
Raka dan Ayu pun masuk kedalam ruang pemeriksaan.
"Siang pak, maaf saya terlambat tadi ada sedikit masalah jadi menghambat keberangkatan kita" kata Raka.
"Ngga apa-apa, yang penting sudah hadir, silahkan duduk, gimana bu Ayu udah enakan? Tanya pak Dodi.
Ayu pun mengangguk, "Alhamdulilah sudah enakan pak" jawab Ayu sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan pak Dodi.
Pak Dodi pun langsung bertanya kepada Ayu perihal kejadian dirinya di culik oleh Rafi, Ayu pun menceritakan kronologi nya dari awal sampai dia di selamatkan oleh Raka suami nya, sesekali Raka juga ikut menjelaskan perihal yang telah terjadi.
"Oke laporan sudah saya terima dan nanti semua berkas hasil dari laporan anda dan para saksi kami serahkan ke pengadilan" kata Pak Dodi sambil membereskan berkas yang ada di hadapan nya.
"Pak maaf kalau misalkan Rafi kena hukuman kira-kira berapa tahun? Tanya Ayu sambil menatap serius kepada pak Dodi.
"Disini pelaku mempunyai dua pasal yang telah dia langgar, satu pasal penculikan yaitu pasal 328 KUHP paling lama dua belas tahun hukuman penjara dan pasal 285 KUHP yaitu percobaan pemerkosaan kepada korban dengan pasal 285 KUHP dengan hukuman penjara selama 3 tahun dengan dikurangkan sepenuh nya dengan lama nya terdakwa di tahan sementara" pak Dodi pun menjelaskan tindak pidana buat Rafi.
"Ya ampun mas" Ayu pun kaget dan langsung menatap kepada Raka, Raka pun menggenggam tangan Ayu memberikan ketenangan.
"Begini pak, seandainya kami mencabut laporan terhadap terdakwa, apa terdakwa bisa bebas atau bisa meringankan hukuman nya? tanya Raka.
Pak Dodi pun menatap kearah Raka dan Ayu sambil mengerutkan kening nya.
"Jangan bilang kamu mau mencabut laporan, setelah apa yang telah terjadi sama istri kamu Raka" kata pak Dodi sambil menatap tajam.
"Pak saya memang berniat mau mencabut laporan saya terhadap terdakwa" kata Ayu.
Pak Dodi pun diam dia tidak habis pikir sama istri anak sahabat nya ini, "Kenapa ibu mau mencabut laporan ibu terhadap terdakwa, bukan kah terdakwa sudah mengganggu psikis ibu? Tanya pak Dodi sama Ayu.
"Saya adalah perempuan pak, saya merasakan apa yang di rasakan istri nya, dia sekarang sedang mengandung anak nya terdakwa, dia lagi butuh sosok laki-laki untuk menemani nya, dia di dunia ini sebatang kara hanya ada sosok terdakwa yang bisa menemani nya" jawab Ayu.
Pak Dodi pun terdiam setelah mendengar jawaban dari Ayu, pak Dodi berpikir sebentar lalu beliau pun berbicara.
"Baik kalau memang itu permintaan kalian, tapi proses hukum ngga bisa dihentikan jadi selama dua tahun ke depan terdakwa harus lapor setiap dua minggu sekali dan kami mencekal terdakwa untuk berpergian ke Ln selamanya" jawaban pak Dodi membuat Ayu tersenyum, sengga nya dia sudah menyelamatkan seorang bayi yang tidak berdosa dan berhak mendapatkan kasih sayang ke dua orang tua nya.
__ADS_1
"Terima kasih pak, sudah membantu kami, bukan saya ngga mau dia di hukum tapi saya seorang wanita dan bakal jadi seorang ibu, saya ikut merasakan apa yang di rasakan istri terdakwa, dan insya Allah terdakwa tidak akan melakukan perbuatan nya lagi" jawab Ayu.
Sementara di luar ruangan datang sepasang orang tua paruh baya ke kantor polisi dengan muka yang sedang menahan amarah.
"Sore pak? Apa saya bisa bertemu dengan anak saya yang bernama Rafi? Tanya bu Carla kepada petugas yang sedang berjaga.
Bu Carla adalah ibu nya Rafi, dia dari Ln langsung menuju kantor polisi dimana anak nya di tahan.
Yulia, Andre dan para sahabat nya Ayu kaget begitu mendengar nama Rafi dan langsung menoleh ke sepasang orang tua tersebut.
"Sore juga bu, maaf anda siapa nya Rafi kalau saya boleh tahu? Tanya petugas sama bu Carla.
"Saya Carla ibu nya Rafi dan ini yang di samping saya adalah Ayah nya Rafi" jawab bu Carla.
"Oke kalau begitu ibu tunggu di sana dulu, sebentar kami panggilkan terdakwa Rafi" setelah menyuruh orang tua Rafi menunggu petugas itu pun memanggil Rafi ke dalam sel.
Bu Carlota dan pak Hasan menunggu dengan hati yang gelisah, antara marah, sedih kesal dan malu bercampur menjadi satu.
Rafi pun datang menghampiri kedua orang tua nya dan di dampingi petugas.
Rafi pun berjalan menghampiri ke dua orang tua nya sambil menunduk, begitu sampai.
"PLAKKK!! Rafi pun kena tamparan yang keras dari Ayah nya, Rafi hanya diam merasakan sakit nya sebuah tamparan dari sang ayah.
"Mau jadi apa kamu, apa kah Ayah dan ibu mu mendidik kamu menjadi orang yang tidak punya hati, apa begini hasil dari kamu sekolah tinggi di luar negeri" teriak pak Hasan sampai terdengar keluar.
Yulia pun menitik kan air mata nya, dia merasa kasihan sama Rafi, tapi Yulia pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis.
Para sahabat Dewi pun saling menatap karena mereka belum tahu permasalahan Yulia, Siska pun memberikan beberapa lembar tisu kepada Yulia.
*
*
__ADS_1
*
Sementara bu Santi dan pak Purnama sudah sampai di bandara dia menghubungi Raka tapi tidak ada jawaban karena ponsel Raka sengaja di matikan, Pak Purnama pun menghubungi Andre.
"Ndre Raka dimana? di hubungi ngga bisa, papah sama mamah sudah dibandara" kata Pak Purnama.
"Kita lagi di kantor polisi pah, di tempat pak Dodi bertugas, lagi memberikan keterangan" jawab Andre.
"Ya sudah kalian tunggu papah di sana" jawab pak Purnama lalu memutuskan panggilan nya.
"Nah itu pak Asep mah, ayo mah kita langsung ke kantor polisi, anak-anak lagi pada di kantor polisi lagi memberikan keterangan" ajak pak Purnama sambil melangkah menuju mobil nya di ikuti bu Santi sang istri.
*
*
*
Rafi pun bersimpuh dan bersujud di hadapan ke dua orang tua nya.
"Ayah,,, ibu,, maafkan Rafi, Rafi khilap" kata Rafi sambil menitik kan air mata penyesalan di hadapan orang tua nya.
"Selama ini apa pernah ibu menyuruh kamu berbuat jahat pada perempuan? ibu juga seorang perempuan, apa kamu ngga berpikir dulu sebelum kamu melakukan nya" teriak bu Carla sambil menangis.
Pak Hasan pun sudah di penuhi dengan emosi dia pun kalap dan terus memukuli Rafi.
"Stop!! jangan kamu terus memukuli nya, lama-lama kamu yang akan masuk ke dalam penjara" teriak pak Purnama sambil menahan tangan.
Pak Hasan pun melirik kearah orang yang melarang memukuli anak nya,
"Purnama" gumam pak Hasan.
..,,.................,,,,...........,,,,...........,,,,.........,,,,...........
__ADS_1
UNTUK READERS YANG TAHU RANAH HUKUM AKU MINTA MAAF YA KALAU PENULISAN KU TENTANG HUKUM SALAH
MAKLUM AKU BUKAN ORANG HUKUM.