
Pak Purnama menatap mereka bertiga dengan tatapan tajam nya, pak Purnama pasti mereka tahu Ayu lagi ada masalah hingga Ayu pergi dari rumah.
Sebelum pak Purnama bertanya kepda mereka tiba-tiba ponsel Raka berbunyi, Raka pun melihat kontak yang massuk.
"Rama? Apa Rama mau ngasih tahu kalau Ayu ada di rumah ibu nya" gumam bathin Raka.
Angkat dulu telepon nya, habis itu ponsel kalian matikan semua nya" perintah pak Purnama.
Raka pun menggulir icon hijau yang ada di ponsel nya lalu menjauh sedikit dari mereka.
"Halo? Iya Ram? Kenapa? Tanya Raka dengan harapan Rama akan memberitahu keberadaan Ayu dan Byan.
"Ini ibu katanya suruh nanyain kabar kak Ayu sama Byan, gimana Kak Ayu sama Byan sehat kan kak? Tanya Rama.
Raka pun diam dan bingung harus menjawab apa, "Kakak mu dan Byan sehat ko Ram? Ngga usah khawatir, nanti kita main ke sana kalau sudah ada waktu luang" jawab Raka berbohong.
"Byan nya sekarang mana kak? Kangen ni sama Byan? Kata Rama.
"Byan nya lagi di kamar lagi minum susu" tidak ada pilihan lain lagi bagi Raka kecuali berbohong.
"Oke deh kak, makasih ya? Salam buat kak Ayu dan Byan ya kak? Maaf sudah mengganggu kakak ipar" ucap Rama.
"Ngga apa-apa Ram" jawab Raka dengan perasaan ngga tenang nya karena ternyata Ayu tidak pulang ke rumah orang tua nya.
Raka pun mematikan panggilan nya bersama Rama lalu kembali ke ruang keluarga.
"Sudah kalian matikan ponsel nya? Tanya pak Purnama dengan masih tatapan tajam nya.
"Sudah pah" jawab mereka bertiga secara bersamaan.
__ADS_1
"Kemarin Ayu baik-baik saja, bahkan dia dengan hati yang bahagia membuat makan siang buat kamu Raka, dan pulang nya dia membeli koper besar, apa ini semua ada hubungan nya dengan kalian? Tanya pak Purnama dengan nada yang lagi menahan amarah nya.
Mereka pun hanya diam dan bingung harus bilang apa, karena diantara mereka ngga ada yang berbicara, pak Purnama pun bertanya kembali sambil berdiri.
"Ada yang bisa menjelaskan? Sebenar nya ada apa kamu dengan Ayu Raka! Jawab!! Pak Purnama pun sedikit membentak karena kesal ngga ada yang mau menjawab dan menjelaskan pertanyaan nya.
Bu Santi dan Tasya sampai kaget mendengar bentakan dari pak Purnama, Tasya pun hanya bisa menunduk karena takut dengan amarah nya pak Purnama, sedangkan bu Santi tidak bisa membela siap-siaoa, karena kalau suami nya sudah marah berarti memang yang mereka lakukan sudah keterlaluan.
Mendengar bentakan dari papah nya Raka pun menunduk lalu menjawab nya.
"Maafkan Raka pah, semua nya salah Raka" ucap Raka sambil menunduk kan kepala nya.
"Apa yang telah kamu perbuat? Kesalahan apa yang telah kamu lakukan hingga Ayu pergi dari sini dan membawa Byan? Pak Purnama pun menatap tajam ke arah Raka.
"Raka,,,,,,,Raka,,,,," Raka pun ngga sanggup untuk menerus kan kalimat nya.
"Ya ampun tuan besar kalau sudah berteriak seperti itu dia sudah benar-benar marah dan ngga bakalan ada yang bisa menahan nya lagi" gumam bi Asih sambil membersihkan dapur.
"Raka,,,kepergok Ayu lagi sama Laura sekertaris Raka kemarin siang" jawab Raka pelan.
"Plakkkk" pak Purnama pun memberikan tamparan yang sangat keras hingga keluar cairan merah di bibir nya Raka.
"Apa kamu bilang? Kamu lagi berbuat mesum di kantor? Apa yang kalian lakukan di kantor, hah, apa!! pak Purnama ngga habis pikir sama Anak nya ini yang sudah berbuat ngga baik di perusahaan nya.
"Raka hanya berciuman ko pah ngga lebih" Raka pun sedikit membela diri nya sambil menahan rasa sakit di pipi nya.
"Hanya? Kamu bilang hanya? Coba kalau posisi nya di balik, Ayu yang lagi berciuman dengan pria lain? Apa yang akan kamu lakukan pada Ayu, Apa!!! Pak Purnama sungguh emosi mendengar jawaban dari Raka anak nya.
__ADS_1
Raka pun terdiam dan berpikir, benar apa yang di katakan papah nya, seandai nya Ayu yang sedang berciuman dengan pria lain mungkin dia akan membunuh pria itu dan marah besar sama Ayu.
"Andre apa kamu terlibat dan sekongkol dengan Raka? Tanya pak Purnama pada Andre.
"Ngga pah, Andre saja tahu nya pas masuk bersama Tasya di dalam sudah ada kakak ipar, Raka dan Laura yang sedang berdebat" jawab Andre jujur.
"Apa benar semua yang di katakan Andre Sya? Tanya Pak Purnama kepada Tasya.
"Iya pah, karena pas sampai ke kantor, Tasya langsung ke ruangan bang Andre dan kakak langsung ke ruangan bang Raka, karena tadi nya Tasya ngga mau mengganggu Abang sama kakak ipar, ngga berapa lama Tasya sama bang Andre pun pergi ke ruangan bang Raka dan ternyata disana kak Ayu lagi berdebat sama Laura, kita juga mau membantu kak Ayu, tapi kak Ay menyuruh kita semua diam" jawab Tasya.
"Baik disini sudah jelas kalau Ayu marah karena kelakuan bejad suami nya, dan buat kamu Raka, cari menantu dan cucu papah sampai ketemu, kalau belum ketemu kamu di larang masuk dan menginjak kan kaki di rumah ini" teriak pak Purnama lalu pak Purnama pun membalik kan badan nya untuk pergi dari ruang keluarga, tapi suara bi Asih menghentikan langkah nya.
"Maaf tuan saya mengganggu, di luar ada yang bernama Laura dan Riski sedang mencari den Raka" kata bi Asih.
Raka, Andre dan Laura yang mendengar kalau Risky dan Laura mencari nya pun saling menatap.
Pak Purnama seketika menghentikan langkah nya, begitu mendengar kalaau ada yang menacari Raka anak nya.
Bu Santi menatap ke arah Raka dengan tatapan tajam nya, Raka yang baru pertama kali di tatap seperti itu oleh ibu nya pun hanya bisa menunduk.
"Mau apa kamu kesini Laura? Memperkeruh suasana saja" gumam bathin Raka.
"Kenapa Risky bareng sama Laura? Apa ada hubungan nya kejadian semalam dengan Laura? Guman bathin Andre.
"Siapa lagi Rusky, dan mau apa juga itu si ulet ganjen datang ke rumah, cari maslaah saja" gumam bathin Tasya.
"Suruh mereka masuk" perintah pak Purnama pada bi Asih dan kembali duduk di samping istri nya sambil menatap tajam ke arah Raka.
__ADS_1
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi" bi Asih pun pergi dari ruang keluarga untuk membawa tamu nya kehadapan pak Purnama.