
Hampir setiap hari Ayu menjelajah kota Paris, dari Menara Eiffel, Museum Louvre, Place de la concorde dan tempat-tempat lain nya yang menurut nya indah, Ayu tidak melewatkan satu tempat pun di sana, seakan-akan dia ingin menjelajah sekitar Paris sampai puas.
Hari ini Ayu masih tiduran di kamar hotel nya, dia merasa malas untuk pergi kemana-kemana, tiba-tiba suara pintu kamar nya pun ada yang mengetuk, Ayu terpaksa membuka nya karena Raka lagi ada di dalam toilet.
"Surprise,,,,,,,,,,,,,,,,," teriak Nisa, Siska, dan Dewi serempak.
"Kalian? Ayu pun kaget dan hampir ngga percaya kalau yang di depan nya adalah ke tiga sahabat nya.
Mereka pun berpelukan layak nya teletubies yang baru bertemu.
"kita kangen tahu? Teriak Dewi, Nisa, dan Siska serempak sambil melepaskan pelukan nya.
"Kalian ko tahu aku ada di hotel ini? Ya udah ayo masuk" Ajak Ayu.
Raka pun keluar dari dalam toilet bertepatan dengan mereka yang mau duduk di sofa.
""Kan kita kesini di suruh sama kak Raka, makasih ya kak untuk semua nya? Kata mereka bertiga sambil melihat ke arah Raka.
"Hubby? Ko ngga bilang-bilang sama aku kalau Aby nyuruh mereka datang kesini" tanya Ayu.
"Kan biar surprise Yang, kamar kalian di samping kamar kita ya? Kata Raka sambil duduk di samping Ayu.
"Sama-sama, kakak juga makasih ke kalian atas semua yang telah kalian lakukan buat kakak dan Ayu" jawab Raka.
"Emang kita telah melakukan apa kak? Perasaan kita ngga melakukan apa-apa" tanya Nisa dan kedua sahabat nya sambil mengerutkan kening nya.
"Makasih buat Siska yang telah membelikan baju khusus malam nya buat Ayu, dan makasih juga buat Nisa dan Dewi yang telah ngasih tontonan buat dia praktek kan sama kakak" terang Raka yang membuat muka Ayu merah merona.
"Hubby jangan dibahas malu" teriak Ayu sambil memukul mesra bahu Raka, Raka hanya tersenyum melihat istri nya yang lagi mode malu.
__ADS_1
Ketiga sahabat Ayu pun saling melirik lalu tertawa bersama-sama.
"Jadi Ayu mencoba semua gaya yang kita lihat waktu itu? Tanya Nisa di sela-sela tertawa nya.
"Jangan tanya istriku ini sangat pandai dlam hal memuaskan suami" kata Raka sambil memeluk Ayu.
"Hubby is ngapain bilang seperti itu, malu tahu" kata Ayu sambil melepaskan pelukan Raka.
"Ngga usah malu Yu, justru kamu harus lebih bisa membuat kak Raka semakin nempel dan tergila-gila sama kamu" jawab Dewi.
"Bener kata Dewi, ya udah kita ke kamar kita Yu, mereka sebentar lagi pasti mau mencoba gaya baru" Nisa pun ngajak Siska sama Dewi.
"Eh bentar kak Andre ko ngga ikut sama kalian kesini? Tanya Ayu.
"Kalau kak Andre ikut kan ngga ada yang handle perusahaan" jawab Siska, padahal di hati Siska berharap banget kalau Andre ikut dengan nya.
"Ya udah Yu kita mau istirahat dulu, besok kita jalan-jalan mau beli oleh-oleh, kita kan cuma dua hari saja disini" kata Siska.
"Berarti kita balik nya bareng dong, ya udah besok kita bareng-bareng beli oleh-oleh nya. Kata Ayu.
"Ya udah ayo kita ke kamar, aku sudah pengen istirahat" ajak Dewi lalu mereka pun pergi ke kamar nya yang ada di samping kamar Ayu dan Raka.
"Hubby aku mau nanya sesuatu yang bersifat pribadi boleh? Tanya Ayu hati-hati, dia sebenar nya pengen bertanya dari kemarin-kemarin tapi waktu dan kondisi nya memang tidak memungkin kan Ayu untuk menanya kan nya.
"Boleh Sayang apapun yang akan kamu tanyakan aku akan menjawab sejujur-jujur nya" jawab Raka sambil membenarkan rambut Ayu yang menghalangi mata nya.
"Tapi Aby jangan marah ya? Karena waktu itu aku ngga sengaja melihat nya" kata Ayu sambil mengelus dada bidang nya Raka.
__ADS_1
"Aby ngga akan marah sayang, dan Aby ngga akan pernah memarahi istri cantik Aby ini" jawab Raka sambil mengelus pucuk kepala Ayu.
"Waktu pagi-pagi Aby nyuruh bawain berkas Aby yang tertinggal di ruang kerja Aby, aku ngga sengaja menemukan sebuah poto perempuan di laci meja kerja Aby, itu poto siapa By? Tanya Ayu sambil jari telunjuk nya menggambar garis bersambung di dada nya.
Raka pun terdiam sebentar dan mengernyit kan kening nya berpikir.
"Oh itu mungkin poto nya Ratna, orang yang pernah Aby sayang tapi dia malah memilih laki-laki lain hanya demi kepuasan nya, dulu Aby memang merasa terpuruk dan sampai-sampai ngga mau punya pasangan apalagi seorang istri, tapi sekarang Aby sangat bersyukur sekali mempunyai istri cantik, baik, dan selalu mengerti Aby, jujur memang di awal Aby menolak untuk di nikah kan paksa dengan kamu dan Aby berharap kita suatu saat berpisah, tapi sekarang mau di paksa bagaimana pun atau di tukar sama harta segunung pun Aby ngga akan melepaskan kamu" kata Raka panjang lebar lalu mengangkat dagu Ayu agar menghadap ke arah nya.
"Makasih Aby sayang" kata Ayu sambil menatap ke arah Raka.
"Makasih buat Apa? Justru yang harus nya berterima kasih di sini adalah Aby" kata Raka.
"Makasih karena Aby sudah mau jujur tentang masa lalu Aby" jawab Ayu dengan senyuman indah nya.
Raka sudah ngga tahan kalau melihat AYu tersenyum, Raka pun langsung mendarat kan bibir nya ke bibir Ayu dengan penuh dengan kelembutan.
Mereka pun terhanyut dalam kehangatan yang meeka ciptakan, semakin lama semakin menuntut untuk melakukan lebih, dan akhir nya terjadi lagi peperangan diantara mereka berdua.
Pagi hari nya mereka pun sudah siap dengan pakaian santai nya, karena hari ini mereka akan mencari oleh-oleh sekalian jalan-jalan mengelilingi kota Paris.
Mereka pun mengetuk pintu kamar Ayu, tidak lama Raka membuka kan pintu, mereka bertiga pun masuk dan melihat Ayu lagi di depan meja rias dengan rambut yang masih basah begitu pun rambut Raka.
Mereka bertiga pun saling tersenyum penuh arti melihat mereka berdua dalam keadaan rambut nya pada basah.
"Semalam hujan ya? Tapi ko aku ngga denger hujan ya? Apa karena aku tidur nya terlalu nyenyak ya? Kata Dewi sambil memberi kode kepada ke dua sahabat nya.
"Kaya nya itu sih hujan buatan Wi, lihat saja diantara kita cuma mereka berdua saja yang rambuit nya basah" jawab NIsa sambil melirik ke arah Raka dan Ayu.
__ADS_1
"Apa sih kalian ini, ngga usah meledek nanti kalau kalian yang ada di posisi aku, aku akan balas, lihat saja" jawab Ayu sambil melemparkan sisir nya ke arah Nisa,