
Siska dan Dewi pun sudah selesai dengan pembelajaran nya, dan kini mereka sudah berada di luar kampus.
"Beb, pulang sekarang ngga? Tanya Faisal.
"Hari ini aku jalan sama Siska dulu ya beb, soal nya dia ngga di jemput kak Andre, kasihan sendirian lagian kita juga mau ke Rumah Sakit dulu" jawab Dewi.
"Siapa yang sakit? Tanya Faisal.
"Ngga ada yang sakit, tapi kita mau menjenguk baby nya Ayu" jawab Siska.
"Udah lahiran? Laki-laki apa perempuan? Tanya Faisal.
"Katanya sih laki-laki, jadi hari ini aku mau nemenin Siska dulu, ngga apa-apa kan? Tanya Dewi.
"Ngga apa-apa Beb, tapi kalau kamu perlu di jemput hubungi aku aja" kata Faisal.
"Oke, siap bebeb ku" jawab Dewi dengan nada agak-agak manja.
"Lebay lo Wi, geli aku denger nya" kata Siska.
"Syirik aja lo Sis, makanya kamu yang mesra sama kak Andre, biar kak Andre ngga menghindari kamu" jawab Dewi.
"Udah lah jangan bahas kak Andre, ayo kita berangkat saja ntar keburu sore" ajak Siska.
*
*
"Rumah sakit nya benar kan yang ini? Tanya Dewi.
"Iya benar, sama ko dengan alamat yang di berikan Ayu" jawab Siska sambil melihat ke arah sekitaran Rumah Sakit.
"Ayo kita masuk saja, kita tanyakan pada suster jaga" ajak Siska lalu masuk ke dalam Rumah Sakit di ikuti Dewi.
"Maaf sus mengganggu, mau tanya kalau ruangan atas nama Rahayu Agustina sebelah mana ya? Tanya Siska kepada suster jaga.
"Bu Rahayu yang suami nya atas nama bapak Raka Purnama bukan mbak? Suster pun balik tanya untuk memastikan.
"Iya sus, benar itu, dimana ya sus ruangan nya? Tanya Siska kembali.
"Ruangan nya di lantai dua, ruangan vvip" jawab suster jaga.
"Makasih sus" jawab mereka bersamaan lalu pergi ke lantai dua.
"Kayak nya ini deh Sis ruangan nya? tanya Dewi.
"Maaf sus ruangan nya bu Rahayu yang ini bukan? Tanya Siska pada suster yang kebetulan lewat.
"Iya benar mbak yang itu" jawab suster.
__ADS_1
"makasih sus" jawab Siska dan Dewi.
Suster itu pun tersenyum dan mengangguk lalu pergi dari hadapan Dewi dan Siska.
"Ya udah kita masuk saja lah" ajak Siska sambil membuka pintu ruangan setelah mengetuk nya dahulu.
SIska pun kaget dengan pemandangan di depan nya, Siska melihat Andre yang sedang di suapin sama seorang wanita yang sangat cantik di samping nya.
"Kak Andre" gumam Siska.
Dewi pun langsung memegang tangan Siska memberikan sedikit kekuatan.
Mereka yang berada di ruangan pun semua nya melihat ke arah pintu, lalu saling menatap satu sama lain nya.
Hai Sis, Wi, ayo sini masuk" teriak Ayu dengan menahan tawa nya melihat wajah cemburu Siska.
Siska pun masuk dengan menahan air mata nya yang sudah ngga tahan ingin keluar.
"Aku ke toilet dulu Yang" kata Raka yang sudah menidur kan baby Byan.
Dewi terus melirik ke arah wanita yang sedang duduk di samping Andre.
"Ini bukan cewek lo bang" bisik Tasya sambil tangan nya sengaja menyentuh pipi Andre.
Tasya pun semakin merapat kan duduk nya kepada Andre lalu merebah kepala di pundak nya Andre tangan nya pun memeluk perut Andre.
Andre sesekali nyuapi Tasya cemilan yang sedang mereka makan.
Mereka sangat lah romantis layak nya sepasang kekasih.
Siska melihat semua itu dengan perasaan yang benar-benar sakit, dia sudah ngga sanggup lagi.
"Kamu tenang, kamu jangan buat keributan di sini, nanti kita ajak mereka keluar, aku yang akan membantu kamu" bisik Dewi.
Dewi tahu kalau Siska sudah ngga sabar ingin melabrak tuh perempuan.
"Kalian dari kampus langsung kesini ya? Tanya Ayu sambil terus mlihat ke arah Siska. Siska hanya mengangguk saja sambil menahan emosi nya.
"iya kita dari kampus langsung kesini, ah tampan nya bayi ini, siapa namanya Yu? Tanya Dewi sedikit mencairkan suasana.
"Abyan Putra Pratama" jawab Ayu sambil tersenyum.
"Wah baby Byan cakep nya, kalau udah gede nanti jadi mantu tante ya? Kata Dewi.
__ADS_1
"Emang lo mau punya anak perempuan Wi? Ayu pun mengimbangi candaan Dewi.
Saat ini Siska jangan kan untuk becanda, untuk bicara pun dia ogah, Siska hanya menatap Byan dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Ya nanti kalau aku udah nikah pasti punya Yu" jawab Dewi.
Dewi dan Ayu terus bercanda sedangkan Siska hanya diam membisu dengan pemikiran nya sendiri.
Sementara di sofa Tasya dan Andre seperti orang yang lagi kasmaran, mereka terlihat mesra dan sekilas Andre kayak yang mencium Tasya, padahal mereka lagi berbisisk-bisik.
"Bang kayak nya cewek lo lagi marah, dia cemburu berat itu" bisik Tasya.
"Apa mungkin dia cemburu? aku ko ngga yakin? jawab Andre dengan berbisik.
"Lo ngga bisa lihat tuh wajah nya yang lagi menahan amarah gitu, mata nya juga seperti orang yang menhan tangisan nya" bisik Tasya.
"Tapi dari kemarin abang ngga kasih kabar ke dia, mana ada dia nanyain kabar sama abang" bisik Andre.
"Liat ya bang nanti sebelum mereka pulang pasti manggil kita untuk bicara" bisik Taysa.
"Tahu darimana kamu dek? Bisik Andre.
"Aku tuh sudah paham dengan karakter cewek seperti cewek nya abang ini, aku kan sering berada di posisi seperti ini" bisik Tasya.
"Maksud kamu di posisi di mana kamu selalu berpura-pura jadi pasangan bohongan? Bisik Andre kembali.
Tasya pun mengangguk sambil tersenyum, "Lumayan bayaran nya tinggi" bisik Siska.
Andre pun tak habis pikir dengan adik angkat nya ini, selalu saja ada tantangan dalam hidup nya.
Raka pun keluar dari toilet dan melihat ke arah Andre lalu memberikan kode sambil melirik ke arah Siska.
Andre hanya mengangguk saja membenarkan apa yang dibilang Raka lewat tatapan dan kode nya.
"Ya sudah karena sudah sore , kita pamit pulang ya Yu? Kata Dewi sambil melirik ke arah Andre yang masih terlihat mesra.
"Nih dua orang ini ngga tahu malu apa, bermesraan di depan banyak orang, udah gitu depan Siska lagi" gumam bathin Dewi.
"Ko udah pada pulang aja, Byan nya juga masih tidur itu" kata Raka yang sudah kembali duduk di samping Ayu.
"Takut kemalaman kak" jawab Dewi, mereka pun pamit.
Siska memeluk Ayu dan membisikan sesuatu dengan suara yang bergetar, "Kamu jahat Yu," bisik Siska, hanya itu yang keluar dari bibir Siska.
__ADS_1
"Kak Andre bisa kita bicara di luar? Ajak Siska dengan suara bergetar nya menahan tangisan.