
"Kamu,,!! Laura pun melayangkan telapak tangan nya ke atas untuk menampar Ayu, tapi sebelum tangan Laura menempel di pipi Ayu tangan Tasya duluan yang sudah mendarat cantik di pipi nya Laura.
Raka dan Andre pun kaget dengan kelakuan Laura yang sudah berani-berani nya mau menampar Ayu dihadapan semua nya, Raka pun mau menampar kembali Laura tapi Ayu melarang nya dengan menggelengkan kepala nya.
"Berani sekali kamu menampar saya, kamu tidak tahu saya siapa? Teriak Laura yang penuh dengan emosi.
"Kamu yang tidak tahu siapa kita" teriak Tasya.
"Memang nya siapa kamu, kalian hanya pegawai biasa saja songong" teriak Laura dengan penuh amarah dan kebencian.
"Oh kamu ingin tahu siapa kita ya? Tanya Ayu dengan sesantai mungkin sambil menghampiri ke arah Raka.
"dimana saja dia menyentuh mu sayang? di sini, di sini atau di sini? Tanya Ayu sambil mencium seluruh wajah Raka, dan terakhir di bibir.
Laura kaget dengan apa yang di lakukan Ayu kepada Raka, sedang kan Tasya dan Andre hanya menatap Laura dengan tersenyum smirk.
Ayu men cium Raka kasar karena dia membayang kan Raka yang sedang ber ci uman dengan Laura.
Raka tahu kalau Ayu sedang marah, dari cara mencium dirinya dengan liar dan kasar di tambah mata Ayu menatap tajam ke arah Raka.
Ayu tidak merasakan sensasi dari ci uman itu karena Ayu melakukan kan nya penuh dengan kemarahan dan kebencian.
Raka hanya diam dan pasrah karena dalam hatinya mengakui kalau dia memang salah, bahkan Ayu menggigit bibir Raka sampai berdarah Ayu tidak perduli.
Setelah Ayu puas dan agak tenang sedikit, Ayu pun menyudahi ci uman nya, lalu berbalik ke arah Laura.
"Bagaimana? Apa kamu sudah tahu siapa saya? Tanya Ayu dengan amarah yang di pendam.
Laura yang kaget dan tidak terima dengan kelakuan Ayu pada Raka pun siap melayang kan tangan nya kembali, tapi sayang tangan Tasya lebih cepat pergerakan nya di banding Laura.
__ADS_1
"Sebenar nya lo itu mau apa hah? Lo sudah lihat kan siapa perempuan ini? Dia adalah ISTRI dari bang Raka kakak gue,paham lo!! Teriak Tasya dengan menekan kan kata-kata istri sambil tangan nya memilin tangan Laura kebelakang.
"Is,,,,istri? Laura pun kaget dan ngga menyangka kalau Raka atasan nya sudah menikah.
"Kenapa lo? Kaget? Sekarang lo tahu kan siapa yang akan pergi dari perusahaan ini? Teriak Tasya.
"Sudah sekarang kemasi barang-barang kamu, mulai detik ini juga kamu saya PE,,,,CAT" kata Andre dengan sengaja memperlambat kata pecat nya.
"Maaf kan saya pak Raka saya khilaf, saya ngga tahu kalau perempuan ini adalah istri bapak" kata Laura dengan tatapan memohon nya.
"Sudah lah Sya lepaskan ulet gatel ini, ayo kita pergi dari sini, aku sudah malas melihat mereka" kata Ayu.
"Jangan pergi Yang? Raka pun menahan Ayu dengan memeluk nya dari belakang.
"Lepaskan pelukan kamu RAKA, aku tidak sudi virus dari ulet gatal nempel ke tubuh ku" Raka pun kaget dengan teriakan Ayu dan panggilan kepada dirinya tanpa embel-embel Aby atau pun mas.
"Maafin aku Yang, aku salah, seharusnya aku ngga melakukan itu semua, maaf Yang aku khlaf" kata Raka sambil menunduk.
"Melakukan? Maksud kamu melakukan apa? Ayu yang hendak melangkah kan kaki nya pun sontak berhenti dan membalik kan badan nya kembali.
"Mak,,,maksud aku yang tadi Yang? Jawab Raka dengan penuh keraguan.
Andre dan Tasya menatap tajam ke arah Raka dengan harapan kalau Raka tidak melakukan hal yang lebih dari sekedar pegangan saja.
"Pak Raka sudah ber ciu man sama saya" teriak Laura.Raka pun kaget dan menatap tajam Laura.
Andre dan Tasya kaget mereka pun saling menatap dan menggeleng tak percaya dengan apa yang di bicarakan Laura.
__ADS_1
"Bagus, kalau itu memang benar, jadi silahkan teruskan cum buan kalian yang sempat terganggu karena kehadiran saya tadi, dan satu lagi, kalau kamu mau mendapat kan Raka, ambil saja, saya ngga bakalan menahan nya, karena saya ngga butuh sama lelaki yang iman nya tipis dan ngga mau bersabar" teriak Ayu lalu pergi dari ruangan Raka.
"Papah sama mamah pasti kecewa sama kamu bang" kata Tasya lalu pergi dan berlari mengejar Ayu yang sudah mau naik lift.
"Kak, tunggu aku" teriak Tasya sambil berlari menghampiri nya.
"Sekarang juga beresin barang-barang kamu dan pergi dari perusahaan ini, saya pecat kamu detik ini juga" teriak Raka dengan penuh amarah.
Laura kaget dengan perubahan Raka saat ini, Raka sudah seperti macan yang siap mencabik-cabik mangsa nya.
"Maaf kan saya pak, saya mohon, saya jangan di pecat" kata Laura sambil pura-pura menangis.
"TIdak ada kata maaf, sekarang juga kamu pergi dari hadapan saya" teriak Raka.
"Awas kamu pak Raka, kamu akan menyesal telah memecat saya, tunggu saja waktu nya, kamu akan menebus semua ini" gumam bathin Laura sambil berjalan keluar dari ruangan Raka.
"Ah, breng sek, kenapa jadi seperti ini, kenapa pula tuh cewek harus datang disaat aku belum mendapatkan pak Raka seutuh nya, siapa pun kamu aku ngga perduli, mau istri nya, mau pacar nya atau saudara nya sekali pun aku tetap akan buat pak Raka tidak berdaya di bawah ku, biar kamu tahu rasa perempuan bi nal." gumam bathin Laura sambil membereskan barang-barang nya.
"Sebenar nya apa yang terjadi? Kenapa kakak ipar sampai marah seperti itu? Tanya Andre yang belum tahu duduk permasalahan yang sebenar nya.
"Ini semua salah ku Ndre, aku bodoh, aku ngga sabar menunggu permen nya habis, aku tergoda sama wanita itu" kata Raka sambil mengusap kasar wajah nya.
"Jangan bilang lo sudah tidur dengan sekertaris mu itu, kalau itu semua terjadi semua orang tidak akan pernah memaafkan kamu, apalagi kakak ipar dan Byan" kata Andre sambil menatap tajam ke arah Raka.
"Sumpah demi Byan, aku ngga melakukan nya Ndre, cuma,,,,,," Raka pun tidak melanjut kan kalimat nya.
"Cuma apa? Cuma membuat dia men de sah di bawah kung kungan lo begitu" teriak Andre yang sudah emosi dengan kelakuan Raka.
__ADS_1
"Bukan Ndre gue cuma membalas ciuman dia saja, itu pun karena dia terus menggoda gue, gue yang memang lagi puasa dari Ayu tergoda dengan godaan dan sentuhan nya" jawab Raka sambil menunduk.