
Akhirnya tiba dimana hari ini adalah hari keberangkatan Raka dan Ayu ke Paris, hanya orang tua Ayu dan orang tua Raka saja yang mengantar ke Bandara, para sahabat Ayu ngga bisa ngantar karena ada kelas pagi, Andre pun ngga ngantar mereka karena ada meeting pagi, Rama yang izin sekolah nya hanya untuk ngantar kakak dan kakak ipar nya ke Bandara pun di izinkan keluarga nya, karena memang Rama belum pernah menginjak kan kaki nya di Bandara, jadi dia pengen tahu Bandara.
Mereka pun diantar oleh dua mobil dan unik nya Raka dan Ayu berbeda mobil, mereka ingin merasakan yang berbeda katanya, Raka semobil bersama keluarga nya dan AYu semobil bersama keluarga nya juga.
"Kak jangan lupa oleh-oleh nya ya? Kata Rama.
"Siap nanti kakak belikan tas warna ping" Ayu pun menggoda adik nya.
"IS apaan sih kak udah tas warna ping lagi" Rama pun protes.
"Dek ngga boleh gitu, namanya oleh-oleh apa pun di kasih nya ya terima saja" jawab bu Yanti.
"Ya tapi ngga warna ping juga bu" kata Rama sambil manyun.
Ayu yang melihat nya pun tertawa terbahak-bahak, "Kamu lucu lo dek kalau bibir nya seperti itu.
"Au ah kakak nyebelin" Rama pun merajuk.
"Ngga usah merajuk gitu kakak cuma becanda, masa adik kakak yang tampan dan macho ini pakai barang warna ping" kata Ayu.
"Bapak sama ibu mau di bawain apa? Tanya Ayu.
"Ibu sama bapak ngga mau di bawain apa-apa, kamu pulang selamat, sehat dan jangan lupa kasih kami kabar yang bahagia dengan adanya cucu kami di perut kamu. Itulah yang kami harap kan" jawab pak Ramdan yang di ikuti angguk kan dan senyuman dari bu Yanti.
"Keponakan ku harus cowok ya kak" kata Rama.
"Ngga ah kakak mau nya cewek" Ayu mulai menggoda adik nya lagi.
"Pokok nya Rama akan selalu ber do\*a meminta pada yang maha kuasa kalau keponakan Rama harus cowok" kata Rama kekeh.
"Kalau misalkan anak kakak cowok kamu mau kasih hadiah kakak apa? Tanya Ayu.
"Aku akan kasih hadiah kakak ucapan selamat" jawab Rama sambil tersenyum.
__ADS_1
"Huh ngga modal" jawab Ayu sambil memukul pelan bahu Rama.
Semua orang yang ada di mobil pun tertawa dengan kelakuan Ayu dan Rama termasuk sopir nya pak Hardian.
Sementara di mobil Pak Hardian, tidak jauh juga pembahasan nya dari bahas cucu.
"Nak mamah berharap sepulang nya kalian dari Paris membawa kabar bahagia buat kita" kata bu Santi.
"Do\*a kan saja mah, dan Raka akan terus berusaha mewujudkan ke ingin nan mamah dan papah" jawab Raka.
"Papah mau nya cucu papah cowok, biar bisa jadi penerus perusahaan nya papah" kata pak Hardian.
"No, tidak bisa harus mesti perempuan" teriak bu Santi.
Pak Asep yang menjadi sopir nya pun hanya geleng-geleng kepala mendengar perdebatan keluarga atasan nya.
"Mah,, pah,, mau laki-laki atau perempuan ngga jadi masalah dan kita harus menerima nya karena mau laki-laki atau pun perempuan ke dua nya sama, mereka itu titipan yang harus kita jaga dan kita sayang, kalau pun anak pertama Raka laki-laki kan masih ada anak ke dua yang mungkin saja anak ke dua itu perempuan, jadi apa pun yang di kasih tuhan kita terima saja dengan lapang dada" jawab Raka.
Pak Hardian dan bu Santi saling pandang, mereka ngga menyangka dengan jawaban Raka, lalu mereka tersenyum.
"Ternyata pengaruh non Ayu bagus buat den Raka, hingga den Raka lebih bijaksana, den Raka benar-benar sudah berubah, makasih non sudah merubah den Raka" gumam bathin pak Asep, Pak Asep sudah lama bekerja dengan keluarga pak Hardian jadi dia tahu kelakuan Raka selama ini.
"Makasih ya Allah anakku sudah benar-benar berubah, makasih Ayu kamu telah merubah Raka hingga lebih baik lagi" gumam bathin bu Santi dengan mata yang sudah berkaca\_kaca saking bahagia nya.
"Makasih nak kamu telah merubah Raka menjadi lebih baik lagi, papah bangga sama kamu, ngga salah papah memilih dan memaksa kalian untuk menikah" gumam bathin pak Hardian.
Mereka pun sampai di bandara, lalu mereka masuk ke dalam Bandara dengan Ayu yang masih di kuasai oleh keluarga nya terutama Rama, dia terus saja menggandeng kakak nya, tidak membiarkan Raka mendekati nya sama sekali.
"Wah Bandara ternyata luas ya kak" kata Rama sambil melihat ke setiap penjuru Bandara.
"Iya dek, kakak ngga nyangka kakak berada di sini dan kakak mau naik pesawat dek" jawab Ayu.
"Dek kok kakak takut nya nanti pas terbang" kata Ayu.
__ADS_1
"Tidur saja kak biar pas kakak bangun udah sampai" kelakar Rama.
"Kamu ini ada-ada saja, masa harus tidur terus" jawab Ayu.
"Kakak sama kak Raka dulu ya dek" kata Ayu.
"Kakak sama Rama dulu jangan deket-deket kak Raka dulu, kan sebentar lagi juga kalian bersama di pesawat" kata Raka.
Pak Ramdan dan bu Yanti yang mendengar perdebatan mereka pun cuma tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
"Iya dek" jawab Ayu sambil tersenyum lalu mengusap pucuk kepala nya Rama.
"Yang, sssssttt sini" panggil Raka.
Ayu pun cuma menoleh dan tersenyum lalu menggeleng, Raka pun yang di cuekin cuma merenggut saja.
Hingga saat nya mereka berangkat dan harus berpisah dengan keluarga nya.
"Pah,, mah,,Raka berangkat" kata Raka sambil mencium telapak dan memeluk papah mamah nya.
"Iya, hati-hati nak, jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai" jawab bu Santi yang di jawab dengan sebuah angguk kan dari Raka, lalu Raka pun pamit pada kedua mertua dan adik ipar nya.
Begitu pun Ayu yang pamitan kepada keluarga nya.
"Pak,,,Bu,,, Ayu berangkat ya? Kata Ayu lalu mencium tangan dan memeluk bapak beserta ibu nya.
"Hati-hati nak jangan lupa kalau sudah sampai kasih tahu ibu" jawab Bu Yanti.
"Iya bu, pasti Ayu kasih kabar" jawab Ayu lalu beralih ke Rama.
"Dek, kakak berangkat ya? Jaga bapak dan ibu, jangan keluyuran terus dan satu lagi kalau bawa motor jangan ngebut" Pesan Ayu sama adik nya.
"Iya kak, Rama akan selalu ingat nasihat kakak" jawab Rama, Ayu pun pamitan kepada kedua mertua nya.
__ADS_1
"Ingat ya nak kami disini ngga mau apa-apa, tapi yang kami inginkan hanya satu, kalian pulang membawa kabar baik buat kami" kata Bu Santi.