
"Kakak ngga suka ya dek dengan kelakuan kamu ini, sudah lah motor nya punya orang , kamu juga belum memiliki sim" Ayu masih saja ngomel, dia lupa kalau di sana banyak orang yang memerhatikan nya termasuk kedua mertua nya.
"Kak ini motor punya adek, di beliin kakak ipar" jawab Rama sambil menoleh ke arah Raka.
"Hubby? Ayu pun menoleh kearah Raka dengan wajah kaget nya.
Raka yang ditatap sama istri nya hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Sudah, sudah, jangan pandang-pandangan di sini lanjut saja nanti di rumah, kasihan kita yang jomblo ini" teriak Dewi.
Ayu pun tersadar dengan teriakan Dewi, dia pun malu karena ternyata banyak yang melihat dia yang sedang marahin adik nya.
"Hubby is aku malu, kenapa ngga ngasih tahu kalau disini banyak yang lihatin" bisik Ayu, Raka pun hanya tersenyum melihat tingkah istri nya.
"Emang lo ya selalu merusak suasana" jawab NIsa.
Pak Purnama dan bu Santi pun hanya tersenyum melihat kelakuan anak muda di depan nya.
"Ya sudah sekarang kita pulang, mamah juga capek pengen cepat-cepat istirahat" kata bu Santi.
"Lo, Yulia kemana? Tanya Andre sambil melihat ke sekitar.
"Dia sudah pulang bareng keluarga pak Hasan" jawab Pak Purnama.
Mereka pun semua nya masuk ke dalam mobil masing-masing, hanya Rama saja yang mengendarai motor.
Mobil mereka pun satu persatu meninggalkan halaman kantor polisi setelah pamitan pada pak Dodi.
*
*
*
Dikediaman pak Hasan Rafi sedang di bersihkan luka nya sama Yulia, dengan sangat hati-hati Yulia membersihkan luka Rafi.
"Sekarang kalian mau gimana ke depan nya? Tanya pak Hasan.
"Rafi akan menikahi Yulia pak, bu" jawab Rafi.
"Oke kalau memang itu sudah menjadi keputusan kamu, tapi kamu dengar kan tadi kalau kamu ngga bisa ke luar negeri selamanya" jawab pak Hasan.
"Iya pak dan Rafi mau mengurus cafe yang telah Rafi rintis saja dulu sambil memikirkan ke depan nya Rafi mau kelola bisnis apa" jawab Rafi.
"Nak,, bilang sama keluarga kamu, kami akan datang melamar kamu untuk di jadikan istri sama Rafi" kata bu Carla.
__ADS_1
"Maaf bu saya hidup sebatang kara" jawab Yulia sambil menunduk.
Pak Hasan dan bu Carla pun saling memandang, "Emang orang tua mu kemana nak? Tanya bu Carla kembali.
Yulia pun menceritakan semuanya tanpa ada yang dia tutup-tutupi, karena walaupun dia ngga di terima oleh keluarga nya Rafi ngga jadi masalah, yang penting dia sudah jujur.
"Kasihan kamu nak, ya sudah kita nikahkan mereka sekarang saja ya pah? Resepsi nya nanti nyusul" kata bu Carla yang membuat kaget Yulia dan Rafi.
"Tapi saya belum mempersiapkan semua nya bu" kata Yulia sambil menatap ke arah bu Carla.
"Itu bisa diatur, kita minta tolong saja sama Purnama dia juga kan kemarin nikahkan anak nya mendadak" jawab Bu Carla dengan santai.
Rafi dan Yulia hanya bisa diam, Yulia bahagia akan menjadi istri nya Rafi, walaupun rencana pernikahan jauh dari yang dia harapkan.
"Ya sudah sekarang kamu mandi Rafi pake kemeja putih dan yang rapih, dan kamu nak kamu mandi di kamar tamu nanti baju nya ibu siapkan" jawab bu Carla.
Yulia bahagia sekali karena orang tua nya Rafi menerima dia apa adanya.
*
*
*
Pak Purnama dan istri nya pun sudah sampai di rumah nya, sekarang mereka sedang berkumpul di ruang makan.
"Gimana nak sudah ada tanda-tanda belum? Tanya bu Santi kepada Ayu.
Ayu yang ditanya seperti itu menunduk malu lalu menggeleng.
"Ya sudah karena kita sudah balik kesini gimana kalau dua hari lagi kalian pergi bulan madu dan ini tiket nya sudah papah siapkan buat kalian" kata Pak Purnama sambil memberikan dua tiket kepada Ayu dan Raka.
"Pah ini,,, " tanya Ayu yang kaget setelah membaca tiket tujuan dirinya dan Raka.
"Iya sayang papah sama mamah sudah menyiapkan ini semua, jadi kalian pergi saja dan lupakan semua nya, kalian fokus saja membuat cucu buat kita ya? Kata bu Santi dengan senyuman yang mengembang di bibir nya.
Kedua orang tua Ayu pun tersenyum bahagia melihat keluarga Raka yang sangat sayang dengan Ayu.
"Besok kamu selesaikan semua urusan di kantor, suruh Andre yang menghandle pekerjaan kamu" kata Pak Purnama, "Iya pah" jawab Raka.
Ponsel pak Purnama pun bergetar, lalu pak Purnama izin ke luar ruang makan untuk menerima telepon nya.
Mereka pun selesai dengan acara makan malam nya, dan sekarang mereka duduk santai di ruang keluarga.
__ADS_1
"kak emang kakak mau bulan madu kemana? Tanya Rama.
"Mau ke Paris dek? Jawab Ayu sambil tersenyum bahagia, karena memang dari dulu dia bermimpi pengen pergi ke Paris.
"Wah kebetulan dong kak, Paris adalah tempat yang ingin kakak kunjungi" jawab Rama.
Pak Purnama pun ikut gabung bersama mereka setelah selesai menerima telepon.
"Bu siap-siap kita ke rumah Hasan sekarang" kata Pak Purnama.
"Lo emang nya ada apa pak? Tanya bu Carla kaget.
"Ada urusan penting" jawab pak Purnama sambil melirik ke arah semua orang.
"Pak,, bu kita juga mohon izin untuk pulang, karena sudah beberapa hari kami meninggalkan rumah kami" kata pak Ramdan.
"Lo bapak sama ibu mau pulang? Tanya Ayu.
"Iya nak, kasihan juga Rama kalau berangkat sekolah kejauhan dari sini" jawab bu Yanti.
"Pak,, bu,, tunggu kami sampai pergi ke Paris ya? Setelah kami pergi bapak dan ibu boleh pulang" jawab Raka.
Pak Ramdan dan bu Yanti pun saling menatap, "Ya sudah kalau begitu mau kalian" jawab pak Ramdan.
Ayu pun tersenyum lalu memandang suami nya, "Makasih Aby" kata Ayu pelan.
"Sama-sama sayang" jawab Raka sambil mengelus kepala Ayu.
"Pah ayo mamah udah siap" ajak bu Santi pada suami nya.
"Pak Ramdan,, bu Yanti kami tinggal dulu ya? Kata bu Santi.
"Iya pak,,bu,,hati-hati" jawab bu Yanti, mereka berdua pun akhir nya pergi menuju rumah pak Hasan.
"Ya udah kita istirahat yuk pak" ajak bu Yanti, lalu bu Yanti dan pak Ramdan pun masuk kamar.
"Kak adek masuk kamar duluan ya? Kata Rama sambil berdiri.
"Iya dek, tidur yang nyenyak" jawab Ayu, lalu Ayu menatap ke arah suami nya.
__ADS_1
"Kita juga tidur yu By? Ajak Ayu pada Raka, dengan senang hati Raka mengiyakan, sambil memeluk pinggang Ayu mereka berjalan Raka pun berbisik, "Boleh ya Yang"