
"Kalian memang tidak menyadari keberadaan pria bermasker itu? Tanya Andre pada ketiga sahabat nya Ayu.
"Aku dari awal menyadari dia kak, soalnya dimana kita berada pria itu selalu ada, aku menyadari nya pas kita lagi antri beli tiket di bioskop" jawab Dewi.
"Terus kenapa kamu ngga hati-hati dan waspada? Kata Andre sambil menatap kearah Dewi.
"Ya kita kira cuma kebetulan saja, karena kan itu juga tempat umum" jawab Nisa.
Selagi mem bicara kan Ayu, Raka pun datang menghampiri dengan tergesa-gesa.
"Ndre aku barusan dapat telepon dari Yulia, katanya dia tahu Ayu berada dimana, dan Yulia bilang kalau orang itu mau bawa Ayu ke Ln besok" kata Raka.
"Sebentar, Yulia sekertaris kamu itu? Tahu darimana dia? Apa ada hubungan nya Yulia sama penculik itu? kata Andre.
"Apa jangan-jangan tante sombong itu terlibat dengan hilang nya Ayu? Teriak Dewi sambil menatap kearah mereka satu per satu.
"Yang dikatakan Dewi bisa saja benar, secara kenapa tante itu bisa tahu tempat dan juga bisa tahu kalau Ayu akan dibawa ke Ln besok" kata NIsa.
"Benar juga kata kalian, tapi kita pastikan dulu semuanya, gimana kalau sekarang kita samperin Yulia? Tanya Andre.
"Tapi kita kan ngga tahu rumah dia Ndre? Tanya Raka.
"Coba kamu telpon balik dia dan minta di share lock alamat nya, sekarang kita berangkat, kalian mau ikut apa tinggal disini? Tanya Andre sambil menatap kearah mereka bertiga.
"Kita ikut, secara kalau kita hanya diam disini juga ngga bisa tenang dan khawatir" jawab Siska.
"Ya sudah ayo kita berangkat semua" ajak Andre, sedangkan Raka dia berjalan sambil menghubungi no Yulia.
*
__ADS_1
*
*
Rafi pun sudah sampai ke rumah kosong dengan membawa sebuah koper dan makanan buat Ayu.
Rafi pun masuk kedalam kamar tempat disekap nya Ayu, dia masuk dan melihat Ayu sedang tertidur, padahal sebenar nya Ayu hanya pura-pura tidur setelah mendengar suara pintu terbuka.
"Yang ayo bangun, kamu harus makan dari siang kamu belum makan kan? kata Rafi, karena seharian ini Rafi mengikuti Ayu jadi dia tahu kalau Ayu belum makan dari siang.
Ayu tidak bereaksi, dia hanya diam sambil memejamkan matanya rapat-rapat.
"Ayolah bangun dan makan, kalau tidak aku ngga akan segan-segan meniduri kamu, biar suami mu membenci kamu selama nya" teriak Raka, dan itu membuat Ayu langsung terbangun dan mengambil makanan nya.
"Sebenar nya mau kamu itu apa? Kamu kan sudah tahu kalau aku sudah menikah, biarkan aku bahagia dengan suami ku, dan kamu juga harus bahagia dengan wanita kamu" kata Ayu sambil menatap kearah Rafi.
"Bahagia ku hanya dengan kamu, jadi mau tidak mau suka tidak suka besok kita ke Ln dan kita akan menetap di sana, sekarang kamu makan jangan coba-coba berontak apalagi mencoba untuk kabur" jawab Rafi.
"Kamu belum tahu siapa suami saya, dia pasti akan menemukan dan membebaskan saya dari kamu" teriak Ayu.
"Jangan mimpi kamu, karena semua itu ngga bakalan terjadi" teriak Ayu.
Rafi pun mendekati Ayu dengan senyuman smirk nya, dia terus dan terus mepet Ayu sampai tubuh Ayu terbentur dinding tembok, Rafi pun mengukung Ayu dengan kedua tangan nya.
*
*
*
Andre pun langsung menuju alamat yang di kirim Yulia, Andre melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, karena permintaan Raka.
"Cepetan dong Ndre masa bawa mobil saja lo kaya bawa becak? cerocos Raka.
"Eh lo liat ni kilometer nya, lagian juga ini macet, gimana mau jalan cepet-cepet" Andre pun kesal sama Raka yang mengatakan ngga bisa bawa mobil.
__ADS_1
"Sudah kak sabar, mas Raka juga tenang ya? Biar kak Andre nya fokus bawa mobil nya? Kata Siska kepada mereka berdua.
Raka dan Andre pun terdiam, Raka terus melihat ke layar ponsel nya dan memberikan arahan ke Andre, sedangkan Andre dia fokus dengan kemudi nya.
Tidak lama mereka pun sampai ke kontrak kan nya Yulia.
"Ini kan deretan rumah kontrak kan bro? Apa Yulia ngontrak di sini atau Ayu yang disekap disini? kata Andre sambil melihat ke sekeliling kontrak kan.
Yulia yang mendengar suara mobil berhenti di depan kontrak kan nya pun keluar.
"Pak Andre, pak Raka silahkan masuk" ajak Yulia dengan sopan.
Raka dan Andre pun masuk dan di ikuti ketiga sahabat nya Ayu,.
"Silahkan duduk dulu pak? Yulia pun mempersilahkan Raka duduk, karena tempat duduk nya hanya cukup untuk dua orang jadi yang duduk cuma Raka dan dirinya saja, sedangkan mereka berdiri di depan mereka berdua.
"Saya tidak mau bertele-tele, bagaimana kamu bisa mengaktifkan gps si penculik? Terus kenapa kamu bisa tahu kalau Ayu besok mau di bawa ke Ln? Apa kamu komplotan dari mereka yang menculik Ayu? Bilang saja berapa yang kamu minta pasti saya akan memberikan nya, asal Ayu kembalikan kepada saya dengan utuh tidak tergores sedikit pun" kata Raka tegas, dan menahan emosi nya.
"Ternyata pak Raka sangat mencintai Ayu, hingga dia rela memberikan apa pun asal Ayu kembali kepada nya" gumam batin Yulia.
"Kenapa kamu diam, ayo jelaskan sebelum saya menyeret kamu ke kantor polisi" teriak Raka.
"Sabar bro, pelan-pelan biar kita mendapatkan semua informasi nya" bisik Andre yang berada di samping nya Raka.
Raka pun melunak, "Saya mohon ceritakan dan tunjuk kan kepada saya dimana Ayu berada, ini sudah mau malam jangan sampai terjadi apa-apa sama istri saya, seandainya itu terjadi saya tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang" kata Raka pelan tapi penuh dengan ancaman.
"Saya kenal dengan orang yang menculik Ayu, dia adalah teman sekaligus mantan Ayu yang sakit hati karena di tinggal menikah sama Ayu, seandainya siang tadi bapak ngga bilang sama saya kalau Ayu itu istri bapak saya ngga bakalan tahu kalau Ayu yang sering diceritakan teman saya itu adalah istri bapak" Ayu pun terdiam untuk sesaat.
__ADS_1
"Terus tante tahu darimana kalau teman tante itu yang menculik Ayu? Apa tante melihat dan mendengar nya sendiri? Apa mungkin tante juga terlibat dalam penculik kan istri nya pak Raka? Dan membuat skenario seolah-olah tante tidak terlibat? Kata Dewi sambil menatap kearah Yulia, Jiwa-jiwa detektif Dewi muncul.