
"TIdak!!! Saya tidak ada sangkut paut nya sama kehilangan Ayu" jawab Yulia sambil menatap kearah Dewi.
"Terus kenapa kamu tahu semuanya? Tolong di jelaskan secara detail" tanya Andre.
"Begini, tadi pas jam makan siang saya ke luar untuk membeli rujak, dan di sana ternyata sudah ada Rafi mantan nya Ayu, saya sapa dia dan ternyata dia melihat Ayu bersama teman-teman nya keluar dari perusahaan dan naik mobil nya pak Purnama. Di saat melintas Rafi membuntuti mobil nya pak Purnama" Yulia pun menjelaskan dengan sebenar nya,
"Terus kenapa kamu ngga bilang sama saya pas di ruangan" tanya Raka.
"Sebenar nya saya mau bilang sama Pak Raka, tapi ngga enak karena masih meeting, terus pas di ruangan, bapak nya lagi marah-marah, jadi saya ngga berani" jawab Yulia sambil menunduk.
"Terus tadi kamu bilang kalau Ayu mau di bawa oleh penculik nya ke Ln dari mana? Tanya Andre.
"Tadi sepulang dari kantor saya mampir ke apotek, pas mau pulang ketemu Rafi dan saya minta diantarkan pulang, dan Rafi yang bilang sama saya kalau dia besok mau bawa wanita yang selalu mengisi hatinya ke Ln untuk hidup bersama selamanya" jawab Yulia.
"Ba ji ngan,,,, bre ng sek mau main-main rupanya, sekarang coba lihat titik mereka dimana? Tanya Raka.
Yulia pun melihat ke layar ponsel nya lalu memberikan nya pada Raka.
"Oke, sekarang kita berangkat sebelum terlalu malam" kata Raka sambil berdiri.
"Boleh aku ikut? Tanya Yulia."Kamu diam disini, kamu istirahat saja, muka mu pucat kaya nya kamu memang lagi ngga enak badan" jawab Raka.
"Kalau begitu kamu kirim lokasi mereka sekarang kalau ada kabar dari dia tolong langsung kabarin saya, jangan coba-coba menipu saya" kata Raka sambil berdiri.
"Iya pak nanti saya langsung kabarin bapak kalau dapat informasi lagi" jawab Yulia, sebenar nya Yulia pengen sekali ikut bersama mereka, Yulia takut Raka dan Andre membuat Rafi babak belur, tapi Yulia juga merasa kondisi nya ngga fit, kepala pusing dan perut nya mual.
"Andre hubungi pak Asep suruh dia nyusul kita, soalnya nanti kita butuh mobil satu lagi" ucap Raka.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya pergi dari kontrak kan nya Yulia, dengan harapan secepat nya menemukan Ayu.
*
*
*
"Pak ibu ko dari siang ke ingat Ayu ya? Ada apa ya pak? Tanya Bu Yanti pada suami nya.
"Kenapa ibu ngga telpon aja tadi? Sengga nya ibu tidak terlalu khawatir sama Ayu" jawab Pak Ramdan.
"Tadi sore Rama udah menghubungi nya, tapi yang angkat Nak Raka, katanya Ayu keluar sama teman nya dan lupa ngga membawa ponsel" jawab Bu Yanti.
"Ya sudah bu do\*a kan saja Ayu ngga ada apa-apa, kalau dihubungi sekarang kan ngga enak sama nak Raka, takut nya mengganggu istirahat mereka" kata Pak Ramdan.
Bu Yanti pun terdiam dan membenarkan apa yang di bilang suami nya, "Ya sudah ibu jangan terlalu banyak pikiran, Ayu juga kelihatan nya sudah bahagia, dan nak Raka juga kelihatan nya sudah berubah, sekarang ibu istirahat sudah malam" Kata Pak Ramdan lalu mengajak istrinya masuk kedalam kamar.
Sebenar nya pak Ramdan juga lagi gelisah karena tiba-tiba dia ke ingat Ayu terus, tapi pak Ramdan berusaha baik-baik saja di depan istrinya.
*
*
*
Hari pun semakin malam dan Raka masih dalam perjalanan menuju tempat istri nya di sekap, dan dibelakang sudah ada mobil papah nya yg di kemudi kan sama pak Asep mengikuti nya dari belakang.
Raka dan Andre lupa akan rasa capek dan lelah, bahkan mereka semua melewatkan makan malam nya.
"Masih jauh ya Ndre? Tanya Raka yang masih fokus memandang kearah jalanan yang di lalui nya.
"Sebentar lagi, kalau menurut titik yang di kirim Yulia di depan sana deh" kata Andre sambil menunjuk ke arah depan.
"Ini jauh dari pemukiman warga lo, serem ni" kata Dewi sambil melihat kerah samping jalan yang di lalui nya.
"Eh, itu ada gubuk di sana, jangan-jangan Ayu di sekap di sana" teriak Nisa.
__ADS_1
Andre pun menepi dan mematikan mesin mobil nya."Gimana kalau kita berhenti disini, kalian para cewek tunggu disini, kita berdua masuk kedalam gubuk itu" kata Andre.
"Tapi kita takut kak? Jawab Siska, "Kamu tenang saja kan ada pak Asep, biar pak Asep yang jaga kalian" jawab Andre sambil menatap kearah Siska seakan-akan dia meyakinkan Siska kalau semua akan baik-baik saja.Siska pun mengangguk.
Raka dan Andre pun keluar dari mobil pelan-pelan lalu menghampiri pak Asep.
"Pak kita mau masuk kedalam gubuk itu, bapak jaga mereka disini, nanti kalau saya perlu bantuan saya akan panggil bapak" kata Raka sama pak Asep dengan suara yang pelan.
"Baik den, saya akan menjaga mereka, den Raka sama den Andre hati-hati ya? takut nya mereka membawa senjata tajam" jawab pak Asep dengan suara pelan juga.
Mereka berdua pun mengangguk, lalu pergi menuju sebuah gubuk yang jauh dari pemukiman warga itu.
Dengan langkah perlahan Raka dan Andre menghampiri gubuk yang disangka tempat penyekapan Ayu.
Mereka pun melangkah dengan hati-hati dan mata mereka pun waspada, selalu melihat ke sekeliling dan arah langkah mereka karena pencahayaan yang kurang.
Rafi yang sudah gelap mata dan hati nya pun terus memaksa untuk mencium bibir Ayu, dengan sisa tenaga yang di milikinya Ayu pun terus berontak menghindar dari bibir nya Rafi.
Rafi pun kesal karena Ayu terus berontak dan menghindari nya, Rafi mencengkeram dagu Ayu dengan kencang, lalu mencium Ayu dengan liar dan kasar.
Ayu pun menangis, dengan tenaga yang tersisa Ayu mengangkat kaki kanan nya lalu menendang pusaka berharga nya Rafi.
"Awww, breng sek" Rafi pun melepaskan ciuman nya lalu terhuyung kebelakang sambil memegang pusaka berharga nya, Ayu yang melihat Rafi terhuyung ke belakang pun tidak tinggal diam, dia lalu berlari menuju pintu, tapi sebelum Ayu sampai di pintu Rafi sudah memeluk nya lagi dari belakang dengan menahan rasa sakit pada pusaka nya.
"Mau kemana sayang? Kamu ngga boleh pergi kemana-mana, temani aku dan kita besok akan pergi ke Ln dengan penerbangan pertama.
"Lepaskan aku, ku mohon lepaskan" teriak Ayu sambil berontak agar bisa lepas dari pelukan Rafi yang sudah kalap.
__ADS_1