Nikah Paksa

Nikah Paksa
Pengganggu


__ADS_3

Pagi pun datang menyapa,dua insan yang masih terlelap pun seakan enggan untuk membuka mata nya, pagi yang dingin ditambah ac di kamar itu semakin menambah rasa dingin dan ingin mencari kehangatan.



Seperti dua anak manusia berbeda kelamin ini yang tanpa sadar mereka tidur dengan berpelukan, seakan-akan enggan untuk saling melepaskan.



Raka yang sudah bangun duluan pun sengaja berpura-pura masih terlelap, karena masih ingin memeluk Ayu dengan erat.



Ayu pun mulai mengerjapkan matanya, yang pertama dia lihat adalah wajah tampan suaminya, "tampan nya suamiku ini" gumam Ayu yang masih terdengar oleh Raka dan membuat hati nya berbunga-bunga pagi itu.



"Eh, kenapa aku ada dalam pelukan nya, padahal kan semalam disini ditaro guling" gumam Ayu sambil mencari-cari keberadaan guling yang ditaro di tengah-tengah mereka pada saat mereka mau tidur.



Ayu pelan-pelan melepaskan pelukan nya dari tubuh Raka, tapi sayang Raka malah mempererat pelukan nya.



"Aduch gimana ini, kalau aku masih dalam pelukan nya nanti mas Raka minta lebih lagi, kan aku yang bingung, nolak dosa ngga nolak aku belum siap" gumam bathin Ayu.



Usia Ayu sudah mau menginjak sembilan belas tahun, jadi dia sudah paham akan kewajiban seorang istri, apalagi ibunya yang selalu mendidik dan menasehati dia dengan baik. Akhirnya Ayu dengan terpaksa membangun kan suaminya.



"Mas bangun sudah siang, kan katanya mau nganter aku ke rumah ibu dulu" tanya Ayu yang masih dalam pelukan Raka.



"Sebentar, biarkan aja dulu begini, kamu diam jangan bergerak-gerak" Jawab Raka sambil mempererat pelukannya.



"Mas jangan kencang-kencang meluk nya aku sesak ini" Ayu pun protes karena pelukan nya terlalu erat hingga dia bergerak terus dan alhasil membuat Raka junior terbangun dari tidur nya.



Raka pun melonggarkan pelukan nya, lalu bangun dan langsung pergi ke kamar mandi, "Terpaksa solo lagi deh" gumam Raka yang masih terdengar oleh Ayu.



Ayu merasa bersalah sama Raka, karena bagaimana pun sudah menjadi kewajiban Ayu sebagai seorang istri untuk memuaskan suaminya.



"Maafkan aku mas yang belum bisa menjadi istri kamu sepenuh nya" gumam Ayu sambil membereskan tempat tidur nya.


__ADS_1


Bukan Ayu belum siap, tapi Ayu ingin jika melakukan hubungan suami istri harus dengan rasa cinta bukan karena nafsu semata.



Semenjak mereka menikah ini baru dua kali mereka tidur seranjang berdua, yang pertama karena Ayu lagi menggigil karena kehujanan dan kedua karena mereka baru saling memaafkan.



Belum ada kata cinta diantara mereka, jadi Ayu belum bisa menyerahkan seutuh nya kepada Raka.



Raka pun selesai dengan ritual mandi nya, dia melihat kearah kasur yang sudah rapi dan baju kantor yang sudah disiapin istrinya, Raka pun tersenyum sambil mengambil baju nya.



"Semakin hari aku semakin sadar kalau kamu adalah wanita terbaik yang papah berikan untukku, aku harus mengucapkan terimakasih sama papah dan mamah dengan memberikan mereka cucu" gumam Raka sambil tesenyum bahagia.



"Mulai sekarang aku akan selalu membuat kamu merasa nyaman dekat aku dan ku pastikan kamu tidak akan pernah meninggalkan aku, aku sudah mencintai kamu Rahayu" gumam Raka sambil memakai baju kantor nya.



Ayu yang sedang menyiapkan sarapan pun sudah selesai menata makanan di meja makan, Ayu pun langsung pergi ke kamar nya untuk mengajak suaminya sarapan bersama.



Ayu pun masuk kedalam kamar Raka, nampak Raka yang sudah kelihatan tampan dengan baju pilihan nya sedang duduk di sofa tempat dia tidur. Ralat maksud nya malam-malam kemarin.




"Mas lagi nunggu istri mas menjemput ke ruang makan" godaan Raka berhasil membuat pipi Ayu merah merona.



"Masih pagi udah ngegombal, udah ah aku mau mandi dulu, kalau mas mau duluan ke ruang makan duluan saja" kata Ayu sambil masuk ke kamar mandi.Raka pun tersenyum melihat tingkah Ayu.



Tidak lama Ayu pun selesai dengan ritual mandi nya, karena terburu-buru masuk ke kamar mandi, Ayu pun lupa tidak membawa baju ganti, Ayu keluar dengan memakai handuk biasa, yang hanya menutupi bagian dada dan bagian paha saja.



Raka yang sedang duduk di sofa mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, ia pun melirik kearah pintu kamar mandi, dan betapa terpana nya Raka melihat Ayu yang hanya memakai handuk biasa, kulit putih bersih Ayu nampak begitu indah dipandang mata.



Ayu kaget melihat Raka masih ada dalam kamar, dia kira Raka sudah pergi ke ruang makan.



"Mas, aku kira sudah pergi ke ruang makan? Tanya Ayu kaget dengan kehadiran Raka.

__ADS_1



Mata meeka pun bertemu dan tanpa sadar Raka berjalan menghampiri Ayu, Ayu pun menunduk malu, lalu Ayu pun pergi menjauh dari Raka.



Raka pun tersadar lalu kembali duduk di sofa menunggu istri nya lagi ganti baju.



Ayu pun menghampiri Raka setelah segala ritualnya dia lakukan, "Mas ayo kita sarapan" Ajak Ayu pada suami nya.



Raka pun bangun dari duduk nya lalu menghampiri Ayu yang sudah cantik, "Kamu cantik sekali" kata Raka sambil mnyentuh pipi Ayu dengan lembut.



Sejenak Ayu pun terhipnotis oleh sentuhan suaminya, Ayu pun memejamkan matanya merasakan lembutnya sentuhan Raka.



Raka pun mendekatkan wajah nya ke wajah cantik Ayu, sedikii lagi bibir Raka akan berlabuh di bibir mungil nya Ayu, tapi sayang suara gedoran pintu kamar membuyarkan semuanya.



"Kakak ipar bangun" teriak Andre sambil menggedor-gedor pintu kamar.



Raka yang hampir melabuhkan bibir nya di bibr Ayu pun kaget dan langsung menjauhkan bibir nya, sedangkan Ayu yang lagi merasakan lembutnya sentuhan Raka sambil terpejam tiba-tiba membuka matamya.



Betapa kaget dan malu nya Ayu begitu membuka mata tepat dihadapan nya wajah tampan Raka sedang menatap kearah matanya.



"Kakak ipar bangun, udah siang" Andre terus saja berteriak dan menggedor pintu kamar.



"Mengganggu kegiatan pagi orang saja" gerutu Raka sambil berjalan menuju pintu, Ayu pun hanya senyum mendengar suami nya menggerutu.



"apa sih pagi-pagi teriak-teriak kaya dihutan saja, mengganggu kegiatan pagi saja" gerutu raka setelah membuka pintu kamar nya.



"Emang setiap pagi kalian melakukan kegiatan apa? Jangan bilang kalian lagi mencetak keponakan" tanya Andre yang membuat pipi Ayu memerah.



"Cetak ponakan gundulmu, baru juga mau nyium bibir lo sudah gangguin" jawab Raka pelan.

__ADS_1



Walaupun Raka bicara pelan tapi Ayu masih bisa mendengarnya, daripada Ayu makin malu dengan pembahasan pagi mereka Ayu pun pergi keluar kamar dan menuju ruang makan meninggalkan Raka dan Andre.


__ADS_2