Nikah Paksa

Nikah Paksa
Khawatir


__ADS_3

"Ngga Nis. Gue ngga ngapa-ngapain sahabat lo, sumpah" kata Faisal.



"Terus lo ngapain ada di kos san nya Dewi? Tanya Nisa.



"Makanya kamu diam dulu aku ini mau cerita" kata Faisal sambil melirik ke arah Dewi yang sedang duduk dan menunduk kan kepala nya.



"Ya sudah ayo cerita kan semua nya jangan sampai ada yang kamu lewat kan" teriak Nisa.



"Jadi begini Nis, tadi pas aku mau pulang aku melihat ada dua laki-laki yang sedang memaksa seorang perempuan di balik pohon besar tempat kalian menunggu jemputan, terus aku samperin dan hajar preman-preman itu, pas ku lihat ternyata wanita itu Dewi, karena kondisi Dewi yang lagi ketakutan dan kacau terus aku antar pulang" Faisal pun menjelaskan dengan sejelas-jelas nya.



"Tapi Dewi nya ngga apa-apa kan? Sekarang Dewi nya gimana? Tanya Nisa.



"Sekarang udah agak lebih baik, tapi seperti nya dia butuh seseorang yang bisa hibur dia" jawab Faisal.



"Oke, kalau begitu gue ke sana sekarang" kata Nisa lalu beranjak dari duduk nya, "Ya sudah gue matiin dulu ya, lo jangan pulang dulu sebelum gue datang" teriak Nisa lalu mematikan ponsel nya setelah mendapat persetujuan dari Faisal.



Faisal pun menyimpan ponsel Dewi di meja, lalu Faisal menggenggam tangan Dewi.



Dewi pun spontan melihat ke arah Faisal, hati Dewi terasa hangat bila di dekat Faisal tapi jantung Dewi sedang ngga karuan kala berdekatan dengan Faisal.



"Wi, kalau kamu butuh sandaran, bahuku siap untuk jadi sandaran kamu, kalau kamu butuh seseorang yang selalu akan menjaga dan mengerti kamu, aku siap selalu menjaga kamu sepanjang hidup ku, suka dan duka aku siap menemani kamu sampai kamu bosan dengan aku, gimana pun keadaan kamu dan bagaimana kamu aku terima kamu apa adanya, jujur dari kemarin-kemarin aku memendam semua rasa ini ke kamu" kata Faisal sambil tangan nya memegang erat tangan Dewi.



Dewi pun hanya bisa diam mendengar semua yang Faisal utarakan sambil menatap ke arah mata Faisal.



"Wi, mungkin saat ini bukan waktu yang tepat buat aku menyatakan semua nya, tapi kamu harus tahu saat-saat seperti ini sudah ku dambakan beberapa hari ke belakang, Dewi Apriliyani Aku mencintai kamu sekarang dan untuk selamanya" dengan begitu jelas nya Faisal mengatakan perasaan nya, di hati Faisal sebenar ya ngga tenang karena takut ada penolakan dari Dewi.



Dewi pun terdiam sambil melihat ke arah mata nya Faisal, dia mencari kejujuran di mata Faisal, dan mata Faisal membuktikan kalau yang dia ucapkan barusan adalah suatu kejujuran.



"Maafin aku Sal aku ngga bisa,,,,," Dewi pun menggantung kalimat nya dan berhasil membuat jantung Faisal berasa berhenti berdetak saat itu juga, muka Faisal sudah kelihatan sedikit pucat, Faisal pun menunduk sedih dengan jawaban yang Dewi ucapkan.



"Aku ngga bisa nolak kamu karena aku pun menyimpan rasa kepada kamu dari kemarin-kemarin" jawaban Dewi membuat Faisal langsung mengangkat kepalanya menatap ke arah Dewi yang sedang tersenyum manis kepada nya.

__ADS_1



"Jadi,,,,, jadi kamu membalas perasaan ku Wi? Tanya Faisal ingin memastikan nya lebih jelas lagi,



"Iya Sal aku menerima cinta mu karena aku juga mencintai kamu" jawab Dewi dengan jelas.



Faisal pun sangat bahagia dan ngga bisa berkata-kata lagi, Faisal langsung memeluk Dewi dengan erat.



"Makasih Wi, kamu telah membalas perasaanku" kata Faisal sambil memeluk Dewi.



Sedangkan Nisa, setelah mendapatkan kabar dan cerita dari Fasial tentang sahabat nya Dewi, dia pun langsung menghubungi Siska.



Siska yang sore itu memang lagi di rumah nya, tapi lagi ada Andre yang sedang berkunjung ke rumah nya.



Ponsel Siska pun berdering dengan nyaring hingga membuat si empunya langsung melihat ke layar ponsel yang tergeletak di atas meja.



"Siapa? Tanya Andre, "Nisa, aku angkat dulu ya kak?Siska pun minta izin kepada Andre, "Angkat saja siapa tahu penting" jawab Andre.




"Kamu mau ikut ngga ke rumah Dewi, tadi aku dapat kabar dari Faisal kalau Dewi mendapat kan pelecehan sama dua orang preman" kata Nisa.



"Masya Allah, dimana Nis, kapan kejadian nya? Tanya Siska kaget.



"Kata Faisal di dekat pohon besar tempat kita nungguin jemputan, tadi sepulang Dewi pulang dari kampus" jawab Nisa.



"Ya udah aku ikut, kamu sekarang dimana? Tanya Siska.



"Aku masih di rumah ini lagi siap-siap" jawab NIsa.



"Ya sudah kamu tunggu aku di sana nanti aku jemput sama kak Andre, sekarang aku matikan dulu ya telepon nya aku mau siap-siap dulu" kata Siska lalu memutuskan panggilan nya.



"Kenapa Yang? Ko kamu kelihatan nya khawatir" tanya Andre.

__ADS_1



"Iya kak, bisa antar aku ngga kak ke kontrak kan nya Dewi sekarang? Tanya Siska.



"Kapan pun, kemana pun kamu mau diantar aku akan selalu siap buat selalu nganterin kamu" jawab Andre sambil tersenyum manis.



"Kakak ini bisa saja, ya udah aku ambil tas dulu ke kamar, tapi kita jemput Nisa dulu ya kak? Kata Siska lalu pergi ke kamar nya untuk mengambil tas selempang nya.



Siska pun sudah siap dengan tas yang sudah dia selempangkan di tubuh nya dan dia menghampiri Andre sang kekasih.



"Kak aku sudah siap, ayo kita berangkat" ajak Siska.



"Ya sudah ayo, tapi orang tua kamu kan belum pulang Yang" kata Andre sambil berdiri dari duduk nya.



"Nanti saja aku telepon di jalan, sekarang kita harus cepat-cepat melihat kondisi Dewi" Siska pun menarik tangan nya Andre untuk segera pergi ke rumah Dewi.



Nisa yang sudah menunggu dari tadi udah ngga sabar dengan kedatangan Siska san Andre.



"Siska mana sih lama banget" gumam Nisa sambil terus melihat ke arah jalanan.



Tidak lama kemudian mobil Andre sudah terlihat dan membunyikan klakson hingga membuat NIsa tersenyum.



"Lama banget sih kalian, aku kan khawatir sama Dewi" gerutu Nisa sambil masuk ke dalam mobil Andre.



"Sabar non di jalanan tadi macet, kan tahu sendiri jam segini jalanan macet" jawab Andre lalu menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Nisa.



"Maaf kak Andre soalnya aku sangat khawatir dengan kondisi Dewi" kata Nisa, Andre hanya tersenyum mendengar nya.



"Iya kakak juga becanda ko" jawab Andre sambil fokus ke jalanan.



Mereka pun akhirnya memasuki pekarangan kontrak kan Dewi, dengan gerakan cepat Siska dan Nisa keluar dari mobil tanpa menghiraukan Andre.


__ADS_1


"Kalian? Teriak Nisa dan Siska.


__ADS_2