Nikah Paksa

Nikah Paksa
Satpam nya Ayu


__ADS_3

Sementara para perempuan masih dengan cemilan di meja dengan canda tawa mereka.



"Bu istirahat aja ya di kamar ibu sudah kelihatan capek? Tanya Ayu dan di balas dengan anggukan dari bu Yanti.



"Ya udah biar kita bawakan barang-barang ibu, kamar nya yang mana Yu? Tanya Dewi.



"Yang sebelah kamar tempat kalian nginap saja" jawab Ayu sambil menggandeng ibu nya.



"Bi kamar yang disebelah kamar tamu sudah di bersihkan belum? Tanya Ayu ketika melihat bii Asih lewat.



"Sudah non barusan, soal nya tadi den Raka nyuruh bibi buat bersihin dua kamar" jawab bi Asih.



"Oh iya makasih bi" kata Ayu, "Sama-sama non, kalau begitu bibi pamit ke belakang lagi mau nyiapin makan malam" jawab bi Asih lalu pergi setelah mendapat angguk kan dari Ayu.



Ayu dan ke tiga sahabat nya pun mengantarkan bu Yanti ke dalam kamar biar bisa istirahat.



"Kamu betah di sini nak? Ibu ngga sanggup untuk bersihin rumah sebesar ini" kata bu Yanti sambil melihat ke sekeliling rumah.



"Ya ibu, kan bukan ibu yang bersihin jadi ibu sanggup, lagian ya bu kalau misalkan ibu membersihkan ini rumah, Ayu anak ibu berarti anak dur jana" celoteh Dewi sambil tertawa.



Nisa, SIska dan bu Yanti pun ikut tertawa mendengar celotehan Dewi, hanya Ayu saja yang mengerucutkan bibir nya sambil menatap tajam Dewi, Dewi yang di tatap pun malah bersenandung sambil masuk ke dalam kamar yang di siapkan untuk bu Yanti.


*


*


*


"Kalau begitu suruh masuk saja pak? Tapi bawa kesini jangan ke dalam" kata Raka, Raka pun penasaran sekalian biar ngga jadi fitnah makanya Raka menyuruh pak Asep membawa tamu perempuan itu ke hadapan dirinya yang di saksi kan oleh keluarga Ayu sendiri.


"Baik den" jawab Pak Asep lalu pergi dari hadapan Raka.



"Siapa ya bro? Tumben amat ada perempuan yang nyariin elo" kata Andre.



"Mana gue tahu kan gue dari kemarin juga sama elo" jawab Raka.



"APa mungkin mantan atau bahkan selingkuhan kak Raka? Tanya Rama dengan tatapan mengintimidasi.



"Dia mah jangankan untuk selingkuh Ram pergi ke kantor saja bawaan nya pengen cepat pulang, dia kan udah bucin sama kakak ipar" jawab Andre sambil tersenyum.


__ADS_1


"Assalamualaikum, Sore semua" sapa Yulia, ya yang di bilang sama pak Asep tamu perempuan itu adalah Yulia.



"Wa\*alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mereka kompak sambil semua nya melirik ke arah yang memberi salam.



"Yulia? Gumam Raka dan Andre yang masih bisa di dengar oleh pak Ramdan dan Rama.



"Maaf pak saya lancang datang ke rumah bapak, dari tadi saya menghubungi bapak tapi ngga ada jawaban" kata Yulia.



"Ya udah kamu duduk dulu, ada hal penting apa hingga kamu datang ke rumah saya? tanya Raka.



"Saya,,,,, saya hanya ingin menanyakan kabar Ayu" jawab Yulia setelah duduk.



"Ayu alhamdulilah sudah kita selamat kan tapi kondisi nya masih sedikit trauma" jawab Raka.


"Alhamdulilah kalau begitu pak, tapi gimana dengan emmmm,,,,,,,emmmm,,,," Yulia pun ragu untuk menanya kan nya.


"Rafi maksud mu" kata Andre, yang sudah paham dengan apa yang akan di tanyakan Yulia, Yulia pun mengangguk.



"Rafi di penjara semalam kami membawa nya ke kantor polisi" jawab Andre.



Bagaikan petir di sore hari yang cerah Yulia sangat kaget mendengar semua pernyataan yang Andre berikan pada nya.




"Pak, Rafi di penjara di kantor polisi mana? Pantas saja saya tidak bisa menghubungi dia" kata Yulia sambil menangis.



"Kantor polisi yang ngga jauh dekat kantor ko" jawab Andre



"Pak, atas nama Rafi saya meminta maaf yang sebesar-besar nya atas apa yang telah Rafi lakukan kepada Ayu" kata Yulia sambil menunduk.



Rafi dan Andre saling menatap heran. "Kenapa kamu yang minta maaf? Tanya Andre.



"Karena Rafi teman saya, saya juga sudah mengingatkan sebelum nya kalau dia harus mengikhlaskan Ayu tapi cinta telah membutakan mata dan hati nya" jawab Yulia dengan tatapan sendu, Rafi dan Andre cuma mengangguk.



"Oh iya Yulia masalah kita kemarin belum selesai, tadi nya saya akan memecat kamu, tapi berhubungan kamu telah menolong saya untuk menemukan Ayu istri saya, saya ngga jadi mecat kamu, tapi kalau kamu memperlakukan istri saya seperti itu lagi jangan harap saya berbaik hati pada kamu" jawab Raka tegas.



"Makasih pak atas kebaikan hati bapak, kalau begitu semuanya saya permisi" Yulia pun undur diri karena dia mau menjenguk Rafi ke kantor polisi.


__ADS_1


Tidak lama kepergian Yulia, Ayu dan para sahabat nya menghampiri mereka ke taman.



"By kenapa masih pada di sini? Ayo masuk sudah mau hujan lo" kata Ayu.



"Iya kita juga ini mau masuk ko" jawab Raka lalu berdiri dari duduk nya.



"Ibu dimana nak? Tanya Pak Ramdan sama Ayu.



"Ibu di kamar pak lagi istirahat, bapak kalau mau istirahat langsung ke kamar saja, Rama juga udah kakak siapkan kamar nya, kalian nginap kan? Tanya Ayu.



"Tapi Rama kan sekolah besok kak? Kata Rama.



"Biar besok diantar pak Asep saja Ram" jawab Raka.



"Oke deh kalau kakak dan kakak ipar memaksa" jawab Rama.



"Hilliihhh gaya mu bocah" teriak Dewi dan membuat semuanya tertawa.Mereka pun semua masuk ke dalam rumah



"By besok aku udah boleh masuk kampus ya? Tanya Ayu sambil berjalan dan menggandeng tangan Raka dengan manja.



"No, kamu ngga boleh kemana-mana dulu, lagian kan ada ibu nginep masa kamu tinggal? Terus besok katanya mamah pulang" jawab Raka sambil terus berjalan.



"Besok mamah pulang? Tanya Ayu senang. Raka pun mengangguk.



"Guys aku belum di bolehin masuk kampus, jadi kalian aja ya yang sering main kesini" kata Ayu yang sudah duduk di ruang tengah.



"Tenang saja kita selalu ada buat kamu dua puluh empat jam" kata Dewi. Mereka pun mengangguk.



"Weh udah kayak pos satpam aja ni" jawab Ayu.



"Kan kita Satpam nya kamu Yu? Jawab mereka kompak dan diakhiri dengan tertawa.



"Kalian ini bisa saja, sebentar aku mau ke kamar dulu ya? Mau ngambil ponsel" kata Ayu lalu pergi ke kamar nya.



Ayu pun mengambil ponsel yang Raka taro di meja rias dan masih di dalam tas selempang nya.

__ADS_1



Ayu pun di kaget kan dengan dering ponsel milik Raka, lalu mengambil nya dan pergi menghampiri mereka kembali.


__ADS_2