Nikah Paksa

Nikah Paksa
Penyesalan Raka


__ADS_3

"Mau kita apakan ke dua orang ini? Teriak ke dua orang yang baru masuk yang ternyata adalah ayah dan anak itu.



Ya mereka adalah pak Dodi dan Fadil ayah dan anak yang beranggota kepolisian datang dengan tepat waktu.



"Ah terimakasih anda datang tepat waktu" kata Andre sambil berdiri.



"Kalian tahu dari mana kita lagi membutuh kan kalian? Tanya pak Purnama.



"Tadi Andre menghubungi Fadil dan Fadil ngajak saya datang kesini" jawab pak Dodi.



"Terima kasih kalian sudah mau membantu kami, sekarang urus saja kedua orang itu, saya serahkan kepada kalian berdua" ucap pak Purnama.



"Baik kalau begitu kami permisi" ucap pak Dodi lalu membawa Laura dan Risky ke kantor polisi untuk ditangani.



"Masalah satu sudah selesai, sekarang giliran kamu yang harus mencari Ayu dan membawa nya pulang" ucap pak Purnama dan langsung pergi meninggalkan mereka.



"Nak cari Ayu dan Byan sampai kamu menemukan mereka, papah ngga bakalan memaafkan kesalahan kamu sebelum kamu menemukan dan membawa mereka kembali ke rumah ini" ucap bu Santi.



"Iya mah, Raka akan mencari Ayu dan Byan sampai menemukan nya" jawab Raka dengan muka sedih nya.



"Maafkan Raka mah, semua terjadi karena kebodohan Raka" Raka pun bersimpuh di atas paha bu Santi yang sedang duduk.



"Manusia tidak luput dari kesalahan, tapi yang sudah terjadi harus kamu jadikan sebagai pembelajaran ke depan nya" kata bu Santi sambil mengelus puncak kepala Raka, bagaimana pun juga hati seorang ibu ngga tega melihat anak nya bersedih seperti itu.



"Sekarang cari dan bawa pulang secepat nya ke rumah ini, kami menunggu nya" ucap bu Santi, lalu pergi menyusul suami nya.



Raka pun menangis dengan wajah yang di telungkup kan keatas meja, Andre dan Tasya merasa kasihan dengan Raka yang seperti itu.


__ADS_1


"Sudah lo ngga usah menyesali nya seperti ini, yang sudah terjadi sudah biarkan berlalu, sekarang lo harus menata ke depan nya lebih baik lagi, dan cari lah kakak ipar bersama Byan" kata Andre.



Tanpa sepengetahuan mereka semua, termasuk pak Purnama, Tasya dari awal telah merekam semua kejadian yang terjadi di rumah ini, dia akan kirim semua video yang telah dia rekam ke Ayu.



"Tapi gue harus mencari Ayu dan Byan kemana Ndre? Tanya Raka sambil menghapus air mata nya.



Seorang pria susah buat menangis dan bisa menahan tangisan nya dari semua orang, tapi kalau udah menyangkut orang yang di cintai nya, jatuh juga air mata nya.



Andre dan Tasya pun terdiam karena Andre juga ngga tahu harus mencari Ayu kemana, sedang kan Tasya bingung antara harus jujur atau pun tetap diam seolah-olah dia tidak mengetahui nya.


*


*


Hari demi hari Raka terus mencari Ayu dan Byan, dia tidak memikirkan penampilan nya lagi, yang ada di pikiran nya saat ini adalah istri dan anak nya.


"Kalian dimana? Sayang, maafkan aku, aku janji aku ngga akan pernah melakukan nya lagi, aku kangen kalian" gumam Raka dengan wajah lusuh nya.



Semenjak pak Purnama menyuruh Raka untuk mencari Ayu, Raka tinggal bersama Andre, dan ngga pernah pulang ke rumah papah nya.




Bu Santi merasa kasihan dan prihatin melihat keadaan anak nya yang seperti itu, tapi bu Santi ngga bisa melakukan apa-apa selain menangis, bu Santi memang tidak melihat nya secara langsung karena pak Purnama melarang nya, tapi Andre selalu mengirimkan video tentang apa yang dilakukan oleh Raka setiap hari nya.



Sedang kan keluarga Ayu tahu nya kalau Ayu sedang pergi ke luar negeri lagi liburan.



Tasya yang sudah kembali ke Paris dan kini sedang bersama Ayu dan Byan.



"Kak sudah cukup marah nya, sekarang kakak pulang ya? Biar aku yang antar, kasihan bang Raka, dia sudah menyesali nya, dan sekarang lihat sama kakak, tubuh nya kurus dan tak terawat" kata Tasya pada Ayu.



Ayu hanya diam dan tidak mau melirik ke arah ponsel nya Tasya, "Nanti juga kakak pulang ko, kalau kakak udah mau pulang" kata Ayu.



"Terserah kakak saja, tapi kakak harus melihat semua video yang aku kirim kan, sengaja aku baru mengirimkan semua video ini karena aku yakin sekarang amarah kakak sudah agak mereda walau pun memang masih tersisa walau pun sedikit" kata Tasya sambil terus mengirim kan video Raka dari awal Ayu pergi hingga video Raka hari ini, Tasya berharap hati Ayu akan luluh setelah melihat semua video tersebut.

__ADS_1



"Ya sudah aku ngga mau mengganggu kakak, aku ajak Byan ke taman ya kak? Kata Tasya lalu pergi sambil membawa Byan pergi ke taman.



Tasya memberi waktu buat Ayu melihat semua video yang dia kirimkan, dan membiarkan Ayu berpikir jernih tanpa ada yang mengganggu nya.



Setelah kepergian Tasya, Ayu pun meraih ponsel yang dia simpan di atas meja lalu membuka nya.



Ayu langsung membuka satu per satu video yang di kirim Tasya kepada diri nya.



Ayu dengan serius melihat video itu hingga dia tiba-tiba berteriak melihat Raka yang di tampar oleh papah nya dengan sangat keras sampai bibir Raka berdarah.



"Aby" dengan spontan Ayu berteriak dan menutup mata nya.



"Aby pasti sakit ya? Di tampar papah" gumam Ayu sambil kembali melihat video itu dengan deraian air mata.



Ayu pun kembali melihat ke ponsel nya dan nampak lah di situ Laura dan Risky hingga membuktikan kalau Raka tidak bersalah.



"Ternyata kak Andre sudah menyelamatkan nya dari perbuatan jahat si ulat gatel, makasih kak" gumam bathin Ayu sambil terus mengusap air mata nya yang teru-terusan mengalir di pipi nya yang mulus.



Ayu terus melihat semua video yang di kirim kan Tasya, Ayu melihat dengan hati yang sakit melihat Raka seperti itu, dia yang sudah ngga boleh menginjak kan kaki nya di kediaman orang tua nya, juga dengan keadaan yang seperti putus asa dan putus harapan.



Kini tersisa video terakhir dimana video itu memperlihat kan yang dilakukan Raka pada hari ini.



Terlihat Raka yang sedang menangis dengan wajah kusut nya, yang terus-terusan memanggil-manggil dirinya dan Byan.



"Sayang kamu dimana? Aku harus mencari kalian kemana lagi? Aku kangen kamu Yang? Aku kangen Byan? Ku mohon kembali padaku sayang, aku janji aku akan lebih baik lagi dan ngga akan pernah nyakitin hati kalian lagi" ucapan Raka membuat Ayu menangis tersedu-sedu.



"Aku juga kangen kamu By" gumam AYu dalam isak tangis nya.

__ADS_1


__ADS_2