat yang Tasya kasih.
"Pak minum kopi nya dulu" kata Ayu sambil memberikan dua gelas kopi.
"Aduh bu, kenapa malam-malam begini keluar dan repot-repot buatin kita kopi" kata pak Satpam sambil mengambil gelas kopi yang diberikan Ayu.
"Saya kebangun pak dan lihat bapak berdua kayak yang ngantuk, jadi saya buatin kopi aja" jawab Ayu sambil melirik ke arah luar, ternyata mobil yang mau membawa nya pergi sudah berada dan menunggu nya di depan.
"Makasih bu, ya sudah bu masuk lagi nanti pak Raka mencari ibu" pak satpam pun menyuruh Ayu masuk.
Ayu pun kembali masuk dengan hati yang bergetar dengan apa yang di lakukan nya malam ini.
"Kak, gimana? Kata Tasya pelan-pelan, Tasya sudah berada di depan pintu kamar nya menunggu kabar dari Ayu.
"Sudah beres tapi ngga tahu beraksi ngga tahu belum? bisik Ayu.
"Ya sudah kakak cepat bawa Byan ke kamar nya, aku akan cek lewat orang suruhan Alex" bisik Tasya lalu masuk ke dalam kamar.
Ayu pun menggendong Byan yang lagi tertidur lelap, lalu menatap ke arah Raka.
"Maafin aku By? Semoga ini semua jadi pembelajaran buat kamu" gumam Ayu lalu pergi meninggalkan Raka dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Dalam hati, Ayu ngga mau meninggalkan Raka, Ayu tahu dia ngga baik pergi tanpa izin suami nya, tapi sakit hati dan rasa kecewa Ayu dengan kelakuan Raka membuat tekad nya bulat untuk pergi dari Raka untuk sementara.