
"Mas Rafi, oh jadi kamu sudah ada pengganti aku ya mas, syukur deh semoga kamu bahagia mas" gumam hati Ayu sambil terus menatap kearah Rafi dan Yulia.
Ayu pun kembali menatap kearah depan, karena prinsip Ayu, tinggalkan masa lalu dan jangan coba-coba menengok kebelakang lihat lah kedepan demi masa depan yang lebih baik.
"Kita makan malam dulu ya? ajakan Raka membuyarkan lamunan nya.
"Tapi mas nanti bi Asih sudah masak terus siapa yang makan? Kata Ayu sambil melirik kearah Raka.
"Sudah mas telepone tadi jadi bi Asih ngga masak, mas mau mulai kencan sama istri mas" kata Raka sambil tersenyum menggoda.Ayu pun menunduk malu dengan wajah memerah.
Sebenar nya yang terjadi antara Yulia dan Rafi tidak seperti yang Ayu lihat.
"Fy, dada kamu ko keren ya sekarang, mana berbulu lagi ah" kata Yulia sambil mengelus dada Rafi lembut yang membuat Rafi geli.
"Gemes deh sama kamu" kata Yulia sambil mencium leher Rafi.
"Diam Yul ini lagi dijalan" kata Rafi sambil menggerakkan kepala nya.
"Oh jadi kalau di rumah boleh gitu? Jawab Yulia dengan senyum kemenangan nya.
Rafi pun hanya diam lalu menjalankan kembali motor nya karena lampu hijau sudah menyala kembali.
*
*
*
"Mas aku mau makan pecel lele yang di tenda pinggir jalan ya? Kata Ayu.
"Ko makan di warung pinggir jalan, ngga bersih itu, udah kita ke Cafe aja" jawab Raka.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu mas aja sendiri yang makan" jawab Ayu.
"Dia memang beda, baru kali ini aku ngajak makan cewek yang milih warung makan pinggir jalan" Papah memang ngga salah pilih" gumam bathin Raka.
"Ya udah kalau memang itu mau kamu" akhir nya Raka pun mengalah.
Raka pun menepikan mobil nya disebuah tenda penjual pecel lele, Ayu pun langsung turun tanpa memperdulikan Raka disamping nya.
Raka pun mengikuti Ayu masuk kedalam sambil melirik kearah sekitar, "Tidak buruk juga, tempat nya bersih" gumam Raka.Raka pun duduk berhadapan dengan Ayu,
Pesanan Ayu sudah tersedia, menggoda selera Ayu tapi tidak dengan Raka, karena Raka memang belum pernah makan pecel lele.
Ayu menyantap nya dengan begitu lahap tanpa menghiraukan orang sekitar, Raka pun tersenyum melihat Ayu yang lagi makan dengan apa adanya yang tidak seperti perempuan lain yang suka jaim depan seorang pria.
"Mas lo ko ngga dimakan? Ayo makan enak lo ini" kata Ayu sambil makan.
"Aku,,,aku,,, aku ngga bisa makan ikan karena banyak duri nya" jawab Raka.
"Dulu waktu kecil pas lagi makan ikan duri nya ikut kemakan dan nyangkut di tenggorokan, nah dari situ aku trauma makan ikan" jawab Raka.
Ayu pun menyelesaikan makan nya yang memang sudah tinggal sedikit lagi, lalu Ayu mencuci tangan nya dan mengambil makan Raka. Ayu pun mengulurkan tangan nya yang sudah ada nasi dan ikan lele ke mulut Raka.
"Ayo mas buka mulut nya, biar aku yang suapin, aku sudah cuci tangan ko" Ayu pun mencoba nyuapin Raka.
Raka pun diam dan menatap kearah tangan Ayu yang sudah berisi makanan, Raka ragu untuk membuka mulut nya, bukan karena makan pake tangan Ayu tapi Raka takut duri nya masih nempel di daging ikan nya.
"Ayo mas, ini sudah ngga ada duri nya, percaya deh ma aku" Ayu tahu kalau Raka masih ragu untuk membuka mulut nya.
Raka pun mencoba membuka mulut nya sambil memejamkan mata nya, membuat Ayu tersenyum dengan kelakuan suami nya.
"Lucu juga ya dia kalau kaya gini, jadi pengen cubit deh" gumam hati Ayu sambil nyuapi Raka.
__ADS_1
Suapan pertama pun sudah masuk ke mulut Raka, Raka mengunyah nya pelan-pelan lalu menelan nya sambil membuka matanya.
"Mau lagi dong, ternyata enak ya? Raka pun minta terus disuapi.
"Mah lihat deh om itu, masa makan nya disuapin dia kan udah gede, aku aja yang masih kecil makan nya sendiri" kata seorang anak yang ada di meja sebelah Raka.
Raka dan Ayu pun melirik kearah anak tersebut. "Om ini ngga bisa makan ikan dek, jadi kakak bantu suapin" jawab Ayu sambil tersenyum ke anak kecil itu.
"Maafkan anak saya, sudah lancang" ibu anak tersebut meminta maaf.
"Ngga apa-apa bu namanya juga anak kecil, dimaklumi ko" jawab Ayu, dan terus melanjutkan menyuapi Raka sampai habis tak bersisa.
"Mau nambah lagi mas? Kata Ayu dan Raka pun menggeleng nya, Ayu pun lalu mencuci tangan nya.
Datang dua orang pengamen dan mulai bernyanyi di warung pecel lele itu.
Raka pun punya ide, lalu dia menghampiri pengamen tersebut dan membisikkan sesuatu, pengamen tersebut mengangguk tanda menngerti.
"Mas mau ngapain? Tanya Ayu yang melihat suami nya menghampiri kedua pengamen itu, Raka cuma memberikan Ayu sebuah senyuman.
Pengamen itu memulai memetik senar gitar nya dan Raka pun mulai bernyanyi menyanyikan lagu yang berjudul melamar mu dari Badai Romantic Project.
Suara Raka lumayan bagus karena dari remaja Raka suka bernyanyi bareng teman-teman nya.
Ayu pun mendengarkan dengan serius disetiap kata nya, Raka bernyanyi sambil terus menatap kearah Ayu mewakili isi hatinya.
Hingga diujung lirik lagu itu Raka bersimpuh dihadapan Ayu sambil mengulurkan tangan nya.
"Mungkin aku memang menyesal dan terkadang aku berharap aku akan pergi begitu saja saat kamu menyapa ku pertama kali, teringat akan kesalahanku yang lalu hingga membuat dirimu menangis tersedu seakan hati ini teriris kurangkai kata sederhana tuk mendapatkan kata maafmu yang tulus dan tidak akan ku ulangi lagi kesalahan untuk yang kedua kali nya, aku tersadar kalau aku sudah membuka hati ini untuk kamu, maafkan sikapku yang membuat kamu sakit hati dari semenjak kita bertemu, aku cemburu bila aku melihat kamu jalan berdua bareng pria lain aku cemburu jika kamu tersenyum pada pria lain, aku sadar sesadar-sadar nya kalau aku Mencintai kamu, maukah kamu memaafkan aku yang selalu menyakiti kamu? Maukah kamu hidup bersamaku? mengarungi bahtera rumah tangga ini berdua? Membesarkan anak-anak kita berdua? Raka pun mengeluarkan semua isi hati nya pada Ayu.
Ayu cuma bisa menatap laki-laki yang telah menjadi suami nya ini bersimpuh di depan nya disaksikan banyak orang, begitu gentle suami nya ini mau mengakui kesalahan dan perasaan nya dihadapan semua orang yang tidak dikenalinya.
__ADS_1