
Dokter Lisa pun telah selesai memeriksa Ayu, lalu memasuk kan alat-alat nya kembali ke dalam tas nya.
"Istri saya sakit apa dok? Tanya Raka.
Dokter Lisa pun tersenyum melihat ke arah Raka dan Ayu terakhir ke arah Bu Santi sahabat lama nya.
"Selamat ya nak, kamu akan menjadi seorang ayah dan kamu Santi akan menjadi seorang nenek, tapi buat lebih memastikan nya besok kalian datang ke tempat praktek saya ya kita lakukan USG" kata dokter Lisa sambil memperlihatkan tespack nya.
"Apa dok jadi Ayu,,, Ayu hamil? Teriak Raka.
"Jadi aku,,, By? Kata Ayu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Alhamdulilah ya Allah, akhir nya do\*a ku di kabulkan, makasih nak, kamu akan memberikan keturunan buat keluarga Hardian" kata bu Santi sambil terus mencium seluruh wajah Ayu
"Makasih Lis, besok kita ke sana ke tempat praktek kamu" kata bu Santi sambil memeluk erat sahabat lama nya.
"Kita di pertemukan sama calon cucu kamu, kalau menantu mu ngga begini sampai kapan pun kita ngga akan pernah bertemu.
"Sory Lis aku selalu ikut suami ke luar kota dan ke luar negeri jadi aku ngga sempat buat untuk ketemu kamu dan yang lain nya" jawab bu Santi.
"Iya aku juga ngerti, ngomong-ngomong jangan biarkan menantu mu itu kecapean, jangan beraktifitas yang berat, dan jangan lupa jangan sering-sering di tengok ya dede bayi nya soal nya masih rawan kandungan nya" kata dokter Lisa sambil menepuk bahu Raka.
"Baik dok, tapi kalau misalkan dia nya yang mau di tengok gimana? Tanya Raka yang mendapat pukulan tangan nya dari sang istri.
"Hubby kamu is, nanya nya kaya gitu" kata Ayu sambil memukul tangan suami nya.
Dokter LIsa dan bu Santi pun cuma tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.
"Kelakuan anak mu itu ngga jauh beda sama Hardi ayah nya" kata dokter Lisa.
"Kalau misalkan anak mu yang minta ya ngga apa-apa asal pelan-pelan saja melakukan nya, ya sudah saya pulang dulu besok saya tunggu di ruang praktek, kalau sekarang istirahat saja kan masih capek juga baru pulang dari Prancis" kata dokter Lisa.
__ADS_1
"Baik kalau begitu dok besok saya akan ke tempat praktek dokter" jawab Raka.
"Kalau begitu saya pamit ke tempat praktek, jangan lupa besok ya? Dokter Lisa pun pamit.
"Ya udah kalau begitu mamah antar dokter Lisa dulu ya? Kata Bu Santi.
Raka dan Ayu pun mengangguk, "Makasih bu dokter" kata Ayu, dokter Lisa pun tersenyum dan mengangguk lalu pergi bersama bu Santi ke luar.
"Hubby,,," rengek Ayu pada Raka yang sedang mengelus perut Ayu.
"Apa Yang" jawab Raka sambil mencium perut nya Ayu yang masih rata.
"aku mau rujak ih" jawab Ayu, tapi kamu belum makan lagi Yang" kata Raka dan membuat Ayu menangis lalu membelakangi Raka.
Raka pun bingung apa yang harus di lakukan melihat Ayu yang sedang menangis.
"Kamu itu kenapa sih Raka malah membuat Ayu menangis, apa yang telah kamu lakukan pada Ayu" teriak bu Santi sambil menghampiri Ayu dan Raka.
"Aku cuma mau makan rujak mah, tapi mas Raka ngga mau beliin" kata Ayu dalam isak tangis nya.
"Raka kamu ini gimana sih, sudah tahu istri mu mau rujak, kenapa ngga kamu belikan? Bentak bu Santi.
"Tapi kan Ayu belum makan mah" kata Raka.
"Raka mamah kan sering bilang kalau kamu harus mem bahagia kan istri mu apalagi sekarang istri mu ini lagi mengandung, istri mu itu lagi ngidam Raka jadi kamu harus memenuhi keinginan istri kamu kalau kamu ngga memenuhi keinginan istri kamu nanti anak kamu ileran, mau kamu punya anak yang ileran? Cerocos bu Santi.
"Iya sekarang Raka langsung belikan" kata Raka sambil mengambil ponsel diatas meja.
"Ya ampun Raka di suruh beli rujak sama istri kamu malah menelpon" teriak bu Santi.
"Kan ini juga Raka mau menghubungi pak Asep buat belikan rujak nya" jawab Raka.
__ADS_1
"Ngga mau Ayu mau nya Aby yang beliin bukan pak Asep, ini kan anak nya Aby bukan anak pak Asep" teriak Ayu sambil mengerucutkan bibir nya.
"Ya sudah sekarang Aby pergi beli rujak nya" jawab Raka lalu berdiri dan pergi meninggalkan Ayu dan mamah nya.
"Sudah kamu jangan nangis lagi nak, Raka sudah pergi beli rujak nya" kata bu Santi yang duduk di sisi ranjang.
"Iya mah, mah Ayu boleh kuliah lagi ngga? Tanya Ayu lalu bangun dan duduk di samping mertua nya.
"Nanti saja lanjut kuliah nya kalau kamu sudah lahiran ya nak? kan kamu tadi dengar sendiri kalau kamu itu ngga boleh kecapean, sekarang kamu fokus dulu saja sama kandungan kamu ya nak? Nanti kalau kamu sudah melahirkan terserah kamu mau ngapain juga" jawab bu Santi dengan lemah lembut.
"Kalau kuliahnya di rumah bisa kan mah, soal nya kalau aku ngga ikut kuliah aku pasti bosan di rumah terus mah" Ayu pun merengek layak nya anak kecil yang minta di belikan permen sama ibu nya.
"Baiklah kalau itu keinginan kamu, tapi ingat jangan terlalu capek dan terlalu di porsir belajar nya, besok mamah akan menghubungi dosen yang bisa ngasih kamu mata kuliah di rumah" jawab bu Santi.
"Beneran mah? Ah,,, maksih mah,,Ayu sayang mamah" teriak Ayu lalu memeluk bu Santi erat, bu Santi pun tersenyum melihat Ayu yang bahagia.
"Ya sudah nanti mamah bicarakan lagi sama Raka dan papah, sekarang kamu kasih kabar bapak dan ibu mu tentang kehamilan mu" kata bu Santi sambil memberikan ponsel Ayu yang ada di meja rias nya.
"Oh iya sampai lupa aku mah" Ayu pun langsung menghubungi bu Yanti ngasih kabar bahagia ini, Bu Yanti pun sangat bahagia sekali mendengar nya.
"Sudah mah, ibu bilang Ayu ngga boleh capek-capek sama banyak pikiran biar kandungan Ayu sehat" kata Ayu.
"Nah benar kan, jadi kalau kamu nanti melanjutkan kuliah terus kamu merasa capek, kamu jangan sungkan-sungkan untuk bilang ke mamah ya sayang" kata Bu Santi, Ayu pun mengangguk mengerti.
"Yang, ini rujak nya" kata Raka yang baru datang dan membawa nampan yang berisi kan rujak di dalam mangkuk.
Ayu pun mengambil nampan itu lalu memakan nya hanya dua suap saja.
"Sudah By, sekarang Aby yang habisin ya? Kata Ayu.
"Mah,,,,,," Raka pun melihat ke arah mamah nya, dan bu Santi pun mengangguk tersenyum.
__ADS_1
.