
Faisal yang sudah sampai di rumah nya pun langsung menghubungi Dewi dengan melakukan video call.
"Hallo Beb, aku udah sampai, kamu belum tidur? Tanya Faisal setelah Dewi menerima panggilan nya.
"Belum, aku kan lagi nunggu kabar dari kamu, syukur deh kalau udah sampai" jawab Dewi.
"Jangan tidur terlalu malam beb, pintu nya awas jangan lupa di kunci" Faisal pun mengingat kan.
"Iya, ya sudah kalau gitu aku tidur duluan ya? Kamu jangan lupa membersihkan dulu tubuh nya baru tidur" kata Dewi.
"Oke beb, selamat malam mimpi yang indah tentang kita ya? I love u" kata Faisal sambil tersenyum.
"Love u to" jawab Dewi dan langsung mematikan panggilan nya.
Faisal pun tersenyum, dia ngga menyangka kalau Dewi akan menjadi kekasih padahal dia dan Dewi selalu berdebat.
Dewi pun yang sudah memutuskan panggilan nya, dia masih senyum-senyum sambil memandang ponsel nya.
"Ngga sangka aku bakal jadi kekasih mu, padahal kita sering berdebat" gumam Dewi lalu menutupi tubuh nya dengan selimut.
*
*
*
Malam yang semakin larut sebagian insan sedang terlelap dalam buaian mimpi nya, tapi tidak dengan sepasang suami istri yang baru saja menikmati beberapa tusuk sate.
Di kamar Raka mereka seakan tidak perduli dengan dingin nya malam, mereka terus membanjiri tubuh nya dengan keringat lewat penyatuan tubuh mereka.
Ayu yang mendominasi permainan malam ini seakan-akan dia lupa kalau dia lagi mengandung.
Raka yang di manjakan oleh istri nya lewat sentuhan dan kecupan di seluruh tubuh nya membuat dia seakan-akan melayang.
Akhir nya ke dua insan itu telah mabuk dalam percintaan, mencurahkan segala perasaan yeng bergejolak.
__ADS_1
Raka pun ambruk di samping Ayu sambil memeluk tubuh polos Ayu dengan erat.
"Makasih sayang, semakin hari kamu semakin pintar" bisik Raka sambil mencium leher nya Ayu.
"Aby please jangan sentuh telinga ku, aku sudah capek By" kata Ayu sambil mengatur nafas nya,
Raka tahu kalau belakang telinga Ayu adalah titik rang sa ngan seorang wanita.
"Ya sudah kalau ngga mau nambah ayo tidur, tapi kalau mau nambah Aby selalu siap 24 jam buat istri tercinta Aby" kata Raka sambil memeluk erat istri nya.
"Mau nya Aby itu mah, By ngga usah USG ya? Biar surprise nanti nya" kata Ayu yang berada di dalam pelukan Raka.
"Iya Yang, mau laki-laki atau pun perempuan bagi Aby ngga jadi masalah, yang penting kamu dan anak kita sehat dan selamat" jawab Raka.
"Makasih Aby, selalu jaga dan ngertiin aku, maafin aku ya, kalau selama ngidam selalu nyusahin Aby" kata Ayu.
"No Aby, aku capek aku mau tidur" kata Ayu sambil mencari tempat yang nyaman di pelukan Raka.
*
*
*
Pagi hari Dewi langsung siap-siap, di depan meja rias nya, Dewi terus menyunggingkan senyuman nya, karena mulai sekarang dia akan diantar jemput sama Faisal kekasih baru nya.
Terdengar suara motor di pekarangan rumah membuat Dewi langsung berdiri dan berlari ke depan rumah dengan tas dan buku di tangan nya.
"Pagi beb" sapa Faisal yang masih duduk di atas motor nya.
"Pagi juga Ical" jawab Dewi sambil melangkah menghampiri Faisal.
"Ko Ical sih, yang mesra dikit napa? Sayang kek beb kek Hunny kek, kan enak di dengar" Faisal pun protes dengan panggilan Dewi yang di tujukan buat diri nya.
__ADS_1
"Kan lucu lo kalau di panggil Ical" kata Dewi sambil tersenyum.
"Lucu dari mana, aku aja denger nya geli" jawab Faisal sambil memakai kan helm kepada Dewi dengan bibir cemberut.
"Jangan cemberut, kalau cemberut ganteng nya ilang, kalau udah ilang aku bingung harus lapor kemana mencari kegantengan nya kamu" jawab Dewi dengan candaan nya.
"Au ah, kamu ngga asyik, udah ayo buruan naik ntar kita terlambat lagi" ajak Faisal.
"Ih lucu nya kalau kesayanganku lagi ngambek kayak gini, jadi pengen,,,,,,,," Dewi pun sengaja menggantung kata-kata nya, lalu dia nanik ke atas motor Faisal.
"Pengen apa? Pengen cium ya? Boleh banget beb, ayo" kata Faisal sambil mau membuka helm nya.
"Pengen cubit bibir nya bukan pengen cium, ha,,,ha,,,ha,,," Dewi pun tertawa di belakang Faisal, Faisal pun kesal lalu melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi.
"Hunny jangan kencang-kencang dong, aku takut" teriak Dewi sambil memeluk erat Faisal.
"Faisal yang mendengar jelas teriakan Dewi pun seketika menghentikan laju nya motor.
"Barusan kamu manggil apa Beb? Coba ulang sekali lagi" pinta Faisal.
"Yang mana? Aku ngga manggil apa-apa ko" jawab Dewi pura-pura.
"Ya udah kalau kamu ngga mau ngulang aku jalankan motor nya kenceng banget, kamu siap-siap" kata Faisal sambil menyalakan kembali motor nya.
"Jangan kenceng-kenceng Hunny, aku takut" teriak Dewi.
Faisal pun mematikan kembali mesin motor nya lalu membuka helm full face nya.
"Apa barusan ngga kedengaran" kata Faisal pura-pura.
__ADS_1
"Jangan kenceng-kenceng Hun ,,,,,,Hunny" jawab Dewi lalu menunduk kan kepalanya, Fasial pun tersenyum penuh kemenangan.